Selasa, 28 Juni 2011

10 Tokoh Indonesia yang Ternyata Sukses Tanpa Ijazah Formal


10 Tokoh Indonesia yang Ternyata Sukses Tanpa Ijazah Formal.



Hanya mereka yang berani gagal total yang dapat meraih keberhasilan total
(Robert F. Kennedy) .


Setidaknya kita bisa mengambil makna dari kata-kata tersebut ke 10 Tokoh Indonesai yang Ternyata Sukses Tanpa Ijazah Formal ini. Tentu sukses karena mereka adalah orang-orang yang dianugrahkan Tuhan sebuah kerja keras karna tabiat berjuang adalah penuh pengorbanan siapa yg tak sabar memberi maka harus sabar di ambil paksa . Kita dapat belajar dari ke 10 tokoh ini makna arti kehidupan , makna dari sebuah keringat , makna dari apapun yang kita perjuangkan. Mari kita lihat siapa-siapa saja yg menjadi ke10 tokoh tersebut . Dan bagaimanakah mereka bisa menjadi sukses ? Penasaran ?

1. Ajib Rosidi


Dia adalah Ketua IKAPI pusat, Ketua DKJ. Sewaktu dia masih SMA dia menolak mengikuti ujian nasional karna waktu itu ada isu timbulnya bocoran soal UN . Dia berkesimpulan bahwa hidup seseorang selalu bergantung pada ijazah .


“Saya tidak jadi ikut ujian, karena ingin membuktikan bisa hidup tanpa ijazah”

Dan membuktikan dirinya dengan terus menulis, membaca dan menabung buku yang jumlahnya ribuan. Sampai pensiun ia menjadi guru besar tamu di Jepang. Pada usia 29 tahun dia diangkat sebagai guru luar biasa sastra di Universitas Padjajaran . Lalu menjadi Direktur Penerbit Pustaka Jaya dan akhirnya di Jepang menjadi pada usia pensiunnya yaitu 43 menjadi profesor tamu di Jepang .

Riwayat pendidikan beliau :
- Sekolah Rakyat 6 tahun di Jatiwangi (1950)
- Sekolah Menengah Pertama Negeri VIII Jakarta (1953)
- Taman Madya, Taman Siswa Jakarta (1956, tidak tamat)

Ajip Rosidi

2.Bob sodino
Bob sodino lahir di keluarga yang bisa dibilang berkecukupan . Anak pertama dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal bob pada itu masih berusia 19 tahun dan mewarisi seluruh harta kekayaan orang tuanya . Karna bob menganggap adik-adiknya sudah hidup cukup mapan dia kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk mengelilingi dunia dan tidak melanjutkan sekolahnya.
Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.
Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.

Bob Sadino


3. Abdullah Gymnastiar
Kyai yang kemarin-kemarin ini santer dengan kasus poligaminya, dan perceraiannya dengan istrinya yg pertama .Ternyata sukses menjadi kyai dan wirausahawan (pengusah besar) tanpa ijazah. Walaupun sudah lulus, tapi dikabarkan sampai saat ini belum mengambil ijazahnya.
Abdullah Gymnastiar

4. Andi F. Noya

Pemimpin Redaksi Metro TV ini belum lulus sarjana. Satu hal yang menarik, Andy sebenarnya adalah orang teknik. Sejak lulus SD Sang Timur di Malang, Jawa Timur, pria kelahiran Surabaya ini sekolah di Sekolah Teknik Jayapura lalu melanjutkan ke STM Jayapura.



“Tetapi sejak kecil saya merasa jatuh cinta pada dunia tulis menulis. Kemampuan menggambar kartun dan karikatur semakin membuat saya memilih dunia tulis menulis sebagai jalan hidup saya,” tutur Andy.


5. Andrie Wongso
Anak ke-2 dari 3 bersaudara ini terlahir dari sebuah keluarga miskin di kota Malang. Di usia 11 tahun (kelas 6 SD), terpaksa harus berhenti bersekolah karena sekolah mandarin tempat andrie kecil bersekolah ditutup. Maka SDTT, Sekolah Dasar Tidak Tamat, adalah gelar yang disandangnya saat ini. Masa kecil hingga remajanya pun kemudian dilalui dengan membantu orang tuanya membuat dan berkeliling berjualan kue ke toko-toko dan pasar.
Andrie Wongso

6. Adam Malik
Mantan wakil presiden Indonesia yang dikabarkan Agen CIA ini ternyata tidak pernah mengenyam bangku skolah.
Adam Malik

7. M.H.Ainun Najib
Emha Ainun Nadjib hanya tiga bulan kuliah, Pendidikan formalnya hanya berakhir di Semester 1 Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebelumnya dia pernah ‘diusir’ dari Pondok Modern Gontor Ponorogo karena melakukan ‘demo’ melawan pemerintah pada pertengahan tahun ketiga studinya, kemudian pindah ke Yogya dan tamat SMA Muhammadiyah I. Selebihnya Beliau jadi pengembara ilmu di luar sekolah hingga dia bisa jadi manusia dengan bermacam sebutan (multifungsi).
Emha Ainun Nadjib

8. Buya Hamka
HAMKA (1908-1981), adalah akronim kepada nama sebenar Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah. Ia adalah seorang ulama, aktivis politik dan penulis Indonesia yang amat terkenal di alam Nusantara.
Buya Hamka

Hamka mendapat pendidikan rendah di Sekolah Dasar Maninjau sehingga kelas dua. Ketika usia HAMKA mencapai 10 tahun, ayahnya telah mendirikan Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Di situ Hamka mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. Hamka juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto dan Ki Bagus Hadikusumo.

9. Hendy Setiono
Hendy Setiono (Kebab Baba Rafi) mengawali usaha tahun 2003 di Surabaya. Modalnya hanya Rp 10 juta atau sebuah gerobak burger. Kini bisnisnya berkembang pesat dengan menu makanan utama kebab serta santapan ala koboi (burger serta hotdog). Jumlah cabangnya setiap tahun terus bertambah. Terakhir, terdapat 140 outlet tersebar di 25 kota, antara lain Batam, Bali, Bandung, Banjarmasin, Malang, Gresik, Jember, Kediri, Lampung, Padang, Malang, Makasar, Medan, Pasuruan, Pekan Baru, Karawang, Surabaya, Sukabumi, Semarang, Sidoarjo, Tasikmalaya, Jogjakarta, dan Jakarta
Hendy Setiono


10. Purdi E. Chandra
Sosok Purdi E. Chandra kini dikenal sebagai pengusaha yang sukses. Lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel) Primagama yang didirikannya bahkan masuk ke Museum Rekor Indonesia (MURI) lantaran memiliki 181 cabang di 96 kota besar di Indonesia dengan 100 ribu siswa tiap tahun.
Bukan suatu kebetulan jika pengusaha sukses identik dengan kenekatan mereka untuk berhenti sekolah atau kuliah. Seorang pengusaha sukses tidak ditentukan gelar sama sekali. Inilah yang dipercaya Purdi ketika baru membangun usahanya.

Kuliah di 4 jurusan yang berbeda, Psikologi, Elektro, Sastra Inggris dan Farmasi di Universitas Gajah Mada (UGM) dan IKIP Yogya membuktikan kecemerlangan otak Purdi. Hanya saja ia merasa tidak mendapatkan apa-apa dengan pola kuliah yang menurutnya membosankan. Ia yakin, gagal meraih gelar sarjana bukan berarti gagal meraih cita-cita. Purdi muda yang penuh cita -cita dan idealisme ini pun nekad meninggalkan bangku kuliah dan mulai serius untuk berbisnis.
Kini kabarnya Purdi E. Chandra sekarang sudah ada lebih dari 500 cabang Primagama di seluruh indonesia.

Purdi E. Chandra

0 komentar:

Posting Komentar