Selasa, 28 Juni 2011

Ilmuwan Menemukan Cara Membaca Pikiran Manusia


Ilmuwan Menemukan Cara Membaca Pikiran Manusia. Pikiran adalah sesuatu yang abstrak tak terlihat. Dia tak terbaca dan tak bisa di trawang. Membaca pikiran seseorang adalah hal yang mustahil bagi kebanyakan orang. Namun, ini tak berlaku bagi ilmuwan ini. Ilmuwan ini berhasil menciptakan mesin yang mampu membaca pikiran manusia. Bagaiaman mesin ini bekerja ? Penasaran ?


Penelitian yang dilakukan oleh sebuah tim dari pusat inovasi di neuroscience dan technology Universitas Washington. Menemukan cara membuat mesin Pembaca Pikiran Manusia. Mesin ini sekaligus menjadi pembantu bagi mereka yang lumpuh "bicara" alias tuna wicara. Para peneliti menemukan suara-suara yang mungkin bisa terbaca oleh komputer.

Para peneliti menggunakan elektroda untuk mencoba menghubungkan sinyal-sinyal otak kepada komputer. Mereka menemukan 40 suara di wilayah otak manusia yang bisa berinteraksi dengan komputer dalam bahasa inggris. Cara ini terbukti cukup ampuh untuk menghubungkan kata-kata dari rangkaian otak terdalam.

Penelitian itu dipimpin oleh ilmuwan yang bernama Eric Leuthardt (lihat foto di sebelah kiri, tengah) dan mereka meneliti empat orang yang menderita epilepsi parah yang masing masingnya memiliki 64 implant elektroda di kepalanya. Awalnya penelitian ini hanya di peruntukan untuk menemukan penyebab dari epilepsi. Namun, Leuthardt juga memantau wilayah dari otak ketika pembicaraan di bentuk.

4 orang tadi kemudian di beri komando untuk memberikan suara dengan mengatakan kata berulang seperti ah, eh, oo, ee. Tim itu kemudian memantau wilayah Wenicke’s and Broca’s di otak untuk sinyal yang berhubungan dengan pembentukan bicara. "saya tak mengatakan bahwa saya dapat secara secara penuh membaca pikiran orang. saya tak bisa. tetapi saya kini punya bukti bahwa hal itu mungkin." Ucap Leutardt.

Para ilmuwan kemudian memilih sinyal elektris yang berhubungan. Empat sinyal tersebut tak akan cukup untuk membentuk sebuah kalimat, tapi penelitian lebih lanjut akan mampu menjawab kemungkinan ini. Selama penelitiannya, Leuthardt juga menemukan bahwa otak menghasilkan sinyal ketika orang baru berpikir mengenai suara yang akan dikeluarkan. Penelitian itu lalu di publikasikan dalam Jurnal Neural Engineering.

0 komentar:

Posting Komentar