Bagi kepala pasukan khusus SS Jerman, Heinrich Himmler, apa yang paling mengerikan ketika pasukannya memasuki Paris bukanlah dentuman bom maupun desingan peluru dari pasukan musuh, melainkan banyaknya pelacur yang bertebaran dimana-mana dalam jumlah yang tidak terkontrol.
Situasi ini mendorong ilmuwan Nazi menciptakan "pemuas sintetik" untuk dibagikan kepada para tentara mereka di Paris yang dikhawatirkan akan "jajan" sembarangan.
Penggunaan boneka yang memiliki rambut pirang dan mata biru ini disetujui langsung oleh Hitler sendiri. Ukurannya cukup kecil untuk dimasukan ke dalam tas punggung.
Penulis Graeme Donald menemukan fakta proyek khusus Hitler ini ketika dirinya sedang mencari data-data sejarah boneka Barbie, yang ternyata terinpirasi dari proyek boneka seks Jerman, atau disebut juga "Borghild Project".
Himmler sendiri sangat terkesan oleh produk baru ini dan memesan 50 unit untuk pasukannya.
Namun pada tahun 1942, fasilitas ini ditolak oleh pasukan Jerman sendiri. Bagi mereka, ditangkap dan ditahan oleh pasukan Inggris adalah sebuah resiko yang dapat diterima, namun kalau di tangkap kemudian ke"gep" membawa boneka ini di tas punggung, mereka merasa tak cukup kuat menanggung rasa malunya.
Penulis Graeme Donald menemukan fakta proyek khusus Hitler ini ketika dirinya sedang mencari data-data sejarah boneka Barbie, yang ternyata terinpirasi dari proyek boneka seks Jerman, atau disebut juga "Borghild Project".
Menurut Donald, pabrik pembuat boneka ini beserta boneka-boneka di dalamnya hancur ketika terjadi peristiwa pemboman di Dresden.
Di Like Ya Gan
0 komentar:
Posting Komentar