Senin, 11 Juli 2011

Seorang Wanita Menipu 7 Suaminya Demi Uang yang Banyak


Seorang wanita di Malaysia berusia 29 tahun diketahui telah memiliki kekayaan yang bernilai jutaan ringgit dari beberapa "suami" yang pernah dinikahinya.

Suami terakhirnya, Alaa PM Aldunna, 32, yang merupakan orang kebangsaan Palestina dan seorang pengusaha, telah kehilangan sekitar 1 juta ringgit (sekitar Rp2.85 miliar).

"Setelah saya tertipu, saya mengetahui bahwa saya merupakan suaminya yang ketujuh." ujarnya.

"Keenam suaminya yang lain adalah orang Malaysia dan mereka juga telah tertipu," lanjutnya. Dia menikah dengan sang wanita pada bulan November tahun lalu.

Wanita itu memperkenalkan dirinya ke Aldunna sebagai "Datuk Nazatul" dan mengatakan bahwa dia merupakan keturunan bangsawan. Aldunna meyakini wanita tersebut menggunakan ilmu hitam karena Aldunna selalu memenuhi permintaannya ketika itu.

"Kami menikah terburu-buru" jelasnya. Semua persiapan pernikahan diatur sepenuhnya oleh Nazatul. "Kami menikah di sebuah kamar hotel. Dia membawa pencatat pernikahan dan para saksi."

Nazatul mengaku dia memiliki salon kecantikan, tetapi Aldunna tidak pernah melihat salon tersebut. Nazatul selalu memberikan alasan untuk mencegahnya datang ke sana.

Semua mulai terungkap ketika Nazatul menghilang setelah mencuri 2 buah cek dan penarikan sejumlah RM 1 juta dari akun bank milik Aldunna.

Setelah berbagai cara dia lakukan untuk menghubungi Nazatul, dia akhirnya menjawab panggilan Aldunna dan mengatakan bahwa dia memerlukan uang tersebut untuk menjalankan bisnisnya, serta dia tidak akan mengembalikan uang tersebut.

Pada akhirnya, saudara laki-laki Nazatul pun mengancam akan membunuh Aldunna jika dia berani menghubungi Nazatul kembali.

Aldunna membuat laporan ke Kepolisian Sentul, Malaysia, bulan lalu. Dia tidak ingin ada laki-laki lain yang terjebak menjadi mangsa Nazatul.
http://noveloke.co.cc/cooment.gif
Di Like Ya Gan

Sumber :http://www.idbite.com/artikel/556/seorang-wanita-menipu-7-suaminya-demi-uang-yang-banyak

0 komentar:

Posting Komentar