Tampilkan postingan dengan label Cerita Dewasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Dewasa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Juli 2011

Antara Kondom Pacar dan Bapak Mertua


"Slamet masuk ke toko obat dan membeli k0nd0m. dengan riang dia bilang kepada pemilik toko bahwa sebentar lagi dia akan makan malam di rumah pacarnya.

"Bap4k kan tahu sendiri, biasanya setelah itu kan ada kelanjutannya", tambah Slamet sambil menyeringai. Satu sachet k0ndom pun berpindah tangan.

Baru beberapa langkah ke luar toko, dia kembali masuk. "Saya minta satu lagi", adik pac4r saya juga cantik, agak g3nit pula. Saya rasa dia juga naksir saya. Siapa tahu malam ini saya mujur…". K0ndom kedua berpindah tangan.

Slamet kembali masuk dan minta tambahan satu kond0m lagi. "Begini, 1buny4 juga tak kalah s3ksi. Penampilannya jauh lebih muda dari usianya. dan kalau duduk di depan saya, dia selalu menyilangkan kaki. Saya yakin dia juga tak keberatan kalau saya dekati…".

Dengan berbekal tiga kond0m, Slamet datang ke rumah p4carnya sambil tak putus bersiul. Sajian sudah siap. Pac4r Slamet, adik dan 1bunya sudah menunggu. Slamet pun langsung bergabung.

Mereka menunggu sang 4yah. Begitu sang ayah masuk ke ruang makan,SLAMET KAGET TIDAK KEPALANG. Slamet langsung memimpin doa sambil menunduk dalam-dalam. Yang lain-lain ikut menundukkan kepala. Satu menit berlalu. Slamet makin khusuk berdoa.

Dua menit. Slamet terus komat-kamit, cukup panjang untuk sebuah doa sebelum makan. Pada menit keempat, p4carnya menyenggol kakinya dan berbisik, "Saya baru tahu kamu ternyata sangat religius yank".

Sambil terus menunduk, Slamet menjawab dengan suara hampir menangis, "Saya juga baru tahu 4yah kamu ternyata punya toko obat yank…"

he he ketahuan ya rupanya mertuanya yang punya apotik tadi wkwkwk
http://noveloke.co.cc/cooment.gif
Di Like Ya Gan

Sumber :http://www.gallerydunia.com/2011/07/antara-kondompacar-dan-bapak-mertua.html
»»  read more

Rabu, 13 Juli 2011

Kisah Ayu yang Sukses Karena Spa di Bali

Tiga tahun lalu, Ayu (16) hanyalah seorang gadis lugu dari sebuah desa di Gianyar, Bali yang mengadu nasib ke kota Denpasar, tanpa keahlian yang memadai selain merangkai janur dan buah untuk keperluan sembahyang.

Namun keberuntungan kini memihaknya setelah Ayu mengikuti kursus terapis spa di sebuah lembaga yang dimiliki oleh Jeni Widiyah.



ilustrasi pijat enak di spa bali

Ayu kini bersama beberapa kawan seprofesinya menjadi tenaga kerja Indonesia dengan keahlian bidang terapis spa yang dikirim ke Rusia tanpa mengalami "pemerasan" di sana sini baik oleh agen di Indonesia maupun di luar negeri.

Setiap bulan, Ayu dan kawan-kawannya menerima gaji sedikitnya Rp10 juta belum termasuk tip yang diperoleh dari pelanggan, selain asrama dan jaminan keamanan baik dari perusahaan yang memperkerjakan mereka di Rusia maupun dari Kedutaan Besar RI di negara tersebut.

"Alumni dari lembaga kursus masih terus berkomunikasi dengan saya. Biasa melalui facebook, twitter atau email. Mereka selalu mngabarkan kondisinya, umumnya sudah betah bahkan banyak yang minta kursus lanjutan bila kelak pulang ke Bali," ujar Jeni yang mengaku tidak mengutip biaya sepeser pun untuk membantu pengurusan dokumen anak didiknya yang akan bekerja di luar negeri.

Jeni mengaku prihatin melihat banyak tenaga kerja Indonesia yang dipermainkan dari sebelum berangkat sampai mereka tiba di luar negeri masih terus dijerat dengan berbagai biaya-biaya.

"Silakan tanya langsung kepada alumni saya, apakah ada biaya yang kami kenakan sebagai jasa dari biaya pengurusan. Calon tenaga kerja yang memenuhi syarat sesuai dengan permintaan klien kami di luar negeri memang harus mengeluarkan biaya untuk pembuatan paspor, serta dokumen-dokumen lain termasuk biaya transportasi untuk pengurusan surat-surat, tetapi masih dalam batas wajar," katanya.

Jeni mengungkapkan, dirinya menolak menjalin kerja sama pemenuhan kebutuhan spa terapis yang dilakukan melalui perantara, baik di dalam negeri maupun di pihak asingnya.

"Biasanya kami berhubungan langsung dengan pihak hotel atau usaha spa di negara yang membutuhkan. Biasanya mereka sudah memiliki spesifikasi tenaga yang dibutuhkan, jika memenuhi syarat biasanya mereka langsung menyiapkan dokumen untuk memperlancar persiapan keberangkatan terapis kami," katanya.

Selama mengikuti pelatihan, peserta kursus baik yang berasal dari warga belajar pendidikan kesetaraan yang dikirim oleh Sanggar Kegiatan Belajar Dinas Dikpora maupun dari masyarakat umum memperoleh teori dan praktik terkait metode pemijatan untuk spa, pengenalan jenis-jenis ramuan untuk melakukan pemijatan serta pengetahuan dasar tentang anatomi tubuh.

"Jangan sampai asal-asalan memijat, salah-salah malah klien kami cedera karena pijatan yang kurang tepat. Seluruh terapis wajib menguasai teknik pemijatan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Karena itu, setelah mendapatkan teori, peserta harus mempraktikkan dengan terus berlatih sehingga menjadi terapis yang handal," katanya.

Selain, teori dan praktik metode spa, peserta kursus juga wajib menguasai berbagai istilah seputar spa dalam Bahasa Inggris, ucapan salam (greeting), komunikasi sederhana dalam Bahasa Inggris. "Kami juga mengajarkan etiket berkomunikasi, seperti menyapa, mengucapkan terimakasih kepada pelanggan sekaligus memberikan koridor dalam melayani pelanggan", katanya.

Harga yang harus dibayar pelanggan untuk perawatan spa berkisar antara Rp100 ribu hingga ratusan ribu Rupiah. Karena, biaya layanan spa yang relatif mahal, maka pelayanan yang diberikan pun harus ekstra. "Pelanggan yang merasa senang tidak akan segan-segan memberikan tip kepada terapis, bahkan cenderung akan memilih orang yang sama untuk kedatangan berikutnya", kata Jeni.

"Karena itu, kami tidak bosan-bosan mengingatkan kepada terpis dan peserta kursus untuk berlatih secara tekun dan menguasai teori dan praktek secara baik, karena keahlian tersebut akan memberikan manfaat di kemudian hari," ujar jeni.

Tren Booming
Kisah Ayu dan kawan-kawannya hanya sekelumit kisah penyejuk rasa di saat gencarnya tentang pemberitaan ironis nasib para tenaga kerja wanita Indonesia yang diperlakukan secara kasar hingga harus kehilangan nyawa karena penyiksaan yang tidak henti oleh majikan di sejumlah negara terbesar penerima tenaga kerja Indonesia (TKI).

Wisata Spa saat ini menjadi salah satu tren terbaru bagi wisatawan yang berlibur di Bali dengan banyak pilihan layanan spa baik untuk kesehatan dan kecantikan. Peluang mengembangkan bisnis spa kemudian ditangkap secara jeli oleh Jeni Widiyah dengan mendirikan The Padmastana Spa Center.

Jeni tidak hanya sekadar mengandalkan bisnis pelayanan spa semata, namun usaha spa tersebut dibarengi dengan membuka kursus terapis spa yang peminatnya terus meningkat seiring dengan berkembangnya wisata spa di daerah tujuan wisata populer baik di dalam negeri maupun di luar negeri ini.

"Ratusan siswa sudah menjadi alumni lembaga kami, kalau dihitung-hitung bahkan sudah seribu lebih siswa pernah menerima pelatihan spa terapis dari lembaga pendidikan kami. Sebagian besar sudah bekerja di hotel-hotel dan resort yang tersebar di seluruh Bali, di kota-kota lain di Indonesia hingga ke luar negeri, antara lain India, Korea, Jepang, dan Maladewa," katanya.

Niat Jeni tidak semata-mata untuk mendapatkan untung dari biaya kursus yang diselenggarakannya, pemasukan dari usaha spa sesungguhnya sudah menguntungkan. Namun langkah Jeni memang didukung oleh Dinas Pendidikan Propinsi Bali khususnya Sub Bidang Pendidikan Non-Formal dan Informal (PNFI) yang selama ini menangani program pendidikan jalur non formal, antara lain kursus para profesi, pendidikan kesetaraan paket A, B dan C dan sebagainya.

"Saya ingin menjadikan tenaga kerja asal Bali tidak hanya sekadar tenaga kerja asal-asalan tetapi harus memiliki keahlian supaya dihargai dengan baik. Tidak selalu harus bekerja ke luar negeri, di dalam negeri pun dengan keahlian yang dimiliki minimal bisa memperoleh pendapatan yang memadai. Bahkan banyak alumni kami yang sudah bekerja mandiri dengan melayani permintaan dari rumah ke rumah," katanya.

Kepala Bidang PNFI Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, Made Mertanadi menyatakan, berbagai program pelatihan dan pendidikan yang diberikan kepada warga belajar dari program pendidikan kesetaraan biasanya disesuaikan dengan program yang dianjurkan pemerintah Provinsi Bali.

"Saat ini program yang dianjurkan adalah go green, sehingga program pelatihan diarahkan pada kewirausahaan desa/kota, antara lain pembuatan pupuk organik, pengolahan makanan dari hasil panen, termasuk diantaranya pelatihan spa terapis yang saat ini sedang `booming`di Bali, katanya.

Saat ini, ujar Mertanadi, sejumlah usaha spa sudah bekerja sama untuk menyelenggarakan kursus spa terapis karena memang permintaannya cukup tinggi.

"Kami ingin penguasaan teknik spa tidak asal-asalan saja, tetapi harus dipelajari secara benar sehingga peserta kursus benar-benar memahami teknik dan metode memijat dengan memahami anatomi tubuh", katanya.

Bali telah mendapat predikat sebagai destinasi wisata spa terbaik di dunia. Penghargaan tersebut diberikan oleh majalah Spa terkemuka `Senses` dari Jerman pada ajang Wellness Award 2009 di Berlin, Jerman.

Penghargaan tersebut merupakan hasil penilaian dari para pembaca majalah ini serta 200 pakar spa yang dilakukan secara tersembunyi untuk menjaga obyektivitas penilaian.

"Mengapa Indonesia? Sebab Indonesia mampu mempertahankan warisan budaya leluhur dikombinasikan dengan hasil riset terbaru," kata pimpinan Selected Hotel Promotion Inc. (organisasi pariwisata internasional ternama), Frank Pfaller,

Bali dinilai merupakan kawasan wisata Spa Bali terbaik karena mampu memelihara kebudayaan asli leluhur termasuk warisan raja-raja kuno. Bahkan terminologi khas Bali dalam kaitannya dengan spa seperti boreh dan lulur telah diakui secara internasional.

Ketua Asosiasi Spa Indonesia Mooryati Soedibyo menilai bahwa Bali meraih penghargaan spa terbaik dunia karena kemasannya menyatu dengan budaya warisan leluhur yang satu-satunya ada di dunia. Keunggulan itu menjadi daya tarik investor spa menarik spa terapis dari Indonesia untuk bekerja di spa di belahan dunia lainnya. [indonesiaplasa.blogspot.com]
http://noveloke.co.cc/cooment.gif
Di Like Ya Gan


»»  read more

Selasa, 12 Juli 2011

Empat Istri Dalam Hidup Kita, Sadarkah Engkau



Dahulu kala ada seorang raja yang mempunyai 4 isteri.

Raja ini sangat mencintai isteri keempatnya dan selalu menghadiahkannya pakaian-pakaian yang mahal dan memberinya makanan yang paling enak. Hanya yang terbaik yang akan diberikan kepada sang isteri.

Dia juga sangat memuja isteri ketiganya dan selalu memamerkannya ke pejabat-pejabat kerajaan tetangga. Itu karena dia takut suatu saat nanti, isteri ketiganya ini akan meninggalkannya.

Sang raja juga menyayangi isteri keduanya. Karena isterinya yang satu ini merupakan tempat curahan hatinya, yang akan selalu ramah, peduli dan sabar terhadapnya. Pada saat sang raja menghadapi suatu masalah, dia akan mengungkapkan isi hatinya hanya pada isteri ke dua karena dia bisa
membantunya melalui masa-masa sulit itu..

Isteri pertama raja adalah pasangan yang sangat setia dan telah memberikan kontribusi yang besar dalam pemeliharaan kekayaannya maupun untuk kerajaannya. Akan tetapi, si raja tidak peduli terhadap isteri
pertamanya ini meskipun sang isteri begitu mencintainya, tetap saja sulit bagi sang raja untuk memperhatikan isterinya itu.

Hingga suatu hari, sang raja jatuh sakit dan dia sadar bahwa kematiannya sudah dekat..

Sambil merenungi kehidupannya yang sangat mewah itu, sang raja lalu berpikir, “Saat ini aku memiliki 4 isteri disampingku, tapi ketika aku pergi, mungkin aku akan sendiri”.

Lalu, bertanyalah ia pada isteri keempatnya, “Sampai saat ini, aku paling mencintaimu, aku sudah menghadiahkanmu pakaian-pakaian yang paling indah dan memberi perhatian yang sangat besar hanya untukmu… Sekarang aku sekarat, apakah kau akan mengikuti dan tetap menemaniku?”

“Tidak akan!” balas si isteri keempat itu, ia pun pergi tanpa mengatakan apapun lagi..

Jawaban isterinya itu bagaikan pisau yang begitu tepat menusuk jantungnya.

Raja yang sedih itu kemudian berkata pada isteri ketiganya, “Aku sangat memujamu dengan seluruh jiwaku. Sekarang aku sekarat, apakah kau tetap mengikuti dan selalu bersamaku?”

“Tidak!” sahut sang isteri. “Hidup ini begitu indah! Saat kau meninggal, akupun akan menikah kembali!”

Perasaan sang rajapun hampa dan membeku.

Beberapa saat kemudian, sang raja bertanya pada isteri keduanya, ” Selama ini, bila aku membutuhkanmu, kau selalu ada untukku… Jika nanti aku meninggal, apakah kau akan mengikuti dan terus disampingku?”

“Maafkan aku, untuk kali ini aku tidak bisa memenuhi permintaaanmu!” jawab isteri keduanya. “Yang bisa aku lakukan, hanyalah ikut menemanimu menuju pemakamanmu…”

Lagi-lagi, jawaban si isteri bagaikan petir yang menyambar dan menghancurkan hatinya..

Tiba-tiba, sebuah suara berkata:

“Aku akan bersamamu dan menemanimu kemanapun kau pergi.” Sang raja menolehkan kepalanya mencari-cari siapa yang berbicara dan terlihatlah olehnya isteri pertamanya. Dia kelihatan begitu kurus, seperti menderita
kekurangan gizi.

Dengan penyesalan yang sangat mendalam kesedihan yang amat sangat, sang raja berkata sendu, “Seharusnya aku lebih memperhatikanmu saat aku masih punya banyak kesempatan!”

Dalam realitanya, sesungguhnya kita semua mempunyai ’4 isteri’ dalam hidup kita…..

‘Isteri keempat’ kita adalah tubuh kita. Tidak peduli berapa banyak waktu dan usaha yang kita habiskan untuk membuatnya terlihat bagus, tetap saja dia akan meninggalkan kita saat kita meninggal.

Kemudian ‘Isteri ketiga’ kita adalah ambisi, kedudukan dan kekayaan kita. Saat kita meninggal, semua itu pasti akan jatuh ke tangan orang lain.

Sedangkan ‘isteri kedua’ kita adalah keluarga dan teman-teman kita. Tak peduli berapa lama waktu yang sudah dihabiskan bersama kita, tetap saja mereka hanya bisa menemani dan mengiringi kita hingga ke pemakaman.

Dan akhirnya ‘isteri pertama’ kita adalah jiwa, roh, iman kita, yang sering terabaikan karena sibuk memburu kekayaan, kekuasaan, dan kepuasan nafsu. Padahal, jiwa, roh, atau iman inilah yang akan mengikuti kita kemanapun kita pergi.

Jadi perhatikan, tanamkan dan simpan baik-baik dalam hatimu sekarang! Hanya inilah hal terbaik yang bisa kau tunjukkan pada dunia..

Let it Shine!
http://noveloke.co.cc/cooment.gif
Di Like Ya Gan

»»  read more

Selasa, 21 Juni 2011

Jenjang Karir Seorang Gadis Desa



Namanya Yati. Ya ya ya... Nama ini kurang komersil. Tetapi tidak demikian dengan penampilan fisiknya. Wanita yang berusia 23-24 taunan ini, merupakan contoh nyata bahwa di dunia prostitusi ternyata ada jenjang karir yang menjanjikan. Tidak percaya?

Penampilan fisiknya yang "wah", dan kemiskinan yang menyelimuti kehidupannya di Indramayu (kota di Pantura Jawa Barat yang terkenal sebagai produsen bisnis esek-esek) menjadikan Yati sudah menyandang gelar ibu rumah tangga di usia belia. Ya, Yati dinikahkan dengan salah satu orang kaya di kampungnya ketika dia kelas 2 SMA.

Seperti umumnya pernikahan karena terlilit utang, rumah tangga Yati pun tidak berjalan mulus. Belum genap setahun pernikahannya kandas, menyisakan Yati dengan seorang bayi lelaki mungil yang lucu.

Kebutuhan finansial yang mendesak membuat Yati tergoda untuk mengikuti seniornya di kampung, untuk mengadu nasib ke Bandung. Lokalisasi Saritem menjadi tujuannya. Apa hendak dikata, Yati tidak lulus SMA dan tidak punya keterampilan khusus untuk bekerja. Satu-satunya kelebihan gadis ini hanyalah penampilan fisiknya.

Sehari.. Dua hari.. Sebulan.. Dua bulan... Yati menunjukkan peningkatan skill yang luar biasa dalam men-service pelanggannya. Dalam waktu singkat, Yati yang cantik itu menjadi primadona di seantero Saritem. Namanya sangat harum di lokasi bisnis esek-esek Bandung yang telah hadir sejak tahun 1894 itu.

Harganya mencapai 350 ribu rupiah untuk sekali main (rekor paling tinggi di Saritem hingga saat ini). Dari angka itu, Yati mendapat 50%, alias 175 ribu. Sisanya tentu saja masuk ke kantong "papih" dan juga sedikit untuk para calo.

Dalam sehari, Yati bisa dipesan oleh 3 bahkan hingga 10 pengunjung di kala weekend. Dengan asumsi rata-rata 5 pengunjung perhari, dan 10 hari off per bulan, Yati mampu meraup nilai bersih sekitar 15 juta rupiah per bulan.

Dalam waktu singkat, kehidupan ekonomi keluarga Yati di kampung terangkat. Rumahnya bukan lagi gubuk reyot, tetapi sudah bangunan beton yang mewah untuk ukuran kampung itu. Sawah keluarga pun bertambah beberapa hektar.

Setelah 3 tahun malang melintang di Saritem, seorang "pencari bakat" dari Jakarta menemukan Yati. Ya... Karir Yati berhasil naik ke level yang sangat tinggi untuk para pramunikmat Indonesia. Yati berhasil mencapai puncak karir di bidangnya, setelah dibawa "pencari bakat" itu untuk bergabung di sebuah hotel "A" di dekat Ancol, Jakarta.

Tarifnya yang semula 350 ribu, melonjak hampir 200% menjadi 900 ribu sekali main. Belum termasuk tips yang diterimanya dari para tamu yang kebanyakan merupakan bos-bos kelas kakap. Apalagi kalau Yati dibawa para bos itu untuk "main" ke luar. Wah... Entah, saya tak bisa membayangkan berapa Rupiah yang berhasil Yati kumpulkan dengan bekerja di "kantor" barunya yang sangat bonafid ini. Dengar-dengar, dengan rata-rata 3 tamu sehari, Yati mampu meraup uang hingga lebih dari 30 juta rupiah per bulan.

------------------

"Yati sekarang ganti nama sejak di Jakarta. Maklum, namanya kurang menjual untuk tempat mewah seperti itu..." tutur Ibro, seorang calo Saritem anak buah Toni (rekan sejawat Homing yang namanya sudah terkenal di jagad esek-esek Bandung) yang telah belasan tahun malang melintang di dunia prostitusi Saritem.

Sumber : http://ngerumpi.com/baca/2009/07/05/jenjang-karir-seorang-gadis-desa.html


http://noveloke.co.cc/cooment.gif
Di Like Ya Gan


»»  read more

Minah Si Gadis Desa


Namaku Andi, aku mau menceritakan pengalamanku waktu liburan tahun lalu. Aku kuliah di universitas swasta di Jakarta semester lima. Pacarku Nita, teman satu kampus. Aku sudah sering “ngeseks” bareng dia soalnya aku dan nita punya satu kesamaan, gampang horny. 

Singkat cerita aku pulang ke kampung di Palembang, kebetulan sedang libur panjang dan lagi bosan dengan suasana Jakarta. Itung-itung refreshing. Aku tinggal di rumah pamanku di pinggiran kota Palembang, di pinggiran sungai Musi. Di sana aku mendapat kebiasaan baru, ngintipin cewek-cewek yang ke sungai tiap sore. Walaupun nggak ada acara bugil-bugilan, tapi aku memang lebih suka meliat cewek yang setengah tertutup daripada yang bugil sama sekali. Rasanya lebih seksi dan bikin penasaran. 

Suatu sore, aku melihat ada seorang cewek yang lumayan manis, kulitnya coklat, body bahenol, tapi kalau dia sedang tersenyum, rasanya jantung ini mau copot. Aku mencari info sama sepupuku dan akhirnya ketahuan kalau namanya Aminah. Dua hari kemudian, kebetulan siang itu Aminah sedang belanja ke warung di sebelah rumah pamanku, kesempatan nih buat kenalan. Akhirnya dengan berpura-pura membeli rokok aku kenalan sama dia. Ternyata dia sudah setahun lulus SMA, terus nggak dilanjutin lagi karena masalah biaya. Maunya dia sih langsung kerja tapi belum dapat akhirnya sementara itu dia di rumah membantu ibunya. Aku mulai mendekatinya, ngobrol dengannya, kadang aku nekat “nyamperin” dia ke rumahnya kalau malam. Untungnya orang tuanya kenal dengan pamanku, jadinya lancar aja deh. 

Dalam hitungan hari, rasa cintaku sama dia bertambah dan aku tahu kalau dia juga suka padaku.Suatu malam, kuajak dia jalan-jalan di kota, lalu nonton ke bioskop. Tadinya sih dia nolak, alasannya sih takut kemalaman. Cuma setelah dibujuk-bujuk dia mau juga. Di dalam bioskop kuambil kursi yang pojokan baris atas dengan alasan supaya nontonnya lebih jelas padahal sih.. Untungnya bioskop agak sepi, soalnya hari biasa bukan malam minggu. Waktu itu kami nonton film drama, aku lupa judulnya, tapi yang jelas adegan “kiss-kissan” dan romantisnya pasti ada lah. Pas adegan itu, aku melirik ke sebelah melihat reaksi dia, sepertinya sih dia agak risih. Mungkin karena nontonnya bareng aku kali. Aku agak ngeri juga mau ‘gerilya’ soalnya kalau dia nggak suka urusannya bisa berabe nanti. 

Akhirnya dengan sedikit nekat kurangkulkan tanganku ke bahunya. Awalnya dia terkejut, tapi dia diam saja. Lampu hijau nih pikirku, tapi pelan-pelan aja lah. Selang beberapa lama, bahunya kutarik supaya merapat padaku, dan dia diam aja. Kuberanikan untuk memegang tangannya, mencium rambutnya, kubelai-belai dengan lembut, sambil sesekali kucium dahinya. Dia ternyata juga memberi reaksi dengan meremas lembut tanganku. 

Kupanggil namanya, “Minah..,” dia melihat ke arahku. 
“Abang sayang sama Minah.” 
Dia tersenyum malu, menundukkan muka tanpa bilang apa-apa. Lalu kuangkat dagunya, dan dengan lembut kukecup bibirnya. Dia pun membalas dengan lembut. Cukup lama kami berpagutan, tanganku mulai bekerja langsung meraba payudaranya. Dia tersentak kaget, karena mungkin baru pertama kali payudaranya disentuh laki-laki. 
“Jangan, Bang..” katanya sedikit memohon. 
Aku hanya tersenyum dan berkata, “Sorry deh, Abang kelepasan.” 
Dia pun mengangguk mengerti. Dalam hati aku berkata susah juga nih cewek, butuh perlakuan khusus nih. 

Lalu kurangkul dia kembali sambil kubelai lembut lengan dan bahunya. Sesekali kucium rambutnya yang agak panjang tergerai hingga mendekati daerah leher dan telinganya. Ia sedikit bergerak karena geli, namun aku tahu semakin lama ia akan semakin terangsang. Dengan sedikit kesabaran dia terus kuperlakukan dengan lembut, menunggu saat yang tepat. Hingga akhirnya kukecup lagi bibirnya dan seperti dugaanku ia membalas dengan sedikit agresif dibanding kecupan yang pertama.

Tanganku mulai naik dari arah pinggang merambat perlahan hingga ke payudaranya tanpa ada reaksi penolakan. Kuusap lembut payudaranya yang masih kencang sambil terus mengecupnya. Nafasnya mulai memburu menikmati permainan tanganku. Lalu bergantian kedua payudaranya kuremas dengan lembut.Setelah puas merambah kedua gunung yang masih perawan, tanganku mulai turun ke arah paha dan mengelusnya dengan lembut. Secara perlahan rabaanku mulai naik ke daerah selangkangannya. Ia sedikit merapatkan pahanya, namun aku tidak peduli karena kesempatan seperti ini sulit didapat. Dengan sedikit memaksa, kusentuh kelaminnya. Karena saat itu ia memakai celana panjang dari bahan kain, lekuk vaginanya masih terasa kuraba. Dengan mengira-ngira kuelus bagian sekitar klitorisnya hingga ia sedikit mengerang karena nikmat. Terkadang jari tengahku sedikit kutekan pada lubang vaginanya dan saat itu pula pantatnya ikut menekan maju. 

Sebenarnya ingin kuhentikan rabaanku karena keinginanku sudah tercapai, lagipula aku juga merasa nggak enak kalau ada orang lain yang melihat, maklumlah di kampung orang. Namun karena dia sudah menikmati rangsanganku aku pun merasa tidak tega. Sudahlah kepalang tanggung, biar sekalian kuselesaikan. Kugesek lebih cepat jariku pada bagian vaginanya terutama daerah klitoris, ditambah dengan ciuman pada daerah leher dan telinga. Dia pun semakin terangsang hingga tak lama kemudian ia mengerang dan kurasakan badannya mengejang dengan kedua kakinya sedikit mengangkat. Lalu ia menundukkan kepalanya ke dadaku. Kukecup dahinya dan kurangkul dia dengan erat. 

Sebelum film selesai, kuajak dia keluar mencari udara segar, karena kami sama-sama kegerahan karena kejadian tadi. Sikapnya sangat berbeda sekarang. Tadinya kami hanya berjalan beriringan sebelum menonton bioskop, tapi sekarang kami saling berangkulan hingga payudaranya yang kencang terasa di tubuhku. Kuantarkan dia pulang ke rumahnya lalu aku sendiri pulang ke rumah pamanku. 

Aku langsung masuk ke kamar dan masturbasi sambil menghayalkan kejadian tadi. Bahkan hingga dua kali berturut-turut. Dua malam kemudian ada suatu acara resepsi pernikahan di daerah itu, kebetulan orang yang mengadakan resepsi cukup terpandang di daerah itu. Setelah resepsi masih ada hiburan layar tancap sampai pagi. Kalau tidak salah malam itu malam Minggu. Ingin juga merasakan enaknya nonton layar tancap, soalnya seumur-umur nggak pernah sih. 

Saat makan malam berbagai hidangan disajikan dan sebagian besar masakan padang. Aku duduk berdua dengan Aminah mulai awal pesta. Saat makan, karena tersenggol orang, Aminah menumpahkan sirop yang dipegangnya ke bajuku hingga membasahi celanaku. Kemeja putihku sebagian berwarna merah ketumpahan sirop. 
“Nggak pa-pa kok, aku ganti baju aja dulu sebentar,” kataku karena melihat rasa menyesal di wajahnya. 
“Saya temenin ya, Bang. Tidak enak hati saya jadinya,” katanya. 
“Ngga pa-pa, Minah. Kamu makan aja dulu, biar Abang pulang sebentar. Nggak usah ditemani,” jawabku. 
Tapi karena terus memaksa, aku pun membiarkannya. 

Sesampai di rumah pamanku, saat itu tidak ada ornag, aku langsung melepaskan kemejaku dan melemparnya ke ember cucian, lalu naik ke kamarku untuk berganti baju. Tidak lama kemudian aku pun turun, dan kulihat Aminah sedang mencuci noda di bajuku. 
“Sudah biar saja, Minah. Besok saja dicuci,” kataku. 
“Tak pa-pa Bang, Cuma sebentar,” jawabnya. 
Akhirnya kubiarkan karena dilarangpun tetap saja dikerjakannya. Sambil menunggu, aku mengambil air es dan kuminum. Lalu aku kembali ke kamar mandi. Sesampainya di sana kulihat Aminah dengan menunduk membelakangiku, sedikit menungging, sedang membilas bajuku. Walupun ia saat itu memakai sarung berenda khas sumsel, namun lekuk pinggul dan pantatnya sangat indah, membuatku terangsang dan tanpa terasa penisku mulai bangkit. Apalagi posisi ini posisi favoritku dan Nita di Jakarta bila sedang making love. 

Goddaan setan melintas di pikiranku, apalagi sekarang rumah lagi kosong, namun tetap kutahan.Setelah selesai membilas, dan merendam pakaianku ia pun membalikkan badannya dan sesaat terhenti karena melihat aku menatapnya tak berkedip. Kulihat wajahnya yang manis dengan senyumnya yang menawan, ada sedikit butiran keringat di dahinya yang seakan menambah daya tarik. 
“Kenapa, Bang?” katanya. 
Aku tak menjawab, lalu kudekati dia dan langsung kukecup bibirnya. Awalnya ia membalas dengan lembut. Kubelai seluruh tubuhnya, dan kupeluk dia dengan erat sambil terus mengecup bibirnya. Entah kenapa rasanya berbeda sekali dibanding bila kulakukan ini dengan Nita. Kulepaskan kecupanku sesaat, kupandang sekali lagi wajahnya dan ia balas menatapku. Lalu kami saling berpagutan kembali, kali ini lebih menggelora. Tanganku pun mulai bergerilya ke seluruh tubuhnya, mengelus dan meremas tanpa henti. 

Kemudian kugendong dia dan kubaringkan di atas kursi panjang, sambil aku berlutut, kami kembali saling berpagutan. Karena nafsuku yang sudah memuncak, akibat “puasa” hingga dua minggu lebih langsung saja kuraba vaginanya. Ternyata di balik sarungnya ia tidak memakai penutup lagi selain celana dalam. “Kebetulan nih,” pikirku. Langsung saja kuulangi peristiwa di bioskop kemarin, dan ia pun pasrah saja menikmati sentuhanku. Tidak berapa lama, kuselipkan jariku ke dalam celana dalamnya dan langsung bersentuhan dengan vaginanya. Dengan mengandalkan pengalaman bersama Nita kurangsang dia dengan mengusap klitorisnya, memainkan jari pada lubang vagina tanpa memasukkannya, membuat ia semakin bergairah dan biasanya pada akhirnya setiap wanita akan meminta kita untuk memasukkannya. Walaupun dia tidak meminta secara langsung namun secara perlahan ia mulai menggoyangkan pinggulnya mengikuti gerakan jariku pada vaginanya. Walaupun birahiku semakin memuncak dan sulit untuk ditahan, namun aku tetap sabar. Ada kepuasan tersendiri di saat menaklukkan seorang wanita hingga memohon untuk dipuaskan. 

Tidak berapa lama kemudian gerakan pinggulnya kurasakan semakin cepat dan nafasnya semakin memburu hingga jariku kewalahan untuk merangsangnya sambil menahan celana dalamnya. Perlahan kulepaskan jariku dari vaginanya dan kucoba untuk melepaskan celana dalamnya. Seakan mengerti, ia sedikit mengangkat pantatnya hingga memudahkanku melepaskannya. Kulanjutkan kembali kegiatanku seperti tadi hingga ia kembali terangsang dengan hebat, sebab setelah celana dalamnya terlepas, jariku semakin leluasa memainkan vaginanya. Dia tidak pernah mengucapkan sepatah katapun, hanya erangan nikmat yang sesekali keluar dari bibirnya. Padahal bila dengan Nita, kami sering mengucapkan kata-kata kotor untuk lebih merangsang permainan. 

Tiba-tiba kutarik jariku dari vaginanya sebelum ia mencapai puncak kenikmatannya. Ia sedikit terkejut menatapku. Lalu aku mulai melepaskan ikat pinggang dan resleting celanaku. “Ahh..” ucapnya sambil memalingkan wajahnya ke arah berlawanan. Namun aku tahu ia tak akan sanggup lagi untuk menolak hal ini. Setelah kulepaskan semua celanaku, kupegang tangannya dan kubimbing ke arah penisku. Saat terpegang olehnya, ia seperti sadar dan menarik tangannya tapi kutahan dan kutuntun tangannya untuk mengocok penisku. Ia pun menurut dan tanganku kembali bermain di vaginanya. Ia kembali terangsang, dan mulai memberanikan diri untuk melihat penisku sambil terus mengocoknya. 

Kami menikmati permainan itu hingga beberapa saat kemudian badannya mengejang mencapai puncak kenikmatan. Vaginanya sungguh lembut dan hangat dan sangat basah. Ingin sekali kumasukkan penisku saat itu, tapi mengingat ia masih perawan, aku harus memperlakukannya dengan lembut. Belum selesai ia menikmati orgasmenya, aku langsung melebarkan kakinya dan sambil berdiri dengan posisi 69 kubenamkan wajahku ke vaginanya. Aroma yang sangat khas namun lebih lembut dibanding aroma Nita tercium olehku. Kumainkan lidahku di seluruh permukaan vaginanya, terutama pada bagian klitorisnya. Ia mulai terangsang kembali dengan cepat sambil tangannya terus mengocok penisku. 

Saat aku sedang asyik menjelajahi vaginanya dengan lidahku, kurasakan ia sedikit menggerakkan badannya dan sesaat kemudian penisku terasa masuk ke dalam rongga yang hangat. Aku tersenyum dalm hati, ternyata ia cepat belajar. Namun karena pertama kali dan karena posisi kami yang kurang pas, terkadang secara tak sengaja tergigit olehnya hingga aku harus menarik pinggulku karena terasa sakit. Untungnya ia mengerti dan akhirnya hanya memainkan lidahnya di sekujur penisku tanpa dimasukkan ke dalam mulutnya. Cukup lama kami berada di posisi ini. Pinggul Aminah mulai bergerak liar menekan ke arah lidahku. Posisi yang kurang enak membuat badanku lelah dan akhirnya kuhentikan jilatanku pada vaginanya. Langsung saja aku mengambil posisi standard sambil mengangkat salah satu kakinya dengan tanganku dan bertumpu pada tanganku yang lainnya. 

“Kamu tuntun ya, Minah..” kubisikkan kepadanya dan ia mengangguk pelan. 
Ia pegang penisku dan menuntunya ke lubang vaginanya. Setelah posisinya pas aku mulai mendorong secara perlahan. 
“Sakit Bang. Ahh.. pelan-pelan,” bisiknya ditengah-tengah erangan nikmat. 
“Ya, pelan-pelan saja. Minah saja yang tuntun, kalo sakit jangan dipaksa,” jawabku. 
Aku pun menyesuaikan goyangan pinggulku dengan tuntunan tangannya. Secara perlahan namun pasti penisku mulai masuk sedikit demi sedikit. Walaupun terasa sakit, rasa nikmat dari sanggama membuatnya terus mencoba memasukkan penisku. Setelah kurasakan bibir vaginanya mulai mengembang, aku mengambil alih gerakan. Pinggulku mulai kupercepat menghunjam vaginanya. Nafsu yang sudah tertahan-tahan akhirnya dapat kulepaskan hingga di suatu saat kudorong penisku cukup keras ke dalam vaginanya. 

“Ouch..” hampir berbarengan kami mengerang. 
Setengah penisku masuk ke dalam vagina yang sempit dan hangat. Lalu mulai kudorong lagi perlahan-lahan dan secara bertahap temponya kupercepat hingga otot vaginanya bisa menyesuaikan penisku. Hingga akhirnya penisku bisa masuk seluruhnya ke dalam liang vagina yang jauh lebih nikmat dari milik Nita, karena memang saat aku bersanggama dengan Nita ia sudah tidak perawan lagi. Kulepaskan peganganku pada kakinya, lalu kuangkat sedikit pantatnya dengan tanganku yang bebas agar penetrasi menjadi lebih mudah. “Ooh.. aah..” hanya desahan dan rintihan yang bisa keluar dari bibir kami. Nikmat yang kurasa sangat menakjubkan hingga aku yang biasa bisa menahan orgasme, sangat sulit untuk melakukannya. 

Beberapa menit kemudian gairah kami mulai memuncak dan aku pun tidak bisa lagi menahannya lebih lama. Aminah pun mulai menggoyangkan pinggulnya dengan liar, hingga akhirnya aku bertumpu pada kedua tangan dan berkonsentrasi pada goyangan pinggulku. Beberapa saat kemudian, saat kupercepat goyanganku Aminah menaikkan pantatnya dan mengejang nikmat. Ia mencapai orgasmenya. Dalam hitungan detik pun kurasakan denyutan yang familiar pada pinggangku. Seketika itu juga kucabut penisku dari vaginanya dan mulai mengocoknya dengan keras. Kutumpahkan semua maniku ke lantai, sambil terus mengocok penisku hingga badanku lemas dan serasa tak bertenaga. Saat kulakukan itu Aminah bangun dari kursi dan menghampiriku serta membantuku menyelesaikan orgasme. 

Kami lalu berpelukan dan berpagutan beberapa saat hingga kusadari ia menitikkan air mata. 
“Jangan takut Minah, ini rahasia kita berdua. Kalau Abang selesai kuliah di Jakarta, Abang akan jemput Minah ke sini,” kataku untuk menghiburnya. 
Ia menatapku sambil tersenyum lalu kami berciuman lagi untuk beberapa saat. Lalu merapikan diri untuk kembali ke resepsi, dengan tak lupa membersihkan bekas-bekas pertempuran di ruang tamu.Kami melakukannya sekali lagi di sebuah motel di luar Palembang saat kami sedang berjalan-jalan ke luar kota, hingga seminggu kemudian aku kembali ke Jakarta untuk kuliah. Kami masih saling berkirim surat hingga sekarang, namun sayangnya liburan ini aku tidak bisa pulang ke kampung karena masalah akademis. Walaupun aku masih berhubungan dengan Nita, itu hanyalah sebagai pelampiasan nafsu belaka, namun hatiku masih tertambat di kampung halamanku. 

Tamat


http://noveloke.co.cc/cooment.gif
Di Like Ya Gan


»»  read more

Jumat, 17 Juni 2011

Malam Indah Bersama Adik Sepupuku

Dibuka
Mohon Di Like Dulu




Kedua barbel kecil masing-masing seberat 5 kilogram terasa telah kian berat saja kuayun-ayunkan bergantian. Keringatku telah sejak tadi berseleweran membasahi seluruh tubuhku yang kuperhatikan lewat cermin sebesar pintu di depanku itu telah tambah mekar dan kekar. Kalau dibandingkan dengan atlet binaraga, aku tak kalah indahnya. Aku hanya tersenyum sambil kemudian menaruh kedua barbelku dan menyeka keringat di dahi. Kuperhatikan jam telah menunjukan pukul 22:39 tepat. Ya, memang pada jam-jam seperti ini aku biasa olahraga berat untuk membentuk otot-otot di tubuhku. Suasana sepi dan udara sejuk sangat aku sukai. Kamar kost-ku di pinggirn utara kota Jogja memang menawarkan hawa dinginnya. Itulah sebabnya aku sangat betah kost di sini sejak resmi jadi mahasiswa hingga hampir ujian akhirku yang memasuki semester delapan ini.

Sudah jadi kebiasaanku, aku selalu berolahraga dengan telanjang bulat, sehingga dapat kuperhatikan tubuhku sendiri lewat cermin itu yang kian hari kian tumbuh kekar dan indah. berkulit sawo matang gelap. Rambut kasar memenuhi hampir di seluruh kedua lengan tangan dan kaki serta dadaku yang membidang ke bawah, lebih-lebih pada daerah kemaluanku. Rambutnya tumbuh subur dengan batang zakarnya yang selalu terhangati olehnya. Kuraba-raba batang kemaluanku yang mulai beranjak tegang ereksi ini. Hmm, ouh, mengasyikan sekali. Air keringatku turut membasahi batang zakar dan buah pelirku. Dengan sambil duduk di kursi plastik aku berfantasi seandainya ini dilakukan oleh seorang wanita. Mengelus-elus zakarku yang pernah kuukur memiliki panjang 20 centimeter dengan garis lingkar yang 18 centimeter! Mataku hanya merem melek saja menikmati sensasi yang indah ini. Perlahan-lahan aku mulai melumuri batang zakarku dengan air liurku sendiri. Kini sambil menggenggam batang zakar, aku terus menerus melakukan mengocok-ngocok secara lembut yang berangsur-angsur ke tempo cepat.

Aku tengah menikmati itu semua dengan sensasiku yang luar biasa ketika tiba-tiba pintu kamar kost-ku diketok pelan-pelan. Sial, aku sejenak terperangah, lebih-lebih saat kudengar suara cewek yang cukup lama sekali tak pernah kudengar.
“Mas, Mas Wid? Ini aku, Irma!”
Irma? Adik sepupuku dari Pekalongan? Ngapain malam-malam begini ini datang ke Jogja? Gila! Buru-buru aku melilitkan kain handuk kecilku sambil memburu ke arah pintu untuk membukakannya. “Irma?” ucapku sambil menggeser posisiku berdiri untuk memberi jalan masuk buat adik sepupuku yang terkenal tomboy ini. Irma terus saja masuk ke dalam sambil melempar tas ranselnya dan lari ke kamar mandi yang memang tersedia di setiap kamar kost ini. Sejenak aku melongok keluar, sepi, hanya gelap di halaman samping yang menawarkan kesunyian. Pintu kembali kututup dan kukunci. Aku hanya menghela nafasku dalam-dalam sambil memperhatikan tas ransel Irma.

Tak berapa lama Irma keluar dengan wajah basah dan kusut. Rambutnya yang lebat sebahu acak-acakan. Aku agak terkejut saat menyadari bahwa kini Irma hanya memakai kaos oblong khas Jogja. Rupanya ia telah melepas celana jeans biru ketatnya di kamar mandi. Kulit pahanya yang kuning langsat dan ketat itu terlihat jelas. “Ada masalah apa lagi, hmm? Dapat nilai jelek lagi di sekolahan lalu dimarahi Bapak Ibumu?” tanyaku sambil mendekat dan mengelus rambutnya, Irma hanya terdiam saja. Anak SMU kelas dua ini memang bandel. Mungkin sifat tomboynya yang membuat dirinya begitu. Tak mudah diatur dan maunya sendiri saja. Jadinya, aku ini yang sering kewalahan jika ia datang mendadak minta perlindunganku. Aku memang punya pengaruh di lingkungan keluarganya.

Irma hanya berdiri termangu di depan cermin olah ragaku. Walau wajahnya merunduk, aku dapat melihat bahwa dia sedang memandangi tubuhku yang setengah telanjang ini.
“Lama ya Mas, Irma nggak ke sini.”
“Hampir lima tahun,” jawabku lebih mendekat lagi lalu kusadari bahwa lengan dan tangannya luka lecet kecil.
“Berantem lagi, ya? Gila!” seruku kaget menyadari memar-memar di leher, wajah, kaki, dan entah dimana lagi.
“Irma kalah, Mas. Dikeroyok sepuluh cowok jalanan. Sakit semua, ouih. Mas, jangan bilang sama Bapak Ibu ya, kalau Irma kesini. Aduh..!” teriak tertahan Irma mengaduh pada dadanya.
“Apa yang kamu rasakan Ir? Dimana sakitnya, dimana?” tanyaku menahan tubuhnya yang mau roboh.
Tapi dengan kuat Irma dapat berdiri kembali secara gontai sambil memegangi lenganku.
“Seluruh tubuhku rasanya sakit dan pegal semua, Mas, ouh!”
“Biar Mas lihat, ya? Nggak apa-apa khan? Nggak malu, to?” desakku yang terus terang aku sudah mulai tergoda dengan postur tubuh Irma yang bongsor ketat. Irma hanya mengangguk kalem.
“Ah, Mas Wid. Irma malah pengin seperti dulu lagi, kita mandi bareng.. Irma kangen sama pijitan Mas Wid!” ujar Irma tersenyum malu.

Edan! Aku kian merasakan batang kemaluanku mengeras ketat. Dan itu jelas sekali terlihat pada bentuk handuk kecil yang menutupinya, ada semacam benda keras yang hendak menyodok keluar. Dan Irma dapat pula melihatnya! Perlahan kulepas kaos oblong Irma. Sebentar dirinya seperti malu-malu, tapi kemudian membiarkan tanganku kemudian melepas BH ukuran 36B serta CD krem berenda ketatnya. Aku terkejut dan sekaligus terangsang hebat. Di tubuh mulusnya yang indah itu, banyak memar menghiasinya. Aku berjalan memutari tubuh telanjangnya. Dengan gemetaran, jemariku menggerayangi wajahnya, bibirnya, lalu leher dan terus ke bawahnya. Cukup lama aku meraba-raba dan mengelus serta meremas lembut buah dadanya yang ranum ini. “Mas Wid.. enak sekali Mas, teruskan yaa.. ouh, ouh..!” pinta mulut Irma sambil merem-melek. Mulutku kini maju ke dada Irma. Perlahan kuhisap dan kukulum nikmat puting susunya yang coklat kehitaman itu secara bergantian kiri dan kanannya. Sementara kedua jemari tanganku tetap meremas-remas kalem dan meningkat keras. Mulut Irma makin merintih-rintih memintaku untuk berbuat lebih nekat dan berani. Irma menantangku, sedotan pada puting susunya makin kukeraskan sambil kuselingi dengan memilin-milin puting-puting susu tersebut secara gemas.

“Auuh, aduh Mas Wid, lebih keras.. lebih kencang, ouh!” menggelinjang tubuh Irma sambil berpegangan pada kedua pundakku. Puting Irma memang kenyal dan mengasyikan. Kurasakan bahwa kedua puting susu Irma telah mengeras total. Aku merendahkan tubuhku ke bawah, mulutku menyusuri kulit tubuh bugil Irma, menyapu perutnya dan terus ke bawah lagi. Rambut kemaluan Irma rupanya dicukur habis, sehingga yang tampak kini adalah gundukan daging lembut yang terbelah celah sempitnya yang rapat. Karuan lagi saja, mulutku langsung menerkam bibir kemaluan Irma dengan penuh nafsu. Aku terus mendesakkan mulutku ke dalam liang kemaluannya yang sempit sambil menjulurkan lidahku untuk menjilati klitorisnya di dalam sana. Irma benar-benar sangat menggairahkan. Dalam masalah seks, aku memang memliki jadwal rutin dengan pacarku yang dokter gigi itu. Dan kalau dibandingkan, Irma lebih unggul dari Sinta, pacarku. Mulutku tidak hanya melumat-lumat bibir kemaluan Irma, tapi juga menyedot-nyedotnya dengan ganas, menggigit kecil serta menjilat-jilat.

Tanpa kusadari kain handukku terlepas sendiri. Aku sudah merasakan batang kemaluanku yang minta untuk menerjang liang kemaluan lawan. Karuan lagi, aku cepat berdiri dan meminta Irma untuk jongkok di depanku. Gadis itu menurut saja. “Buka mulutmu, Dik. Buka!” pintaku sambil membimbing batang kemaluanku ke dalam mulut Irma. Gadis itu semula menolak keras, tapi aku terus memaksanya bahwa ini tidak berbahaya. Akhirnya Irma menurut saja. Irma mulai menyedot-nyedot keras batang kemaluanku sembari meremas-remas buah zakarku. Ahk, sungguh indah dan menggairahkan. Perbuatan Irma ini rupanya lebih binal dari Sinta. Jemari Irma kadangkala menyelingi dengan mengocok-ngocok batang kemaluanku, lalu menelannya dan melumat-lumat dengan girang.

“Teruskan Dik, teruskan, yeeahh, ouh.. ouh.. auh!” teriakku kegelian. Keringat kembali berceceran deras. Aku turut serta menusuk-nusukan batang kemaluanku ke dalam mulut Irma, sehingga gadis cantik ini jadi tersendak-sendak. Tapi justru aku kian senang. Kini aku tak dapat menahan desakan titik puncak orgasmeku. Dengan cepat aku muntahkan spermaku di dalam mulut Irma yang masih mengulum ujung batang kemlauanku.
“Croot.. creet.. crret..!”
“Ditelan Dik, ayo ditelan habis, dan bersihkan lepotannya!” pintaku yang dituruti saja oleh Irma yang semula hendak memuntahkannya. Aku sedikit dapat bernafas lega. Irma telah menjilati dan membersihkan lepotan air maniku di sekujur ujung zakar.

“Maass, ouh, rasanya aneh..!” ujar Irma sambil kuminta berdiri. Sesaat lamanya kami saling pandang. Kami kemudian hanya saling berpelukan dengan hangat dan mesra. Kurasakan desakan buah dadanya yang kencang itu menggelitik birahiku kembali.
“Ayo Dik, menungging di depan cermin itu!” pintaku sambil mengarahkan tubuh Irma untuk menungging. Irma manut. Dengan cepat aku terus membenamkan batang kemaluanku ke liang kemaluan Irma lewat belakang dan melakukan gerakan maju mundur dengan kencang sekali. “Aduuh, auuh.. ouh.. ouh.. aah.. ouh, sakit, sakit Mas!” teriak-teriak mulut Irma merem-melek. Tapi aku tak peduli, adik sepupuku itu terus saja kuperkosa dengan hebat. Sambil berpegangan pada kedua pinggulnya, aku menari-narikan batang kemaluanku pada liang kemaluan Irma.
“Sakiit.. ouhh..!”
“Blesep.. slep.. sleep..” suara tusukan persetubuhan itu begitu indah.
Irma terus saja menggelinjang hebat.

Aku segera mencabut batang kemaluanku, membalikkan posisi tubuh Irma yang kini telentang dengan kedua kakinya kuminta untuk melipat sejajar badannya. sementara kedua tangannya memegangi lipatan kedua kakinya. Kini aku bekerja lagi untuk menyetubuhi Irma.
“Ouuh.. aahhk.. ouh.. ouh..!”
Dengan menopang tubuhku berpegangan pada buah dadanya, aku terus kian ganas tanpa ampun lagi menikam-nikam kemaluan Irma dengan batang kemaluanku.
“Crroot.. cret.. creet..!”
Menyemprot air mani zakarku di dalam liang kemaluan Irma. “Maas.. ouuh.. aduh.. aahk!” teriak Irma yang langsung agak lunglai lemas, sementara aku berbaring menindih tubuh bugilnya dengan batang kemaluanku yang masih tetap menancap di dalam kemaluanya.

“Dik Irma, bagaimana kalau adik pindah sekolah di Jogja saja. Kita kontrak satu rumah.. hmm?” tanyaku sambil menciumi mulut tebal sensual Irma yang juga membalasku. “Irma sudi-sudi saja, Mas. Ouh..” Entah, karena kelelehan kami, akhirnya tidur adalah pilihannya. Aku benar-benar terlelap.
»»  read more

Mama, Mbak Anya dan Sarah

Dibuka
Mohon Di Like Dulu




Aku adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakakku berumur dua tahun lebih tua dariku, namanya Mbak Anya. Orangnya cantik sekali, berbadan tinggi semampai dengan payudara yang membusung serta pantat yang penuh. Adikku satu tahun di bawahku, Sarah namanya. Dia baru kelas 1 SMA. Perkembangan tubuhnya lagi ranum-ranumnya. Dan dia juga sangat cantik dengan bibir yang tebal serta seksi. Lain lagi dengan mamaku. Walaupun umurnya sudah mencapai 38 tahun tapi tubuhnya masih padat. Pantatnya masih penuh dan peyudaranya juga masih lumayan padat. Pokoknya nggak kalah seksi dengan Mbak Anya ataupun Sarah.

Dan di sini persoalan dimulai. Malam itu udara sangat panas sekali. Aku tak tahan untuk tidur sehingga memutuskan untuk ke bawah minum air es. Saat melewati kamar Mbak Anya dan Sarah (mereka tidur berdua), kamar terbuka lebar. Dan kedua saudara kandungku itu tak ada di kamar. Aku jadi bertanya-tanya, pada ke mana mereka? Ah masa bodoh. Akupun turun ke dapur dan mengambil air es dan minum untuk menghilangkan dahaga. Kemudian aku baru ingat kalau di kamar Mama ada kipas angin. Kuputuskan untuk mengambil kipas angin tersebut, toh Mama kalau tidur susah untuk bangun lagi kecuali ada bom. Begitu hampir sampai kulihat kamar Mama masih menyala, padahal Mama selalu mematikan lampu bila tidur.

Aku coba memutar knop pintu dan ternyata tidak terkunci. Dan terlihatlah pemandangan yang bikin jantungku berdetak dengan supercepat, nafasku tak beraturan serta darah mudaku berdesir. Di tempat tidur Mama, Mbak Anya, dan Sarah tidur telentang berdampingan dengan tanpa sehelai benangpun! Aku cuma meneguk ludah saat memperhatikan mereka bertiga. Dan tanpa sadar aku mendekati mereka bertiga, semakin dekat semakin jelas terlihat tubuh seksi mereka yang mulus dan putih. Tanganku gemeteran saat mencoba meraba kemaluan Sarah. Hangat dan lembab. Kemudian kemaluan Mbak Anya yang bersih dari rambut akibat sering dicukur. Bibir kemaluannya kusentuh dengan jari. Terakhir vagina Mama yang jadi sasaranku. Kemaluan tempatku lahir itu kuelus pelan.

“Mas?” sebuah suara mengaggetkan aku, sementara telapak tanganku masih berada di permukaan kemaluan Mama. Aku hanya dapat bengong menatap Sarah, adikku yang menatapku tak kalah bengong saat melihat tanganku mengelus kemaluan Mama. Dan aku semakin bingung karena Mbak Anya juga ikutan bangun dan melihat kelakuanku itu. Tapi anehnya tanganku tak juga berhenti mengelus permukaan kemaluan Mama yang menggelambir. Dan ketika terakhir Mama dibangunkan Mbak Anya, aku baru berhenti dengan telapak tangan masih menempel di kemaluan Mama. Aku menatap bengong mereka bertiga. Yang semakin membuatku bengong, tangan Mama malah memegangi tanganku yang menempel di kemaluan Mama.

Tanganku digesek-gesekkannya secara perlahan. Tinggal Mbak Anya dan Sarah yang kebingungan melihat tingkah laku Mama. Dan giliran Mbak Anya yang bengong sendirian saat tiba-tiba Sarah nyelonong membuka celana dalamku, dan mengeluarkan penisku yang sudah tegang dan keras. Mulut adikku itupun tanpa kesulitan mengulum penisku dengan hangat. Mbak Anya yang masih bengong hanya memandangiku. Ketika kepala Mama sudah berada di selangkangan Mbak Anya dan menjilati permukaan kemaluan Mbak Anya. Aku tersenyum dan menjumput dagu Mbak Anya serta mencium bibirnya dengan lembut dan mengulum lidahnya. Mbak Anya membalas dengan hangat.

Aku dan Mama kemudian tidur telentang sambil berciuman dengan hot sementara di bawah selangkangan kami masing-masing ada Mbak Anya dan Sarah. Mbak Anya mengulum penisku dan menjilatinya dengan lidah hingga penisku mengkilap. Sementara adikku kebagian menjilati lubang kemaluan tempat dia lahir dulu yaitu vagina Mama.

Setelah selesai pemanasan giliran pertama adalah Mama yang kusetubuhi. Sambil menungging Mama menjilati kemaluan Sarah, sedangkan aku menusuk kemaluan Mama dari belakang. Sementara Mbak Anya mengangkangi muka Sarah sehingga selangkangan Mbak Anya berada tepat di atas muka Sarah. Aku menggerakkan pantatku maju mundur dengan cepat dan keras membuat Mama merintih terus-menerus. Dan itu diimbangi Mama dengan menggoyangkan pinggulnya. Aku semakin mempercepat gerakan ketika Mama mulai kelihatan mau orgasme. Dan benar juga tubuh Mama langsung mengejang dengan hebat dan kemudian lemas. Aku pun berdiri dan mendekati Mbak Anya yang sudah stand by di kursi sambil nungging. Kembali penisku keluar masuk di vagina dengan cepat dan keras. Tapi kali ini aku mengimbanginya dengan gerakan pelan serta membiarkan pantat Mbak Anya bergoyang sementara aku diam. Ini agar masih ada sisa buat Sarah yang asyik menjilati kemaluan Mama yang basah kuyup, sementara Mama pasrah vaginanya di oral putri bungsunya yang cantik.

Aku kemudian duduk di kursi, sementara Mbak Anya menduduki selangkanganku. Kali ini Mbak Anya secara aktif menaik-turunkan pantatnya yang bahenol. Sementar aku sekali-kali menghisap puting susunya yang kecoklatan. Dan beberapa kali menggoyangkan pantat mengimbangi gerakan Mbak Anya. Cukup lama gerakan ini kami lakukan membuat Sarah tak sabaran. Dia tinggalkan Mama yang orgasme lagi karena vaginanya terus dijilati Sarah. Aku pun tanggap, kurebahkan tubuh Mbak Anya dan kugoyang lebih cepat dan keras. Tubuh Mbak Anya pun terguncang-guncang, sementara mulut Mbak Anya mendesah-desah tak karuan. Dan semuanya di akhiri dengan mengejangnya tubuh Mbak Anya sambil memelukku erat-erat.

Kini aku pindah ke tempat tidur, SaraHPun berada di atasku menggoyangkan pantatnya dengan cepat. Kadang pantatnya naik turun atau pantatku yang naik turun. Kombinasi ini membuat Sarah tak sanggup menahan orgasme yang datang. Adikku itu memeluk dengan erat saat orgasme itu datang. Mama, Mbak Anya dan Sarah tersenyum melihat penisku masih mengacung tegang. Kemudian Mama mengambil botol dari laci. Sepertinya minyak, entah apa dan mengoleskannya pada penisku serta permukaan anus Mama dan ada cairan yang dibiarkan masuk anus. Aku tersenyum senang saat Mama menyuruhku untuk memasukkan penisku ke lubang anus Mama. Pada mulanya sangat seret, tapi dibantu gerakan Mama yang mamaju-mundurkan pantatnya, akhirnya penisku berhasil masuk lubang anus Mama. Kembali aku beraksi maju mundur, dibantu Mama yang kelihatan lebih menikmati model hubungan begini, mulutnya tak berhenti berteriak, “Oh yeah!”

Hal ini malah membuat Mama cepat orgasme lagi, malah berkali-kali tak henti-hentinya mengejang. Aku pun langsung mencopot penisku dan ternyata lubang anus Sarah sudah meminta untuk di tusuk. Dengan senang hati kuarahkan kemaluanku ke pantat adikku yang cantik ini. Dan adikku ini bergoyang dengan hotnya tanpa merasa kesakitan, padahal burungku masuk keluar dengan cepat. Dan seperti Mama, Sarah pun kembali orgasme berkali-kali.

Dan saat giliran Mbak Anya, kakakku itu ternyata tidak bisa menikmatinya, walaupun sudah diolesi minyak. Tapi Mama tidak kehilangan akal, Mama memakai vibrator seperti CD dan memainkan Mbak Anya dari vagina sementara aku memainkan lubang anus Mbak Anya. Dan kali ini Mbak Anya dapat menikmati. Cuma aku yang di bawah agak kesulitan bergerak, sementara Mama yang di atas tubuh Mbak Anya sangat cepat memasuk-keluarkan vibrator sambil bergoyang. Akhirnya Mbak Anya pun berorgasme lagi, dan kali ini lebih banyak dari Mama ataupun Sarah. Terakhir penisku secara bergantian di kulum oleh Mama, Mbak Anya dan Sarah sampai aku ejakulasi dan menyemprotkan begitu banyak air mani ke wajah Mama, Mbak Anya dan Sarah. Selesai menyemprot, ketiga wanita seksi itu berebut lagi mengulum penisku. Aku pun tersenyum puas. Dan kami pun bercinta hingga pagi, hingga capai bahkan Mama dan aku bercinta sampai siang hari. Sejak itu kami bercinta tanpa mengenal waktu, kapan kami mau, dan dimana saja kami mau.
»»  read more

Adikku dan Teman-temannya Yang Brutal

Dibuka
Mohon Di Like Dulu



Perkenalkan nama saya Ratih, angkatan 2003 seorang mahasiswi semester II di sebuah universitas swasta favorit di Jogja. Aku mohon kepada webmaster supaya menampilkan kisahku yang menyedihkan ini karena hanya disini aku bisa curhat dan menuntaskan semua “uneg-uneg”ku yang membuatku menderita selama ini.

Aku mau bercerita tentang pengalamanku yang sungguh-sungguh terjadi dengan adikku yang bernama Rafi, ia masih 17 tahun kelas 2 SMU Negeri, ia orangnya ceria, lucu, nggak pemarah, dan enak diajak ngobrol, jadi kukira ia orang yang baik dan menyenangkan, tapi ternyata juga mempunyai sifat yang mengerikan pula jika emosinya meledak, dan mempunyai nafsu birahi yang besar, apalagi jika terangsang sesuatu yang berhubungan dengan sex meskipun itu dari saudaranya sendiri atau dengan kata istilah lain “phsyco”.

*****

Suatu hari, ketika aku pulang kuliah sore, aku menyempatkan diri ke kamar adikku mau mencari buku komik kesukaanku yang baru dipinjam tiga hari oleh adikku. Saat mencari-cari aku tidak sengaja menemukan beberapa VCD porno di meja belajarnya dicampur dengan CD-CD PSnya, aku kaget bukan main, karena tidak menyangka adikku suka nonton film-film porno, aku juga curiga akhir-akhir ini, ia pendiam, dan jarang ngobrol denganku, dan yang paling mencurigakan adalah ia barusan mengisi film kamera digitalnya dengan alasan mau memfoto-foto gadis yang mau diincarnya selama ini, aku tidak menyangka gadis yang dia incar selama ini adalah aku sendiri, saudara kandungnya. Tetapi karena orang tuaku sedang keluar kota, aku jadi tidak bisa memberitahu mereka tentang VCD pornonya selama ini, jadi aku biarkan saja.

Besoknya, saat aku hendak pergi kuliah pukul setengah satu siang, dan kebetulan hari itu adikku sudah pulang dari sekolah, ia mengajak 3 orang temannya masuk ke dalam rumah dan nonton TV bersama, mereka si-A yang bertubuh kekar dan berkulit hitam legam, si-B yang berbadan gemuk tapi agak pendek, dan si-C yang kelihatan paling tua karena berbrewok agak lebat, mungkin umurnya sama denganku atau bahkan lebih tua. Aku tidak pernah melihat mereka sebelumnya.

Saat aku mau berangkat, aku sempat curiga dengan sikap adikku karena dia melihatku terus-menerus dan nafasnya juga agak terengah-engah, aku hanya mengira ia cuma kecapean pulang dari sekolah, ternyata tidak sebab tiga temannya tidak pada merasa kecapaian. Ia terus memandangi tubuhku dari atas kebawah, aku jadi agak takut apakah dia merasa terangsang melihat tubuh dan bajuku yang seksi, sebab aku memakai hem ketat putih lengan pendek, BHku yang berbentuk tali dan berwarna hitam untuk menutupi payudaraku yang berukuran 36B terlihat jelas karena memang agak transparan. Dan aku memakai celana jeans sangat ketat dengan sebagian CDku nampak, dan pantatku yang bulat dan sering diremas oleh kondektur bis saat naik dan turun dari bis kota terlihat lebih menonjol, apalagi kulitku juga putih bersih karena aku keturunan Cina di ayahku dan ibuku orang bandung.

Aku memakai baju seksi ini karena aku mau tampil menarik di depan pacarku yang namanya Vandy yang baru 3 hari jadian. Saat mengambil kunci motorku, aku semakin penasaran karena teman-teman adikku memberikan uang ratusan ribu kepada adikku dan juga ikut memandangi tubuhku saat aku jalan di dekat mereka. Aku menduga mereka merasa terangsang oleh bau parfumku yang memang agak menyengat dan bertujuan untuk memberi rangsangan kepada cowok.

Saat aku hendak membuka pintu, dari belakang secara tiba-tiba aku disekap oleh tangan yang hitam, agak bau dan kotor, ternyata tangannya si-A teman adikku, aku kaget dan berontak tetapi sia-sia karena dia lebih tinggi dariku dan badannya juga lebih besar berkulit hitam dan karena aku melawan terus aku dipukul perutku oleh Rafi(adikku) sendiri, sehingga aku jadi lemas. Kemudian si-B teman adikku yang lain mengangkat kedua kakiku dan menggendongku bersama si-A ke ruang TV, sementara si-C mengeluarkan VCD BFnya dari dalam tas, kemudian menyetelnya ke TV, mereka tersenyum-senyum, apalagi adikku lebih gembira sambil menghitung uang dari tema-temannya, aku sudah mengerti itu pasti uang untuk menikmati tubuhku yang masih suci ini untuk diperkosa bersama-sama oleh mereka.

Aku sudah pasrah hanya bisa meneteskan air mata ketika bajuku mulai dilepas kancing bajuku satu-persatu sambil diraba-raba dan diremas-remas payudaraku oleh mereka, sementara wajahku diciumi, dijilati dan sedikit digigiti hidungku yang memang lebih mancung dari hidung adikku ini oleh Rafi, si-B melepaskan ikat pinggangku dan melepaskan celana jeansku, kemudian ia melucuti celana dalamku perlahan-lahan sambil meraba-raba pahaku,

“Wow paha Mbak putih dan mulus banget hmm.. Harum lagi”

Sementara bagian atas, si-A sudah tidak sabar dan langsung memotong-motong tali BHku dengan gunting, akhirnya aku telanjang bulat, mereka memandangiku seperti hewan kelaparan yang hendak memangsa buruannya sambil membuka seragam SMU Negeri mereka. Adikku langsung menerkam aku, aku hanya bisa memohon.

“Jangan Dik, aku ini Mbakmu..”

Tapi dia sudah tidak sabar dan langsung meremas-remas payudaraku yang masih kencang dan putih bersih ini, lalu ia menggigit putingku yang belum pernah tersentuh lelaki lain hingga memerah, dibagian bawah kakiku si-C menggerayangiku dengan menjilati dan menggigiti “bulu-bulu”ku yang masih lebat.

Adikku melumat bibirku, lalu kebawah sambil menjilat-jilat kulit tubuhku sampai ke alat vitalku dan melumat vaginaku yang masih suci itu, aku hanya bisa menangis, lalu adikku mulai menegakkan penisnya sepanjang 18 cm itu ke atas vaginaku, dan bicara.

“Ok Mbak waktunya ngambil keperawananmu Mbak.. He he he”
“Jangan Fi, pleass.. Ooch.. Aduh.. Aauw sakit fi” belum selesai aku bicara sudah dimasuki penis adikku.
“Aach.. Uuch masih seret tapi enak.. Bener Mbak, vaginamu ini Mbak!!”

Meski agak sulit menembus vaginaku karena masih perawan, tapi ia terus memaksa sekuat-kuatnya.

“Aach.. Waow nikmatnya bukan main vaginamu Mbak.. Ooch.. Yes!!” aku merasa kesakitan
“Aach.. Uuch.. Udah Dik, sakit!”

Saat aku menjerit-jerit tiba-tiba mulutku disumbat penis yang lumayan besar, panjang, berwarna hitam dan bau air kencing ternyata itu penisnya si-A.

“Ayo Mbak diemut nih kontolku ha.. Ha.. Ha,” aku hanya menangis terus, karena kedua mulutku (atas-bawah) dihunjam penis yang besar-besar.
“Mmph.. Mmpphh”

Selama 10 menit Rafi mengeluarkan penisnya dan bergantian dengan 3 orang temannya, dan akhirnya selama setengah jam mereka menyemprotkan sperma mereka ke lubang vaginaku, hanya si-B yang mengeluarkan spermanya ke mulutku. Dan mereka merasa senang dan puas melihat aku menderita, setelah puas mereka mengikat tangan dan kakiku agar tidak kabur meskipun aku juga tidak mungkin bisa lari karena tubuhku sudah sangat lemas, dan mereka istirahat sambil merokok, minum-minuman penguat tenaga, kukira semua penderitaan ini sudah selesai.

Satu jam kemudian setelah mereka merasa kuat karena minum jamu dan penguat tenaga lainnya, mereka melepaskan semua tali yang mengikatku, kemudian memperkosaku lagi secara lebih brutal, si-C meletakkan aku di atasnya dengan posisi telentang dan langsung menghunjam lubang anusku dengan penisnya sambil meremas-remas payudaraku dari bawah yang sudah mengencang kuat.

“Aach.. Ooch duburmu seret Mbak, tapi wuenak tenan,”

Aku hanya dapat menjerit kesakitan sambil menangis.

“Aach.. Jangan.. Ooch.. Sakit Mas”

Lalu adikku menghampiriku, dia berada tepat diatasku dan mengangkat kedua kakiku supaya mudah posisinya dan langsung memasukkan penisnya yang sudah menegang akibat efek minuman tadi ke vaginaku yang masih mengeluarkan sedikit darah keperawanan, sambil berebutan dengan si-C yang sama-sama sedang meremas-remas payudaraku yang semakin mengencang. Aku hanya bisa mengerang kesakitan.

“Aach.. Uuch.. Jangan Raf, kumohon sudah aja.. Aach sakit.. Oochh!!” saat mulutku menganga menjerit tiba-tiba disumbat oleh penis si-A.
“Mmph.. Mmpphh”

Aku tidak bisa menjerit, semua lubang ditubuhku seperti mulut, vagina, dan anusku sudah disumbat penis-penis berukuran besar dan panjang, karena ini pemerkosaan kedua jadi tidak selama yang pertama ‘hanya’ 15-20 menit, sampai mereka menyemprotkan sperma mereka bersamaan.

Tapi karena si-B belum “menyerangku” dalam aksi keduanya, ia bergantian dengan adikku yang sudah lemas, ia menyuruhku berganti posisi dengan berlutut di sofa, ia mulai menjilat-jilat dan menampar-nampar pentatku ini berkali-kali hingga memerah.

“Wow pantat Mbak gede juga, mulus lagi”

Karena vaginaku masih terbuka ia langsung menghunjam keras secara cepat sambil menarik-narik putingku selama kurang lebih 15 menit.

“Aachh.. Uuch.. Sakit Mas udah dong Mas, aku dah cape sekali nih!”

Dan tubuhku yang sudah lemas ini dibalik dalam posisi telentang, lalu ia mengocokkan penisnya dan mengeluarkan spermanya tepat diatas dadaku dan meratakan dengan kedua tangannya sambil meraba-raba tubuhku. Kini seluruh tubuhku berlumuran sperma seperti mandi sperma dari wajah hingga pantat dan pinggul.

Setelah merasa puas, adikku mengambil kamera digital dan memfotoku berkali-kali dengan posisi berbeda-beda dalam keadaan telanjang bulat, basah berlumuran sperma dan memasukkan ke komputer untuk dikirim ke internet dengan cara mendownload ke sebuah website. Dan mengancamku untuk tidak buka mulut kepada siapapun dan kalau bocor rahasia ini, akan disebar foto-foto bugilku ke kampusku termasuk pacarku melalui email teman-temanku baik cowok maupun cewek, ia mengetahui email teman-temanku karena sudah membaca-baca buku catatan harianku, akhirnya aku pilih diam saja.

Empat hari sesudah itu, adikku pulang bersama mereka lagi dan mengajak lima orang teman lain untuk memperkosaku lagi, rupanya mereka sudah mulai ketagihan dengan tubuhku ini, itu sudah pasti karena tubuhku ini “hanya” dijual murah oleh adikku, setiap orang membayar adikku Rp 50.000 untuk memperkosaku tanpa kondom sepuas-puasnya tapi jika memakai kondom hanya membayar Rp 35.000, aku hanya mendapat upah 10% dari bayaran tadi.

Totalnya delapan orang tanpa adikku, karena adikku cuma menerima uang dari teman-temannya dan menghitungnya. Mereka berdelapan memperkosaku secara bergantian dan kadang bersamaan dengan lebih menyakitkan karena mereka juga menyiksaku secara hardcore (terus terang aku mengetahui arti hardcore setelah tragedi ini), adikku tidak ikut memperkosaku karena setiap malam ia menyetubuhiku terus dengan berbagai macam gaya yang ia tonton di VCD pornonya.

Seminggu bisa empat sampai lima kali aku diperkosa teman-teman adikku, kadang sendirian kadang berkelompok, siang dan sore. Tetapi malam harinya oleh adikku sendiri.

Untuk itu kepada pacarku jika membaca ini, saya mohon maaf karena telah berbohong kalau aku masih perawan. Sekian terimakasih. Dan untuk pembaca yang ingin “merasakan” aku silahkan hubungi emailku, karena aku sekarang juga melayani orang lain.
»»  read more

Sepupuku Rani dan Nia

Dibuka
Mohon Di Like Dulu




Kubiarkan bekapan itu beberapa menit di wajah mereka untuk memastikan mereka pingsan…,setelah itu kulepas bekapan itu dan mulai mengelitik – ngelitik telapak kaki mereka. Setelah Aku memastikan Tante Mirna dan Ka Nuri sudah tak sadarkan diri ,Aku mengangkat dan memindahkan tubuh Ka Nuri yang sudah lelap ke lantai kamar , Ka Nuri orangnya cantik wajahnya hampir serupa dengan Rani , tapi dia orangnya sangat ramah dan baik kepadaKu , jadi Aku tak sampai hati macam – macam dengan dia , Setelah Ka Nuri berada di lantai kunyalakan lampu kamar , dan Aku naik lagi ke tempat tidur ,kupandangi sejenak tubuh TanteKu wanita yang usianya jauh lebuh tua dari Aku, yang telah mengenal seks jauh lebih dulu sebelum Aku , tapi dengan ketekunannya menjaga tubuh menjadikan seluruh lekuk tubuhnya tetap indah dan menjanjikan kenikmatan bagi setiap laki- laki

MenurutKu inilah satu -satunya sisi keberuntungan hidup om Iwan”.karena Tante Mirna di rumah ini lebih berkuasa dibanding suaminya ,orangnya selalu ingin menguasai, dia pintar dan juga angkuh mungkin karena dia memiliki keindahan tubuh yang menjadi senjata mematikan , sering kali kulihat banyak lelaki baik tua atau yang masih muda di luar sana memandang Tante Mirna dengan penuh nafsu birahi , kalau sudah begitu raut wajah tante Mirna menunjukan raut kemenangan , karena berarti mereka telah masuk ke dalam jebakan dan menyerahkan imajinasi mereka untuk dikuasai dan dikendalikan oleh Tante Mirna tinggal selanjutnya Tante Mirna memperbudak para lelaki yang mendambakan tubuh Tante Mirna untuk memberikan dan melakukan apapun sesuai keinginannya tanpa harus mengabulkan apa sangat didambakan para lelaki tersebut yaitu keinginan menyentuh tubuh Tante Mirna yang indah di alam nyata dan bukan hanya di alam mimpi ,disitulah letak kehebatan Tante Mirna semua persoalannya dalam bisnis maupun kehidupan pribadinya mampu dia selesaikan sesuai dengan keinginannya ,paling tidak itulah yang dia ajarkan kepada semua anak perempuanya, dan Om Iwan adalah salah satu korban perbudakan Tante Mirna,…

Terhadap Aku tante Mirna selalu memandang sebelah mata apalagi setelah kejadian tersebut ,Tidak pernah Aku berharap bahwa suatu hari Aku dapat menikmati tubuhnya,…jangankan berharap , membayangkannya saja Aku tidak berani… .Dan saat ini Tante Mirna sedang berada satu ranjang denganKu….Aku bisa menikmati tubuh yang bagi kebanyakan lelaki hanya ada dalam khayalan mereka … “Nah sekarang Tante Mirna tinggal Eki dan Tante yang ada diatas tempat tidur Tante yang besar ini…..Eki bisa bebas ngerjain apa saja yang Eki pengen terhadap tubuh Tante sebagai balasan atas keangkuhan Tante .., malam ini tante akan kena batunya”,Heh… coba Eki liat kaki tante yang putih mulus yang sempet Eki liat tadi sore …pake ditutup segala” sambil menarik daster Tante Mirna ke atas sampai terlihat sebatas perut…. “Astaga Tante..” Aku sangat terkejut kaki Tante Mirna kencang sekali di pahanya tak nampak kerut ataupun tumpukan lemak , bahkan perutnya rata sekali padahal 6 anak telah dia keluarkan dari perut ini , ….”busyet Tante Mirna ini pasti karena Tante rajin olahraga dan minum jamu – jamuan setiap pagi” ….kataKu terkagum – kagum ,”Vaginanya tertutup celana dalam warna hitam “Eki ciumin kaki Tante Mir..yah..”

Aku bergeser ke bawah mulai dari telapak kaki , aku terkejut harum kulitnya sama dengan Nia gempal dan montoknya juga sama …kugerayangi sepasang betisnya kuraba, kujilati…naik terus ke lutut…”cupp..sruupp ..sruppp” lalu ke paha ..merinding Aku menyentuh kulit pahanya putih bersih dan “haaaluuuuuss sekaliiiii” belum pernah ada wanita sehalus ini..bahkan anak – anaknyapun tidak dapat menandingi ..”kulit Tante Mir…pake apa sih..Tante Mir..”lama Aku dipahanya ,..saat mataku naik ke arah vaginanya terbelalak mataKu ..” busyeeet diganjel nih Tante ..tebel amaaaaat..ga mungkin tante lagi ga men’s kan ..Eki tau ko jadwal men’s Tante dan semua anak – anak Tante..” Aku gerakan tubuhKu sejajar dengan tubuh Tante Mirna dengan posisi memeluk Tante Mirna Aku raih resleting daster Tante Mirna yang berada di punggung “Sreeet” dengan cepat kuturunkan dan kutarik dasternya ke bawah…..hingga lepas..”haaaaaaaaaah” buah dadanya besar sekali, selama ini Aku tidak sadari, seperti tidak ada ruang kosong didalam bhnya ,bh yang elastis itu sangat terlihat kencang membalut tubuh tante Mir.., bagian dari payudaranya yang tidak tertutup bh menyembul tinggi keluar seakan payudaranya terhimpit bh ,..”Tante..copot yah bhnya sesek kayanya kasin tuh tetek tante…..ga usah malu – malu Tante khan…tetek Tante ..punya Eki malam ini ….,”

Kuraih dua tali bh yang juga berwarna hitam dan berenda indah …kuturunkan hingga perut ,…maka menyembulah buah dadanya yang ukurannya luar biasa, bentuknya sama persis dengan buah dada Nia ,bh yang tadi kulepas meninggalkan tanda yang berbekas pada badanya mungkin karena terlalu besar payudarnya..atau bhnya yang kekecilan “ternyata tetek tante menurun kepada Nia..” ,bentuknya bulat dan montok yang beda dengan Nia hanya ukuran dan pentilnya karena payudara Tante Mirna lingkar pentilnya besar berwarna coklat muda kemerah – merahan ,… ukuran payudara Tante Mirna 2 kali mungkin 3 kali lebih besar dari buah dada Nia , walaupun Tante Mirna sudah pernah menyusui 6 anaknya tapi bentuknya payudaranya tidak turun ataupun kendor , berntuknya masih seperti layaknya seorang anak perawan ….kupegang buah dada kirinya ternyata geggaman tanganKu hanya mampu menggenggam kurang dari ½ bagian buah dada Tante Mirna yang sebelah kiri.

“Eki pengen tetek tante Mir yah.nikmat kayanya…Tante..pokoknya Tante nyerah aja..ga usah ngelawan yah.. ” Tak tahan kubenamkan kedua mukaku diantara buah dadanya kuremas kedua buah dadanya dengan kedua tanganKu ,..kugoyang ..goyangkan payudara Tante Mirna…Padet..sekali ..kuremas , kujilati secara bergantian dan kusedot – sedot..”slruupp..slruuup..slruup” nikmat sekali “tetek tante… yang jadi kebanggaan tante Eki obok – obok malam ini ,….Penisku amat sangat tegang..darahKu berdesir kencang….sampai ke ubun – ubun , tak kusangka TanteKu bisa senikmat ini..luuuar biassssa”….”sekarang mulutku mulai menikmati bagian perut Tante Mir…”Eki jilatin yah perut tante…. ”

Kuraih bibir celana dalamnya kuturunkan bersama bhnya hingga terlepas…”Glek”….”memiaw Tante emang tebel yah…bulu- bulunya halus berwarna kecoklatan ..” tanpa menyentuh vagina Tante Mir…Aku segera melepaskan celanaKu berikutnya Aku peluk tante Mir..hingga penisKu menyentuh pinggulnya dan lenganKu diatas gundukan payudaranya , Sekarang Aku dan Tante Mirna sudah telanjang bulat…kukulum bibir tebal Tante Mirna…kugigit..sambil tanganKu terus memerah buah dadanya….kemudian “Hmmm karena malem ini Eki akan mencoba hasil kerja keras tante merawat tubuh Tante selama ini …yah…Tante akan Eki ent*t..sekarang , Eki akan menikmati tubuh Tante Mirna…jadi Eki ga usah panggil pake Tante Mirna lagi….yah..ngapain..Eki yang berkuasa atas tubuh Tante, nasib Tante Mir ada di tangan Eki…milik Eki malam ini……eh.. Mirna…..ladeni Gue yah …puasin Gue Mir…dengan tubuh molek loe……mau mulai dari mana ” dari tetek toe yah ..Mir…”
Maka kunaiki tubuh bugil Tante Mirna kuletakkan penisku yang sudah tegang diantara kedua belah buah dadanya….lalu dari sisi luar keduanya kutekan ketengah sehingga menjepit penisku….oooouuuuhh penisKu hilang ditelan buah dada Tante Mirna hanya sedikit sekali terlihat keluar dibawah dagu Tante Mir….sulit sekali penisku digerakan maju mundur karena cengkraman buah dadanya yang kencang.

“Ga enak Mir…” sambil Aku lepaskan penisku..”basahin dulu deh sama ludah loe” Kubuka kedua bibirnya lalu kugosok – gosokkan penisku kekiri dan kanan…”cobain dong tongkol gue Mir… enakan …mulut ini jangan dipakai cuman buat nyuruh – nyuruh orang aja .pake buat ngisep tongkol gue sekali – kali ….sambil dipegang dong Mir …. sambil kuraih tangan kanannya… “, setelah cukup basah..Aku kembali diantara dua bukit yang kenyal “nih..bandel..yang ini juga bandel suka bikin orang sampai ngiler.. ” kataku sambil memukul – mukul buah dadanya dengan tongkolKu….., sebelum itu Aku tempatkan lagi penisKu diantara dua gunung besar itu , Kutarik kedua belah telapak tangannya kutaruh secara bersilang di bawah pantatnya sehingga buah dada Tante Mirna yang sudah besar terlihat bertambah besar karena dadanya yang membusung ke depan …lalu…Aaaaah kenyal banget waaaaahhhh enak ..ba aanget tetek loe …..oouhh Mirna sayang..ouuuh …ga kuat..gua ga kuat Eeenak bangeet..”preeet..preeet”bunyi gesekan kulit kami…,

Buah dada Tante Mirna benar – benar besar kenyal dan kencang, “ehh..Mir kayanya ..biji gue ..” karena ukuran buah dada Tante Mir yang besar Aku coba memasukan buah zakarKu diantara payudaranya, kedua tanganKu juga bisa terbebas karena Aku dapat menggunakan kedua pahaKu untuk menjepit buah dadanya….yang sangat luar biasa , pengalaman yang sama sekali baru buatKu adalah..saat kutekan jauh kedepan penisKu bukan saja buah zakarKu yang merasakan kenikmatan tetapi kulit selangkanganKu dibelakang zakarKu sampai ke pantat dan juga belahan pantaKu sampai hampir kedekat Anus bisa merasakan padat dan montok payudara tante Mir..ditambah lagi kurasakan pentil tante Mir..bermain – main di wilayah itu menusuk – nusuk mengelitik daerah yang paling sensitif dari selangkanganKu bahkan Aku bisa bergerak naik turun yang tidak bisa kulakukan pada payudara ukuran biasa…..,”ahh..uhhn..ahh..achh..och Mir,..Mir.ah..Mir..ah”desahKu berkali – kali.. Aku seperti Anak kecil yang sedang asyik memainkan kuda -kudaan yang baru dibeli,”krek..krek..krek” suara ranjang akibat Aku sedikit meloncat – loncat..karena nikmatnya duduk diatas payudara montok ini,Tante Mirna benar – benar menyerahkan buah dadanya yang selama ini dia jaga keindahan bentuknya untuk dipergunakan sebagai pemuas birahi keponakannya sendiri.lalu “aaaahcchhhchhhhchhhhhhhh” jepitan pahaKu tiba – tiba menegang ,Ku jepit payudara Tante Mir ..sekuat tenaga.., kedua tanganKu meremas bagian atas payudaranya sekencang – kencangnya seiring muncrat pula spermaKu….

“Crooooooot,…croooooot…croooooott” “aahhhchkkc..hheeek.. Mirrrrrnna acahhchhhchheeee”Aku mengerang karena nikmatnya, maniku muncrat di dagu dan leher jenjang tante Mir.., lalu Aku terdiam mematung mengatur nafasKu “gila..gue..ga bisa nahan mani..gue ..Mir..belum pernah ada seumur hidup …tetek yang mampu bikin gue..klimaks…..apalagi sebanyak ini..”

Kubersihkan dagu dan leher tante Mir dari maniku dengan celana dalam tante Mirna yang tergeletak dekat kakinya..”.Setelah puas dengan buah dadanya kuturunkan tubuhku yang lemas sekali…”ah udah..kali yah” rasanya tubuhKu sudah tidak kuat meneruskan permainan ini …..tapi mataKu terus memeloti sekujur tubuh tante Mir yang mulus dan kencang… . Aku turun dari tempat tidur berjalan pelan menuju kamar mandi mungkin kalau kena air penisKu bisa segar kembali..karena sudah empat kali Aku klimaks , hal sama sekali tidak mungkin akan terjadi pada situasi hubungan seks yang normal, baru Aku perhatikan sekarang bahwa lemari yang ada di lorong itu adalah lemari kaca yang panjang dengan pintu geser ,tempat baju – baju mewah tante Mirna yang semuanya tergantung rapih.diantara baju – baju mewah kutemukan banyak sekali selendang – selendang modern tante Mirna untuk melengkapi baju pestanya

Belum lagi Aku sampai di kamar Mandi , seseorang mengetuk pintu kamar Tante Mirna dari arah luar…bu.Mirna..bu.Mirna…Saya mau ke pasar bu..takut kesiangan nanti kehabisan ikan masnya…Aku terperanjat dan baru saja menyadari setelah melihat ke arah jendela kalau hari sudah mulai terang…bu ..Mirna Saya pergi yah…itu jamunya nanti keburu dingin …..”wah si mba ..bikin Aku jantungan” dia tidak tahu bahwa saat ini majikannya sedang telanjang bulat diatas tempat tidur dan baru saja selesai melayani keponakannya dengan payudaranya, ….tak lama kemudian Aku mendengar suara pintu garasi yang di buka oleh seseorang , Aku meloncat ke jendela untuk melihat ….siapa yang baru datang..”ooooh si mba pergi ke pasar” kuperhatikan wanita itu berjalan menuju pintu …pagar “wah..berati ga ada siapa- siapa di rumah ini ..kuperkirakan Rani dan Nia baru akan sadar paling cepat 1 jam lagi…Aku bisa menikmati tubuh tanteKu sambil berteriak – teriak bebas” penisKu mulai beraksi menanggapi rencana yang ada di kepala…setelah kulihat Mba Tiul ..menaiki angkot ..

Aku loncat turun ranjang lari menuju lemari baju Tante Mirna tadi kemudian mengambil beberapa selendang untuk melaksanakan rencanaku….setelah itu Aku menghampiri tanteKu yang masih pingsan dalam keadaan telanjang bulat..”Mir asyiik….sayang kita main diluar ..yuk” …sambil menyatukan 2 lembar selendang , sehingga cukup panjang ,untuk kemudian Aku kalungkan di tengkuk tante Mir…, dan kedua ujung selendang tersebut Aku selipkan di kedua ketiaknya setelah itu Aku telungkupkan tubuh tanteKu untuk menyatukan kedua selendang tadi di punggungnya, selesai mempersiapkan tante Mir kubuka pintu kamar , masuk ke ruang tengah lalu mendorong sebuah sofa panjang untuk Aku letakan dibawah tangga putar dengan posisi sandaran sofa berada sejajar dengan pagar pembatas tangga .

Aku kembali ke kamar menuju meja rias , disitu kutemukan sebuah baby lotion , kembali ke ranjang kuangkat tubuh Tante Mir….,kutempelkan punggungnya di dadaku. Kubawa dia menaiki sofa yang ada di ruang tengah , kemudian sambil duduk memangku tanteKu,, diatas sandaran sofa kukaitkan kedua ujung selendang pengikat tubuh bugil tanteku di salah satu anak tangganya yang terbuat dari besi setelah terkait kutarik hingga kencang kemudian kuikat kedua ujung selendang tersebut, sehingga sekarang posisi tanteKu tergantung dengan posisi setengah berdiri diatas kursi sofa , setelah puas memandang tubuhnya dari kejauhan, Aku kembali naik ke atas sofa , sebagai pemanasan Aku ambil kedua telapak tangannya untuk Aku ciumi , kujilati dan kuisap -isap jari – jari jentik tante Mirna lalu kubimbing kedua tangannya menuju penisKu tangan kirinya kubuat agar mengelus – ngelus dan mengocok – ngocok batangKu sementara tangan kanannya meremas – remas buah zakarKu , kemudian Aku tarik jari telunjuk kanannya agar dapat memainkannya keluar masuk anusKu…, rasanya nikmat sampai ke ubun -ubun setelah puas kembali Aku tatap wajah tante Mirna… “sekarang giliran gue cobain seperti apa rasanya memiaw loe Mir..” , kubaluri penisKu dengan baby lotion kemudian kurentangkan kaki tante Mir lebar – lebar , Kucengkram kedua belah pantatnya….

“Mir ..oucchh pantat loe..”ininih yang selama ini loe..jaga..loe rawat biar bagus … ternyata.. akhirnya loe kasih gue untuk bentar lagi gue cicipin..hehehe “kataku sambil menepuk – nepuk dan mengelus – ngelus pantatnya “gplok..gplok”pinggang tanteku kecil tapi pinggulnya agak lebar ,bentuk pantatnya bundar , montok dan sama sekali tidak turun seperti layaknya seorang wanita yang telah mempunyai anak , dan permukaan kulitnya sangat lembut , Aku berdiri berhadapan sejajar dengan tubuh yang indah itu ,wajah Tante Mirna dekat sekali dengan wajahku Kulumat lagi bibirnya yang tebal dengan buas..”slruuup..slruuup”..denyut – denyut yang timbul dibawah pusarku mengisyaratkan penisKu sudah siap untuk bertempur

“Yuk ngent*t Mir..…badan loe jangan buat ngejebak laki – laki doang..tapi ga pernah loe kasih mereka untuk nyobain…”licik loe emang” tapi sekarang semua bagian dari badan loe ga ada yang bisa lolos dari gw ….gw ga pernah mimpi bisa ngent*t sama loe yang galak tapi bodynya luar biasa ini …tongkol gue panjang dan gemuk..rasain deh Mir….tadi juga tongkol gue abis masuk ngerasain memiawnya ,pantatnya Rani ,sama Nia sekarang giliran loe…. “.. “Sekarang loe harus merasakan tongkol gue yang besar Mir”…sambil membelai – belai rambutnya …. ” kemudian tanganku kembali mencengkram pantatnya Kutekan pantatnya ke arahKu ,sehingga penisku dan vagina tanteKu saling bertemu ,Kurasakan ujung penisKu yang dengan mudah masuk lobang vaginanya , tetapi ketika Aku berniat untuk masuk lebih dalam ternyata dinding vaginanya tidak menyerah begitu saja…kuat menekan penisKu yang sudah licin dibaluri lotion “uuuuuffffff sempit juga memiaw loe.”

Gerakan maju – mundur penisKu di dalam vagina Tante Mirna ,sangat lambat dan sangat menguras tenaga “…ouuh ..iiiihh ahh..ahha…sss..ehhohh”desahKu sambil menyetubuhi tanteKu dengan posisi berdiri, sehingga tidak ada satupun bagian dari tubuhnya yang tidak dapat kujamah, dengan kaki mengangkang tubuh tante Mirna bergerak mundur maju mengimbangi gerakan tubuhKu , rambutnya yang indah bergoyang – goyang seiring gerakan kita. Aku merasakan kenikmatan yang luar biasa pada vagina tanteKu ini..yang benar-benar belum pernah kurasakan sebelumnya dengan wanita – wanita lain yang umurnya jauh lebih muda dan yang belum pernah melahirkan , bahkan nikmatnya vagina Nia terlupakan sudah….sungguh ajaib kenikmatan yang disuguhkan vagina tante Mir yang usianya sudah setengah baya ,tapi nikmatnya tidak dapat disaingi oleh sorang gadispun dikehidupanKu ..”seakan menjawab pertanyaanKu tentang asal – usul kenikmatan yang telah diberikan Rani dan Nia tadi malam “huuah..huah..huah..”teriaku dalam setiap hentakan keras penisKu kedalam vagina tante Mir.… dalam posisi begini baru aku dapat melihat goyangan – goyangan buah dadanya yang indah mengikuti hentakan kerasKu

“Oohh.Mir..,Mir..ah..ah ..Mir..duulu..loe ma..ki..ma.ki gw..kar..na ngeraba..raba ann..nak ..nak loe..ma,,lem ni..gue..uuudahco ..coba.iin.3..me.emek ..mem..ek..Ra..ni..Ni.aaa aama ,me,..emek ma..mahnya..” kicauan..ku..ditengah nikmatnya… kubenamkan dalam – dalam penisku..ke dalam vaginanya, vagina ‘Waaaaaaaahhhhhhh..Gillllaaaaa loooooe Mirrr”… luar biasa sesak vaginanya ,kalau Aku tekan dalam – dalam sampai kubenamkan habis penisKu dalam vagina tante Mir…didasar lobang itu seperti ada yang menarik – narik ujung penisku dan ujung penisku terasa basah …., “giiiileeee Mir..emmmpot aaaayam loeee.”kurasakan desakan darah diseluruh uratKu….PenisKu ..sudah penuh dengan mani yang siap..ditembakan ,tapi cepat – cepat kucabut untuk merasakan bagian tubuh tante Mir..yang..lain…

Masih berdiri diatas sofa berhadapan dengan tubuh tante Mirna,kepalanya menunduk lemah rambutnya yang ikal dan panjang terurai menutupi beberapa bagian dari payudaranya,Aku tak rela sehelai rambutpun menutupi bagian – bagian indah tubuh tanteKu malam ini , maka kuraih selembar selendang lagi, kukepang buntut kuda rambutnya dengan menggunakan salah satu ujung selendang yang kupegang dan selanjutnya kuikatkan pada anak tangga dengan demikian kepala tante Mir sedikit terangkat sehingga Aku dapat menatap wajahnya yang cantik pada saat penisKu sedang membongkar lobang – lobang kenikamatan tante Mir..….

Setelah kuciumi bibrnya dan meremas – remas payudaranya , Aku berjongkok menikmati perutnya yang rata tanpa lemak sedikitpun itu dengan mulutKu kemudian beralih kesamping tubuhnya untuk menarik bokong tante Mirna ke dekat mukaKu “Plok…plok..sruup..sruup” pantatnya yang luar biasa padat , kencang dan bundar…kupukul – pukul sambil kuisap – isap ….”Mirna ..Om Iwan pasti belum pernah nyobain lubang pantat loe ..?, pasti loe ga ngasih dan Om Iwan mana berani minta…heehehe kalo loe berdua ngent*t pasti Omi Iwan yang jadi pelayan pemuas nafsu loe ..seperti sehari – hari !!!, harus ikutin semua kemauan loe .mana pernah loe mikirin maunya Om Iwan….kalo gitu berarti gw yang pertama yang akan cicipin pantat ..moleh loe…heheehe.”
Kududukan tubuhku diatas senderan sofa , kupindahkan pantat tante Mir kepangkuanKu setelah kulumuri lagi lotion di penisKu,dan ketika pantat tante Mirna di pangkuanKu ” …Aduh lubang loe sempit…masih perawan…!!! kataKu …”kurentangkan kedua kakinya lebar – lebar dan kucoba masukan dengan paksa penisKu , setelah ujung penisku masuk kudorong dengan penuh tenaga…dibantu dengan bantuan tanganKu yang memegang pinggulnya sambil menekannya ke bawah,.sehingga”preeeeeepttsrjjjjjeeet” “wooouuuuuhhhh Mirnaaaaaaaaa Mirnaaaaaaaa “teriakanKu bergema seisi rumah “peereeet ammmmaaaaat sayaaaaang.

Lubang anus tante Mirna…lebih kencang..lebih..hangat..lebih dalam dari lobang vaginanya., kualihkan tanganku sehingga melingkar memeluk pinggangnya yang ramping…kuayun-ayunkan tubuhnya hingga naik – turun..sesekali kubuat agar pantatnya membuat gerakan melingkar..”ouuuooouuohhhh” nikmat sekali …dibawah batangKu melakukan sedikit gerakan sebagai bantuan…,makin lama gerakan – gerakan ini kupercepat..temponya…hingga sofa itu berbunyi kencang “…ngek.ngek.ngek”, baru sekarang Aku melihat buah dada tante yang besar itu bergoyang- goyang lincahnya keatas kebawah.indah sekali., tak kulewatkan kesempatan itu untuk meremas – remas payudaranya lagi.

Andai saja dia saat ini dalam keadaan sadar …entah bagaimana perasaannya… ,tak kubayangkan betapa malunya tante Mirna yang memiliki gengsi yang sangat tinggi ini apabila dia menyadari bahwa tubuhnya sedang meloncat – loncat diatas pangkuan keponakannya untuk memberi kepuasan dan layanan pada penis sang keponakan yang sedang mengaduk -ngaduk lobang anusnya ditambah tangan yang sedang “berbelanja” di buah dadanya , belum lagi tubuhnya terikat dalam keadaan telanjang…”Mir.eh.. nik..matin aaaaja yah..Mir.”dengan mataku yang selalu menatap wajahnya.…. sulit sekali mendapat kedalaman yang maksimal di lubang anus Tante Mir… karena tertahan belahan pantatnya yang besar dan kencang itu,…sehingga setiap goyanganku menimbulkan suara – suara mesra di pantatnya “gplok..gplok..gplok””oouchhhh gw ba…rru tau smuaa lobang ..loeh nikkkmaaatnya Mir..….,anak….aaanak loe..nikmattt , terrr..nyata summber..nya eloh.., Mir… niiiiikmat bbbbbengeettt…….

Jam telah menunjukan jam ½ 7 pagi,kemungkinan Rani dan Nia tersadar saat ini besar sekali….tapi Aku belum puas juga bermain – main dengan tubuh tanteKu ini ,malahan Aku semakin asyik dengan ide – ide lain,..Kuterhenti sejenak kemudian dengan penis yang masih terbenam di dalam anus tante Mirna …Aku dekap tubuh tante MirnaKu dengan erat sambil membimbingnya berdiri dan berbalik sehingga tubuh kita berhadapan dengan sandaran sofa,..kuangkat kedua kaki tante Mir kemudian kuletakan pangkal betisnya diatas sandaran.., sehingga membentuk pantatnya semakin membulat dan menimbulkan suara yang keras saat penisKu melesak masuk kedalam anusnya

“Gbloak…gbloak.. gbloak..”..oh..Mirna..ampun..Mir…enak..Mir..keadaan ini membuat penisKu semakin betah didalam…,kuatur serangan penisKu dalam tempo sedang …kemudian..sesekali ..Aku kagetkan tubuhnya dengan serangan – serangan super cepat “ahahaajhhahahahah”…..keringat sudah membasahi kedua tubuh telanjang ini , …, tak lama kemudian…kuhentikan sejenak goyanganKu , kucengkram kedua pangkal pahanya lalu kuputar keduanya hingga tubuhnya berbalik menghadapKu , ini kulakukan tanpa mencabut penisKu, dan rasanya sangat luar biasa ,..tumpukan daging yang mengelilingi dan membekap penisKu erat……terasa memelintir penisKu dengan nikmaaaat..sekali “ouuuhhh Mirnaaa.sssstttt Mirnaaaa ..ohh”.

Setelah tubuh kami berhadapan kuambil 2 lembar terkahir dari selendang tante Mir yang tergeletak di sofa dengan ujung jari kakiku,…selendang itu Kupergunakan untuk menyatukan pergelangan kaki kiri dengan pergelangan tangan kiri dan kemudian pergelangan kaki kanan dan pergelangan tangan kanannya tante Mir.., setelah kusatukan..kuikat kedua selendang tersebut di salah satu anak tangga…,sehingga posisi tanteku sekarang , tergantung celentang dengan kedua kaki yang tertarik kedua lengannya menyebabkan kedua pahanya terbuka lebar-lebar membuat vagina dan lobang anusnya pun terlihat jelas dan terbuka lebar, gambaran posisinya, seperti kita melihat seorang bayi mungil yang sedang “diceboki” dalam kondisi masih tidur setelah buang air.Kualihkan penisKu ke dalam vagina tante Mir…,pada gerakan – gerakan awal kubiarkan kedua belah pahanya mengangkang lebar ,…tapi ditengah – tengah “genjotanKu” yang semakin cepat kurapatkan kedua belah pahanya sehingga dapat kudekap erat dengan tangan kananKu sementara tangan kiriKu yang terus menggerayangi setiap jengkal tubuhnya

“OOOuuuhhh Mir…nikkkmmmat..rapeeeettt..Mir….mmmemmekloeee………” teriakanKu menggambarkan nikmat vaginanya dalam posisi itu, penisKu semakin menegangg dan hampir mencapai puncak , cepat – cepat kucabut dan kembali ke anusnya, dalam waktu singkat,”woooouuuhh.. Mirrrr ..guuee kluarr..mirrr,…ouhhh mirr..eeeeenakk ssssyaaaaaang” kubenamkan penisKu dan kubiarkan cairan spermaKu keluar dalam anusnya.
Hari sudah semakin siang Mba Tiul sebentar lagi pasti pulang…, maka capat – cepat Aku berdiri di dekat kepalanya untuk melepaskan ikatan rambutnya ,…mungkin karena terburu – buru Aku lupa untuk menahan kepala tante Mir agar tidak tiba – tiba terjatuh saat ikatannya kulepas tiba – tiba “bhukk” kepalanya jatuh menghantam tubuhKu tepat di selangkanganKu..”aduh”…, kurasakan nikmat belaian rambutnya pada penisKu yang sudah sangat “lemas” dan tidak mungkin terbangun lagi,…., “wahhh mulut loe yang seksi nantang bener”…Aku berjongkok dan menciumi bibirnya ” cuciin .. dong tongkol gue Mir” sambil mencoba membuka kedua mulutnya dengan menarik rangkaian gigi putih dan bersih tante Mirna, “Ayooh buka mulut loe…”

Aku tidakpernah mengira hanya dengan satu tarikan kuat tangan kananKu pada rahangnya maka terbuka lebarlah mulut tanteKu .Aku berdiri berbalik membelakangi tubuh tante Mirna…, kutempatkan kepalanya tepat ditengah – tengah selangkanganKu , dengan tetap menahan rahangnya, kuturunkan perlahan penisKU kedalam mulut yang dulu pernah memaki – makiKu, “hayoo telen Mirr …telen” ,dengan telunjukKu kuatur posisi lidah tante Mir..agar memberi jalan pada batangKu untuk masuk lebih dalam dengan tangan kiriKu kutekan bagian belakang kepalanya sehingga tanteKu bisa menelan seluruh batangKu , hingga ujung penisKu dapat menyentuh dinding kerongkongannya dan bibir -bibir tebalnya bisa mencicipi buah zakarKu , “ooohh Mir…aaaanget Mirr..lembut terasa lembut banget mulutloe”desahKu “srukk..sruuk srukk” bunyi – bunyi itu keluar dari mulutnya,penisku basah kuyup bermandikan air liur tanteKu,kutatap matanya yang masih terpejam, hidungnya yang mancung membelai – belai rambut di selangkangnKu, Aku sangat terkejut karena penisKu semakin lama semakin mengencang , “waah Mir…luar biasaa permaianan loeee .

Kupercepat ayunan kepala tante Mir” croook ..kecrook ..crrrook ..kecroook”suara mulut tante Mirna akibat penis keponakannya yang sudah mengeras dan memenuhi mulutnya “,”aayoohhh Mirr udahhh.siang.….,…ayoohMirrr..bikin gw kluarr ahh” kehangatan ,, kelembutan mulut tanteKu membuat Aku semakin menggila , penisKu teggang dan basah dibuatnya dan”crrroot ..crrroot”..kumuntahkan sisa – sisa spermaKu kedalam rongga kerkongannya “minum..yah Mir..diminum jangan dibuang”.

Kucabut penisKu dari mulutnya kurapihkan semua perbuatanku dan kukembalikan semuanya kepada posisi semula, kemudian Aku bergegas ke kamar mandi untuk mencuci mukaKu dan naik ke kamar berganti pakaian dan keluar rumah tanpa membawa mobil .Satu jam kemudian Aku kembali ke rumah tante Mirna dengan membawa sekantong berisi buah – buahan sebagai tanda terima kasihKu kepada tante Mirna yang mengijinkan Aku menginap di rumahnya…atau sebagai tanda terima kasih karena dia dan anak -anaknya telah melayani Aku semalaman..heehehhe.

Saat Aku masuk rumah kutemui Mba Tiul yang sedang di dapur,.. , “yang lain pada belum bangun ?” tanyaKu…”udah mas tau pada di kamar mamahnya”,jawab Mba Tiul …” “tolong pamitin yah bilangin urusan Saya udah beres nih ” kataKu yang takut untuk berpamitan langsung pada mereka “oh…iyah tau tuh Mba Rani dan Mba Nia jam segini baru bangun , Mamahnya malah belum bangun aneh ..ga biasanya” jelas Mba Tiul sambil membukakan pintu pagar “masa sih”…tanyaKu berpura – pura heran…”oh iyah tadi..beliin buah kesukaan tante Mir ..tuh ada di meja makan yah Mba..” kataKu lagi ,… “Iyah trima kasih ” Kata Mba Tiul lagi.

Setiba dirumah Aku tertidur pulas seharian , badanKu lemas sekali…penisKu berdenyut – denyut ..ngilu dan pegel sekali , pinggangku seperti mau patah.,Luar biasa permainan tante Mirna dan 2 putrinya telah mengakibatkan aku 6 kali mencapai orgasme,…yang tidak mungkin lagi terjadi dalam berhubungan seks biasa.

Setelah kejadian itu 2 bulan lamanya Aku tidak bertemu mereka , Aku mendengar kabar Tante Mirna dan Nia sering bolak – balik ke dokter , tidak tahu sakit apa mereka , atau mungkin mereka berdua merasa ada masalah pada vagina dan anus mereka.Dalam suatu acara “lamaran” sepupuKu yang lain Aku bertemu mereka sekeluarga , pada Rani dan Nia tak terlihat banyak perbedaan hanya saja mata mereka selalu menunduk tidak pernah mau menatap mataKu , saat berbicara atau pada kesempatan lain , perubahan yang sangat jelas ada pada tante Mirna , dia terlihat lebih pendiam sekarang, rasanya dia juga sudah tidak terlalu percaya diri seperti dulu ,tidak lagi banyak mengatur dan mengemukakan pendapat , persis seperti suaminya dulu , tapi sekarang justru Om Iwan lebih banyak bicara dan seperti mengambil alih kendali keluarga dari tangan tante Mir…, atau mungkin juga Tante Mirna, Rani dan Nia mengetahui perbuatanKu terhadap tubuh mereka tapi tidak cukup bukti untuk melancarkan tuduhannya.

BagiKu Rani dan Nia tetap cantik dan seksi tapi bahasa tubuh mereka sudah tidak pernah menantang Aku lagi untuk membayangkan apa yang ada di balik pakaian mereka.Sekarang Aku lebih banyak tersenyum saat bertemu mereka membayangkan apa yang Aku lakukan malam itu.Dan tante Mirna…adalah bonus bagiKu karena Aku satu – satunya keponakan yang spermanya pernah ditelan tante Mirna .
»»  read more