Jumat, 02 September 2011

Eksperimen Militer Paling Gokil dan Gila

Sesungguhnya apa yang dikerjakan jendral2 Barat sono waktu tidak sedang di medan perang? teori: mereka berbaring di ranjang, menatap langit, sambil membayangkan ide2 gila. Perbedaan kita dengan mereka hanyalah mereka punya duit untuk mewujudkannya.

Kalo ga percaya, inilah hasil kreasi militer dulu:

The Bat Bomb:


Dengan dasar senjata akan jadi keren kalo terbang dimalam hari dengan sayap kulit, diciptakanlah The Bat Bomb (bom kelelawar) oleh Amerika

Rencana:



Kelelawar mampu membawa beban yang cukup berat. Selain itu mereka suka menyelinap ke bangunan2, cocok untuk jadi media pembawa bom bunuh diri. Rencananya mereka akan dibawa dengan kotak, dijatuhkan dengan pesawat B-29, lepas, dan saat subuh akan menyelinap ke bangunan musuh. Waktu musuh mau gosok gigi ucapkan "Good bye"


Masalah:
Masalah muncul waktu sebagian kelelawar lepas tanpa sengaja dan menyelinap ke markas Angkatan Udara AS, jadi yah... pangkalannya meleduk habis. Tapi hey, itu pertanda rencananya sukses! Tapi setelah menghabiskan dana miliaran dolar, proyek batal. Kelelawarnya terlalu random, ga bis diprediksi bakal lari kemana, dan ilmuwan2 di Proyek Manhattan sudah mulai membicarakan bom gila yang senilai jutaan kelelawar
The Great Panjandrum:



Pertahanan musuh memang susah mau ditembus, sejak jaman pakai onager sampai meriam. Musuh ngeyel membangun benteng dari bahan keras dan selalu diperbaiki, bikin tambah frustasi

Jadi gimana? Dibuatlah Panjandrum jawaban atas: "Gimana sih caranya bikin bom tambah bahaya?"

Rencana:
Jadi, gimana mau bikin lubang segede tank di dinding beton? Pihak Angkatan Laut Inggris membuat tong yang dipasangi roda. Supaya rodanya jalan, dipasangilah roket2 di berbagai bagian, supaya waktu roketnya nyala bomnya maju kedepan sekitar 60mph, mirip2 gini:


Masalah:
Masalah muncul waktu roketnya mulai meleduk dan mental kemana-mana. Setelah berbagai uji coba, nambahin roket dll, jadinya malah nyemplung ke laut:



Setelah berbagai test lagi, prototype terakhir selesai. Tapi waktu test jumlah roket yang bertambah (supaya lebih stabil) malah bikin tambah runyam. Roket yang mental tambah banyak, dan bikin jendral2 kucar kacir sampai tuh tong akhirnya meleduk sendiri...
Project Orcon:
Jaman PDII memang bikin kesal. Banyak target gagal kebom karena misilnya kena jam duluan. Jadinya duit habis target selamat. Kesal dengan itu, dimulailah Proyek Orcon



Rencana:
BF Skinner memberikan ide cemerlang: taruh burung merpati di misilnya, dan pasang layar didalam situ. Tiap kali kena jam, si burung akan membelokkan misil ke jalan yang benar, target pasti meleduk, dengan hadiah burung panggang. Makan tuh!



Masalah:
Biar duit udah dikucurkan, proyek Orcon dibatalkan. Sebagian petinggi bilang idenya terlalu aneh, sementara yang lain bilang prose s pelatihan merpatinya susah dan lama. Masalah lain adalah sistem itu sendiri. Kalo rudalnya kena jam jauh2, si merpati harus memperbaiki jalurnya dengan kurang akurat, soalnya terlalu bergantung pada sistem visual. Masalah lain adalah itu adalah rudal yang dikendalikan oleh seekor burung
The Sun Gun:
Menghabisi musuh dengan menembakkan laser dari luar angkasa adalah dambaan tiap anak kelas 6SD dan ilmuwan militer. Tapi banyak yang tidak tahu itu adalah dambaan Nazi juga



Rencana:
Ilmuwan2 Nazi berencana membangun cermin raksasa di luar angkasa. Cermin ini, yang akan dibangun dari 1 juta sodium logam, akan menghabisi kota, batalion, hutan, juga roti



Rencananya ini cermin akan dioperasikan oleh astronot yang memakai sepatu magnetis supaya bisa nempel di lantai. Oksigen diberikan dari sistem pompa on-board, dan listrik akan dialirkan oleh sistem solar panel

Masalah:
Masalah muncul saat pihak Sekutu mulai kelihatan kemenangannya. Banyak imuwan dari proyek ini yang entah ditarik AS atau membelot, jadinya batal.

Yang lebih parah lagi, ukuran dari ide ini saja menjadi batu sandungan untuk mengerjakannya. Bahkan di tahun 2008 pun AS belum bisa membuatnya, lebih dari 50 tahun kemudian.
Project Habbakuk:

Dalam upaya membuat musuh frustasi sampai buang air dicelana, Inggris memulai proyek Habbakuk. Habbakuk adalah sebuah aircraft carrier (semacam kapal yang tugas utamanya meluncurkan pesawat udara), yang dirancang anti-tenggelam, dan secara fisika (tidak secara teori seperti Titanic) Habbakuk 100% tidak mungkin tenggelam. Kenapa? Karena Habbakuk adalah bongkahan es



Habbakuk direncakan akan jadi sepanjang 2000 kaki, setinggi 200 kaki, dan dindingnya 40 kaki. Jadinya seberat 2 juta ton (bandingkan dengan carrier tipe Nimitz yang cuma 100rb ton). 2 juta ton es



Waktu diketahui es bukanlah benda yang cocok untuk dijadikan kapal carrier, mereka beralih ke Pykete, kombinasi harmonis es dan kayu. Saking kuatnya dalam simulasi benda ini bisa mementalkan peluru. Dengan ide segila ini, apa lagi yang kurang?

Masalah:
Masalah muncul dalam kemudahan penggunaannya. Versi kecilnya (yang cuma 1000 ton beratnya dan panjang 60 kaki) memperlihatkan cara kerjanya. Butuh 3 tahun sampai prototype itu meleleh. Edisi full-versionnya akan memakan $70 juta, 8000 pekerja, dan 8 bulan sampai selesai dari peletakan es pertama. Kecepatannya cuma 6 knot (benar2 lambat), dan waktu sampai di tujuan, akan masih berwujud es
Project Stargate:

Waktu agen mata-mata mulai berkurang jumlahnya, entah karena tertangkap atau kenapa, memata-matai jadi susah. Maka dimulailah Project Stargate, yang akan memanfaatkan "penglihatan jarak jauh"



Rencana:
Rupanya blok Komunis waktu Perang Dingin pernah mencoba meneliti kemampuan psikis. CIA pengen juga, sebelum muncul seseorang yang bisa menghabisi presiden cuma dengan otak saja. Proyek dimulai tahun 1970an, dan dibantu oleh Gereja Sains (Church of Scientology)



Masalah:
Masalah muncul waktu CIA dengan segera menyadari hal itu mustahil. Dan dengan segara dalam artian 25 tahun kemudian.

Walau penelitian menunjukkan beberapa "penglihatan" yang sukses dna detil, lebih banyak lagi hasil yang gagal. Banyak ilmuwna yang terlibat mengatakan hasilnya sama saja dengan meminta pengemis jalanan menebak2.

Untuk menemukan itu, AS menghabiskan $20 juta. Tapi toh, Rusia mengabiskan 500 juta ruble untuk menemukan hal yang samaThe Gay Bomb:

Dalam hal ide militer, dari jaman nenek moyang kita melemparkan batu ke yang lain sampai ke masa nanobot dan laser, jelas tidak ada yang sehebat The Gay Bomb. The Gay Bomb adalah nama yang harafiah: Senjata yang mampu meruntuhkan musuh dengan gay. Gay yang dipersenjatai.



Dalam upaya menemukan senjata anti-kkerasan dalam kasus penanganan massa, Wright Laboratory di Ohio memberikan ide bagi Pentagon: daripada pakai gas air mata, kenapa tidak menyemprotkan mereka dengan aphrodisiac (obat perangsang yang lebih tangguh berkali-kali lipat dari viagra) dalam jumlah ekstrim sampai mereka jadi horny?

Masalah:
Ide ini sesungguhnya bagus, cuma tidak ada data jelas ini akan berlaku bagi semua pria. Rupanya, masalah "bagaimana" bukanlah urusan mereka. lab yang sama memberi ide untuk membuat musuh jadi bau sampai hama menyerang mereka, atau membuat target jd bau supaya ga ilang di kerumunan. Semuanya bagus, cuma cara implementasinya tidak ditemukan...

Lepas dari itu, ide ini bertahan dalam pentagon selama 7 tahun...
The Pain Ray:

Active Denial System, lebih populer sebagai The Pain Ray, adalah nama futuristik untuk memastikan seseorang akan mengalami sial seharian. Didesain untuk penanganan massa, The Pain Ray adalah nama yang harafiah: senjata ini menyebabkan rasa sakit, dari jarak jauh!



rencana:
Dalam beberapa kasus, pihak militer enggan membuat anak buahnya dekat2 dengan marabahaya, tapi menembaki massa dengan sniper yang bersembunyi di rerumputan jelas memberi citra buruk. Maka metode anti-kekerasan mulai populer.

Manifestasinya adalah ADS ini, senjata jarak jauh yang bisa mengirimkan radiasi elektromagnetis berfrekuensi tinggi dari jarak 500 yard. Senjata ini membuat molekul air di ubuh seseorang "senang", yang merupakan cara asik untuk mengatakan dia sedang di microwave, walau ngga sampai tahap berbahaya. Mungkin...



Masalah:
Sampai sekarang, belum ada. Senjatanya udah jadi, dan berfungsi baik. Hanya uji-coba untuk kasus kena radiasi terlalu lama belum ada, mungkin tidak ada yang mau matanya di microwave lama2. Kamu mau?

Malodorants:

Salah satu senjata penanganan massa yang ampuh adalah Malodorant, lebih dikenal sebagai The Stink Bomb.



Rencana:
Pihak militer sudah bereksperimen dengan ide ini sekian lama. Idenya dalah membuat musuh kabur sambil mempermalukan mereka dengan bau yang dibenci ibu mereka sendiri. Phak militer juga telah mematenkan beberapa jenis bau, termasuk kotoran manusia. Waktu PDII, sekelompok ilmuwan mengembangkan Who Me? untuk digunakan ke tentara Jerman, yang merupakan stink bomb ini

Amerika punya US Government Standard Bathroom Malodor (Ruang Bau Standar Pemerintah Amerika) yang saking baunya dalam beberapa detik saja orang2 sudah berteriak2. Laporan mengatakan bau disana itu "semua bau terbau yang bisa kau pikirkan, gabungkan, perkuat 10 kali lipat". Laporan lain menyebutkan saking baunya di ruangan itu garis bau yang sering ada di kartun bisa terlihat disitu. Pihak militer merasa puas dan mau melemparnya ke manusia



Masalah:
Walau idenya masih dikembangkan, sejarah menunjukkan stink bomb agak "kurang bersahabat". Bukan hanya target yang jadi bau, pesawat bombernya juga jadi bau, dan seluruh area tempat bomnya jatuh jaid bau juga...

Accoustic Kitty:

Dalam upaya memata-matai pihak Soviet, CIA menelurkan ide cemerlang: pakai kucing. Pasang antena di buntutnya, baterai dan mikrofon di badannya. Tidak akan ada yang menyadari ada kucing sedang memata-matai. Cuma hewan berbulu yang manis duduk disitu.



Masalah:
Angkutan umum. Rupanya, dalam logis yang aneh, begitu kucing dipasangi baterai, mikrofon, dan antena, dia jadi rentan terhadap taksi.


Setelah bertahun2 melakukan penelitian dan menggelontorkan banyak dana, kucing prototype mata-mata dilepaskan oleh CIA untuk tes. Baru beberapa menit, sebuah taksi menggilasnya. Sejak itu, proyek ini tak dibicarakan lagi[.indowebster.web.id]

0 komentar:

Posting Komentar