Tampilkan postingan dengan label PSIKOLOGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSIKOLOGI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Agustus 2011

Kepribadian seseorang melalui minuman kesukaannya

Mungkin kamu-kamu pasti punya minuman favorit kamu masing-masing. Berikut ini adalah kelompok minuman dan juga kepribadian peminumnya:

Kopi

Pagi-pagi emang enaknya minum kopi apalagi yang hangat. Nah, buat kamu yang suka kopi (mau tubruk atau cappucinno), kamu bisa dibilang berkepribadian pekerja keras dan prefeksionis. Demi harga diri, kamu pantang meminta bantuan pada orang lain saat mengerjakan sesuatu. Dibutuhkan usaha ekstra untuk menaklukkan mereka yang menyukai kopi karena mereka agak kaku. Perlahan tapi pasti, ajaklah mereka yang suka kopi untuk lebih santai menikmati hidup.

Teh

Apapun makanannya, minuman harus teh. Para penggemar teh ini justru lebih bersifat santai dan relax dalam menjalani hidup. Gak usah terburu-buru. Tapi kalau ada maunya, para penggemar teh ini bakal berusaha mendapatkannya. Diusahakan buat kamu-kamu yang mempunyai teman 'teh' ini untuk lebih bersabar. Kalau nggak mau dijauhi, hindari untuk memburu-burukan mereka.

Jus buah

Bagi kalian yang suka jus buah, pasti menyukai tantangan dan berani ambil resiko. Maklum, penggemar jus termasuk orang yang mudah bosan sehingga senang mencoba hal-hal baru. Bagi teman-teman 'jus' ini harus selalu bersikap penuh kejutan jika ingin meraih simpatinya. Nggak kalah pentingnya, jangan pernah mengeluh di hadapan mereka pecinta jus karena mereka anti cewek/cowok manja.

Air mineral

Si penyuka air putih akan selalu sederhana dan nggak banyak maunya. Tapi jangan salah, dibandingkan tipe cowok/cewek lainnya, dia berjiwa paling sensitif sekaligus puitis. Mereka si penyuka air juga pastinya romantis. Jika mereka sudah sreg dan suka dengan seseorang, tentunya mereka akan berusaha sekuat tenaga untuk menyenangkannya. Penyuka air putih ini juga termasuk orang irit karena air mineral biasanya paling murah.
Sumber : kaskus.us
»»  read more

Kamis, 14 Juli 2011

Tahukah Kamu Ciuman Lebih Berarti Bagi Wanita Daripada Pria

 

Bagi setiap orang ciuman selalu memiliki kesan yang berarti, tapi tahukah Anda jika arti ciuman bagi pria dan wanita itu ternyata berbeda. Banyak penelitian menegaskan bahwa wanita ternyata menikmati ciuman lebih lama daripada pria. Itulah kenapa para wanita lebih mudah mengingat pengalaman ciuman romantis mereka yang pertama kali dibanding pria....
Tim dari New York State University melakukan penelitian pada 1000 pelajar tentang skala dan arti berciuman bagi wanita dan pria.
Dari penelitian yang dilaporkan Evolutionary Psychology, wanita menggunakan ciuman sebagai sebuah cara untuk merespon rasa suka pada pasangan mereka, untuk mempertahankan keintiman, dan sebagai pengukur hangat atau dinginnya sebuah hubungan. Sementara pria lebih menilai ciuman untuk mendongkrak gairah seksual mereka.
Dari kuisioner yang didapat, diketahui pria kurang peduli saat mereka harus berhubungan seks, dan cenderung menomorduakan ciuman, karena ciuman bukan inti dari seks yang mereka lakukan.
Ketua penelitian Dr Gordon Gallup, menyebutkan pria bisa berhubungan seks dengan seseorang tanpa berciuman, berhubungan seks dengan seseorang yang tidak menarik, bahkan bersedia berhubungan seks dengan wanita yang mereka nilai masuk kategori bad kisser.
Dr Gallup juga menemukan persepsi yang berbeda akan ciuman pada hubungan pendek dan jangka panjang, meskipun dalam dua periode ini ciuman tetap menjadi ritual yang berarti bagi wanita.
Pada wanita yang menjalin hubungan jangka panjang, ciuman tak hanya menjadi sebuah aktivitas penting dari keseharian mereka. Lebih dari separuh sepakat ciuman sebagai cara mempertahankan hubungan. Berbalik dengan pria yang menganggap ciuman kurang begitu penting sejalan dengan lamanya hubungan.
Cara berciuman yang disukai wanita dan pria juga berbeda. Pria lebih menyukai ciuman basah atau ciuman lidah.

 

»»  read more

9 Tips Buat Hidup Lebih Bahagia

1. Jangan Takut dan Khawatir
Perasaan takut dan khawatir merupakan pikiran kita yang paling tidak produktif. Sebagian besar hal-hal yang kita khawatirkan atau takutkan tidak pernah terjadi. Jadi untuk apa kita khawatir dan takut?
2. Jangan Pernah Menyimpan Dendam
Dendam adalah hal terbesar dan akan menjadi beban terberat jika kita...
menyimpannya di dalam hati. Maukah anda membawanya sepanjang hidup? …. Saya rasa tidak. Jangan sia-siakan energi kita dengan menyimpan dendam, sudah pasti tidak ada gunanya. Gunakanlah energi kita tersebut untuk hal-hal yang positif.

1. Jangan Takut dan Khawatir
Perasaan takut dan khawatir merupakan pikiran kita yang paling tidak produktif. Sebagian besar hal-hal yang kita khawatirkan atau takutkan tidak pernah terjadi. Jadi untuk apa kita khawatir dan takut?
2. Jangan Pernah Menyimpan Dendam
Dendam adalah hal terbesar dan akan menjadi beban terberat jika kita menyimpannya di dalam hati. Maukah anda membawanya sepanjang hidup? …. Saya rasa tidak. Jangan sia-siakan energi kita dengan menyimpan dendam, sudah pasti tidak ada gunanya. Gunakanlah energi kita tersebut untuk hal-hal yang positif.
3. Fokus Pada Satu Masalah
Jika kita memiliki beberapa masalah, selesaikanlah masalah kita satu per satu. Jangan terpikirkan untuk menyelesaikan masalah secara sekaligus karena justru akan membuat kita semakin stress.
4. Jangan Membawa Tidur Masalah Anda
Masalah adalah hal yang sangat buruk untuk kesehatan tidur kita. Pikiran bawah sadar kita adalah hal yang luar biasa yang dapat membuat kita gelisah dan tidur kita menjadi tidak nyenyak.
5. Jangan Mengambil Masalah Orang Lain Untuk Anda Selesaikan
Membantu orang lain yang sedang dalam masalah adalah hal yang mulia, tetapi jika kita mengambil porsi terbesar untuk menyelesaikan masalah orang lain tersebut justru itulah kesalahan terbesar. Biarkanlah orang tersebut yang menyelesaikan masalahnya sendiri dengan porsi terbesar.

6. Jangan Hidup di Masa Lalu
Mungkin terasa nyaman bagi kita mengingat hal-hal yang menyenangkan di masa lalu tetapi jangan anda terlena didalamnya. Konsentrasilah dengan apa yang terjadi saat ini, karena kita pun akan bisa merasakan banyak kebahagiaan di saat ini. Saya yakin kita akan mempunyai perasaan yang jauh lebih berbahagia jika kita merayakan apa yang terjadi saat ini dibanding dengan mengingat-ngingat kebahagiaan di masa lalu.
7. Jadilah Pendengar yang Baik

Mungkin sebagian besar orang termasuk saya :) susah untuk menjadi pendengar yang baik. Justru sebaliknya kita mengharapkan orang lain yang mendengarkan omongan kita, tetapi sebetulnya dengan belajar mendengarkan orang lain, kita akan mendapatkan banyak hal baru yang dapat sangat berguna bagi kebahagiaan hidup kita.
8. Jangan Biarkan Frustasi Mengatur dan Bahkan Mengacaukan Hidup Anda
Kasihanilah diri kita lebih dari apa pun, maksud saya adalah janganlah kita menyerah pada frustasi. Maju terus. Ambillah tindakan-tindakan positif dan lakukanlah dengan konsisten.

9. Bersyukurlah Selalu
Bersyukur dan berterimakasihlah atas semua yang kita dapatkan, bukan hanya hal yang positif saja tetapi juga hal yang negatif, karena saya percaya dibalik setiap hal yang negatif tersebut ada hal baik yang bisa kita pelajari.
(bu/akuinginsukses)
»»  read more

Rabu, 13 Juli 2011

9 Tips Mengatasi Rasa Malu





Anda takut untuk berbicara, minder disaat berhadapan dengan orang lain dan mudah kehilangan cara Anda untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain ?
Apakah rasa malu Anda merupakan kekurangan yang nyata dalam kehidupan Anda sehari-hari? Cobalah mengikuti beberapa tips sederhana ini untuk membantu anda mengatasinya.

Ketika Anda berbicara, memulai percakapan, lulus ujian lisan, Anda cenderung minder, irama jantung anda cepat, rasa serak di tenggorokan akan menghalangi Anda untuk berbicara, kaki Anda menjadi gemetar ...Anda dapat memperbaiki situasi seperti ini.

Menjadi pemalu memang sudah kodrat manusia dan hal ini tidak dapat dihindari!Rasa malu biasanya berakar pada masa kanak-kanak, setelah peristiwa emosional rapuh.

Takut gagal, takut salah menilai, takut mengecewakan ... Seorang pemalu sering membawa cahaya negatif yang meragukan kemampuan mereka untuk berhasil dan sering merasa bahwa orang lain lebih baik dari mereka sendiri.

9 tips untuk belajar mengatasi rasa malu:
1. Jangan malu dari rasa malu Anda. Terimalah diri Anda apa adanya dan anggap hal itu wajar! Kurang dari Anda berpikir, semakin banyak kesempatan berbenah, semakin terbuka lebar keberhasilan.

2. Jangan takut akan pendapat orang lain.
Belajar untuk menerima kritik ketika ada seseorang memberikan respon terhadap diri anda dan membiarkan komentar yg mungkin kurang menyenangkan bagi Anda. Tapi justru itulah tantangannya, anda jadi tahu apa2 yg jadi kelemahan anda sekarang..

3. Bicara tentang rasa malu dengan keluarga Anda.
Jelaskan kepada orang lain apa yang Anda rasakan, Anda dapat mengidentifikasi hal2 apa saja yang membuat Anda tertekan, situasi apa yang anda hadapi, apa yang orang respon terhadap diri anda...

4. Berlatih olahraga dapat membantu Anda meminimalisir rasa malu Anda berkat hubungan sosial yg timbul akibat sering berkumpul dg kawan2.

5. Berperan seperti layaknya teater/pertunjukan untuk belajar bagaimana berbicara kepada orang lain tanpa rasa malu.

6. Belajarlah untuk berkata. Berani mengatakan tidak.
Seringkali kita menerima begitu saja sesuatu yg sebenarnya ridak sreg dengan pilihan hati kita sendiri dikarnakan takut/malu untuk menolaknya... Maka, mulailah dari sekarang... !!

7. Belajar untuk bernapas dengan tenang.
Sebelum ujian atau wawancara kerja misalnya, tarik napas dalam-dalam melalui hidung dan kemudian keluarkan perlahan-lahan untuk mengevakuasi stres dan ketakutan akan hilangnya kesempatan.

8. Berpikir positif.

Jangan berpikir terlalu sempit, ''wah, otak saya tidak encer2 amat.. Mana bisa berhasil''. fikiran semacam itu merupakan salah satu gambarannya. Intinya, anda lupa bahwa suatu keberhasilan ditentukan oleh segelintir kecerdasan, tetapi juga seabrek kesempatan. Yakinlah, bahwa Anda tidak bernilai lebih rendah daripada yang lain, Anda cukup mampu mencapai target yg diinginkan.

9. Bergaul dengan Orang yg Berkompeten Dibidangnya.
Jika rasa malu Anda merusak hidup Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog. Dia akan mencarikan jalan terbaik buat Anda, menemukan kata-kata dan cara-cara untuk membantu Anda menyetir rasa malu Anda.

sumber: http://cilukbaaaaa.blogspot.com/2010/07/9-tips-mengatasi-rasa-malu.html
»»  read more

Jumat, 08 Juli 2011

4 Karakter Teman yang Perlu Dijauhi

Teman yang baik selalu membuat kita tertawa, memberi masukan demi kemajuan kita, dan selalu ada dalam suka maupun duka. Teman yang baik menjadi tempat berbagi. Namun, tidak setiap orang memiliki kepentingan terbaik di hati.

Ada teman yang Anda anggap baik, ternyata memiliki maksud buruk. Di balik sikap baiknya, mereka bisa menyimpan sesuatu tersembunyi.
Seperti dikutip dari laman She Knows, jika Anda merasa curiga dengan sikap seorang teman, atau selalu berpikir negatif saat bersamanya, sebaiknya kenali dulu 4 ciri teman yang sebaiknya Anda jauhi:
1.Pengaruh buruk

Teman baik harusnya membantu Anda tumbuh sebagai pribadi yang baik dan jauh dari ketakutan serta keputusan salah. Namun, ada teman yang membuat Anda melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan atau mendorong Anda untuk mengambil keputusan salah.
Ada pula teman yang  mengajak Anda bersamanya terjun ke tindakan-tindakan negatif. Teman seperti ini tidak layak ada di sekitar Anda. Bergaul dengan orang yang bisa memberi pengaruh baik untuk Anda.
2. Selalu mengeluh

Ada teman yang tidak pernah melihat sisi positif dari tiap keadaan. Jika Anda bertemu dengannya, dia selalu mengeluh. Bukan hanya keluhan pada 1 hal tetapi terhadap segala sesuatu, dari pekerjaan, keluarga, sampai soal makanan.
Mungkin keluhan masalah tertentu masih bisa ditolerir. Namun, jika Anda terus diserangnya dengan berbagai keluhan dan masalah yang tidak penting bahkan membesar-besarkan masalah, itu hanya menambah pikiran, frustasi dan melelahkan hidup Anda. Bahkan, Anda tidak ada kesempatan untuk bercerita kepadanya karena ia tidak henti-hentinya berkeluh kesah.
Jika sudah begitu, ada baiknya Anda perlahan menjauh darinya. Berhentilah menerima teleponnya, karena dia hanya ingin berkeluh kesah  yang tidak penting pada Anda.
3.Gemar menyombongkan Diri

Apa yang ia lakukan selalu lebih baik dari Anda, begitulah yang disampaikannya pada Anda. Dia menganggap Anda justru seperti pesaingnya. Jika Anda berhasil dalam suatu hal, dia tampak tidak senang. Jika dia sukses terhadap sesuatu, dia akan pamer pada Anda secara berlebihan.
Persahabatan berarti senang atas keberhasilan teman. Jika Anda senang dan bahagia, teman yang baik akan ikut bahagia. Jadi jika ada teman yang tidak bahagia bersama Anda, sepertinya dia bukan teman tepat untuk Anda. Bahkan secara diam-diam bisa saja Anda dianggapnya musuh.
4. Merasa tahu segalanya

Beberapa orang pembangkang merasa mereka tahu segalanya. Mereka selalu tidak pernah melewatkan kesempatan untuk mencap Anda selalu salah tanpa menunjukkan bahwa mereka bisa memberikan cara lebih baik.
Berhati-hatilah jika Anda memiliki teman seperti ini. Saran, nasihat, dan kritik memang perlu untuk kemajuan seseorang. Namun, saran yang baik bukanlah menjatuhkan orang. Saran yang baik harus mengarahkan Anda secara tulus hal yang seharusnya Anda kerjakan. Dia juga mau mendengarkan pendapat Anda.
Jika hanya mengkritik saja secara terus meneruh tanpa mengarahkan ke sesuatu yang lebih baik, justru mereka adalah orang yang sok pintar dan tidak baik untuk kemajuan Anda.
»»  read more

Senin, 04 Juli 2011

Mau Sakit Jiwa? Silakan Update Terus Status Facebook dan Twitter

Jejaring sosial paling laris Facebook dan Twitter bisa mengakibatkan kelainan jiwa? Apa itu? The Sun dalam sebuah artikelnya menulis baik Fecebook atau Twitter dan situs jejaring sosial sejenis dapat memicu Obsessive Compulsive Disorder (OCD).
Mau Sakit Jiwa? Silakan Update Terus Status Facebook dan Twitter
Obsessive Compulsive Disorder (OCD)? Penyakit apapula itu? OCD merupakan penyakit yang menyerang mental yang ditandai dengan ciri-ciri sering memikirkan sesuatu hal berulang-ulang dan melakukan perbuatan secara berulang-ulang.
Contohnya adalah seseorang yang kerap berpikir untuk mematikan kompor gas di rumah, padahal sebenarnya dia sudah mematikannya. Bisa juga pada kebiasaan seseorang yang selalu mencuci tangannya berkali-kali dan tetap merasa kotor.
Kondisi OCD juga dialami oleh orang-orang terkenal seperti Wayne Rooney, Katy Perry, Megan Fox, Justin Timberlake, Jessica Alba, Paul Gascoigne, dan Charlize Theron.
Katy Perry mengaku perilaku OCD-nya sering timbul ketika ia sedang melakukan tur konser.
“Saya akan panik saat melihat ada alat make up yang rusak di tas kosmetik. Tapi paling menakutkan bagi saya jika ada kacamata dengan noda bekas jari di kacanya,” katanya.
Sementara itu Megan Fox mengatakan ia tidak bisa makan di restoran menggunakan sendok garpu perak.
“Saya langsung merasa jijik karena mengetahui ada ratusan orang yang mungkin sudah memakai sendok itu. Bayangkan ada berapa bakteri di sendok itu,” ujarnya.
Menurut Dr. Pam Spurr, pakar perilaku, situs jejaring sosial seperti misalnya Facebook dan Twitter ternyata bisa membuat seseorang terkena penyakit yang tergolong gangguan kejiwaan ini. Kebiasaan atau rutinitas yang sering bermain Facebook walaupun hanya sekedar melihat, mengecek, atau memperbaharui status bisa membuat perasaan Anda cemas dan ingin terus melakukannya.
Jika kebiasaan ini terus dibiarkan, maka otak Anda akan merasa selalu terdorong untuk melakukan hal tersebut, yang pada akhirnya akan mempengaruhi mental dan kebiasaan hidup Anda sehari-hari.
Pam Spurr mengungkapkan, cara untuk mencegah OCD adalah dengan  menenangkan pikiran, mengubah pola pikir dan gaya hidupnya.
Tapi sayangnya, situs jaringan sosial termasuk Facebook dan Twitter justru berdampak sebaliknya bagi pikiran manusia, bahkan bisa menciptakan kecemasan lebih besar.
Pam menambahkan, seseorang yang cara berpikirnya lebih tenang umumnya bisa mengatasi persoalan ini. Untuk melindungi diri dari kemungkinan terserang penyakit ini, Pam menyarankan hendaknya setiap orang membatasi jumlah waktu mereka untuk bermain facebook dan twitter.
»»  read more

Sabtu, 18 Juni 2011

Sikap Bijak Seorang Istri Yang Pergoki Suami Selingkuh


Ini merupakan sebuah kutipan dari kisah nyata yang pernah di mailist beberapa tahun silam, berikut kisahnya . Ada sepasang suami istri yang sudah berumah tangga selama 8 tahun. Dengan berjalannya waktu, si istri merasakan adanya perubahan pada sikap suami. suami jadi sering pulang malam, kalau minggu siang sering tidak di rumah. Mula-mula si istri tenang saja, tapi lama lama timbul rasa curiga. Apalagi beredar gosip kalau si suami punya WIL seorang janda muda

Wanita mana yang tidak sakit hatinya saat melihat pasangannya berselingkuh dengan wanita lain? tapi bagaimana jalan keluar yang terbaik?




Apa tindakan si istri? Apa dia langsung melabrak suaminya dengan tuduhan-tuduhan berdasarkan bukti-bukti hearsay (gosip)?

TIDAK… dia istri yang bijak, dia berlaku seperti biasa dengan suaminya, seakan akan tidak tahu tentang belang suaminya. Sampai suatu Minggu si suami keluar (untuk menemui WILnya), si istri pun membuntuti dari belakang, hingga dia melihat si suami masuk ke dalam sebuah rumah. Ditunggunya selama 5 menit, lalu diintipnya melalui kaca jendela nako. Terlihat si suami sedang baring dengan kepala di pangkuan si janda itu. Terlihat olehnya bahwa janda itu tak cantik cantik amat, biasa aja..
Lalu apa tindakannya? mengambil golok seperti yg diidam idamkan susyxx (teman saya)? mendobrak pintu dan menghabisi keduanya? atau tengkar dan minta cerai? jawabnya TIDAK wahai saudara saudari ku yang terkasih dalam nama Tuhan… sekali kali tidak.. Diamatinya apa yang dilakukan suami dan janda itu… rupanya sambil baring dengan kepala dipangkuan janda itu, mereka ngobrol sambil si janda menyuapi suaminya pepaya yang sudah dipotong kecil2 dengan garpu

Setelah melihat semua ini, si istri pulang (malas melihat adegan 18 tahun ke atas alias XXX triple x)
Si istri tetap berlaku seperti biasa dengan suaminya, seakan akan tidak tahu tentang belang suaminya.

Sampai suatu hari minggu si suami izin mau keluar rumah:
“Bu, aku keluar ya?”
“mau kemana??”
“biasa ke rumah temen, kongkow2…”
“Jangan keluar lah, ada yang mau kubicarakan…”
“ada apa sih?”

Si suami terpaksa membatalkan niat nya.
Dari lemari es, si istri mengeluarkan sepiring pepaya yang sudah dipotong2 kecil2….
lalu duduk di kursi panjang.

“sini, aku mau bicara… ada pepaya kesukaanmu….”
Si suami dengan enggan duduk disebelah istrinya…
“Jangan duduk begitu, baring donk, taruh kepalamu di pangkuan ku, biar ku suapi….”
Geeeleeeeggggaaaarrrr…… *terasa seperti guntur siang bolong di telinga si suami*
terpaksa dia nurut….

Lalu sambil menyuapi suaminya pepaya dengan garpu, si istri bilang
“Suamiku, kita sudah berumah tangga lebih dari 8 tahun.. kalau aku punya kekurangan apa, ada hal2 yang kamu tidak senangi, kamu beritahu langsung pada aku… yang bisa diubah tentu akan ku ubah, yang penting rumah tangga kita tetap harmonis…”

Si suami sampai tak bisa menjawab, apalagi melihat garpu yang bergerak disekitar tenggorokannya…..
Lalu apa yang terjadi selanjutnya??
Tanpa menggunakan kekerasan, tanpa ribut2 yang memalukan, masalah terselesaikan. 
si suami tidak lagi mengunjungi WIL nya….…
»»  read more

Rabu, 15 Juni 2011

Melihat Karakter dari Cara Berpakaian

Melihat Karakter dari Cara Berpakaian
"You are what you wear," sepertinya kini Anda harus setuju dengan ungkapan tersebut. Mengapa?
Ternyata pakaian tak hanya berfungsi untuk sekedar menutupi tubuh atau mempercantik penampilan saja lho. Pakaian dapat juga berbicara mengenai kepribadian sang pemakai. Berikut inilah beberapa kepribadian wanita beserta pakaiannya.
Wanita sportif itu natural
Wanita dengan tipe ini lebih suka untuk memadupadankan t-shirt dengan jeans atau celana panjang dalam kesehariannya. Pilihan aksesoris jatuh pada aksesoris yang simpel serta fungsional dan dapat dipadukan dengan pakaian wanita lainnya. Mereka cenderung menghindari high heel dan oversized bags. Mereka juga lebih memilih potongan rambut yang simple juga gampang diatur.
Wanita elegan itu klasik
Wanita seperti ini cenderung tidak pernah mengubah cara berpakaiannya walau mode telah berganti beberapa kali. Mereka juga selalu tampil rapi karena lemari mereka dipenuhi dengan baju-baju setelan impor.
Wanita feminim itu romantis
Wanita ini harus selalu terlihat cantik di manapun dan kapanpun. Mereka selalu memperhatikan detil baik penampilan maupun perilaku mereka. Koleksi bajunya seperti berbagai jenis rok dan gaun, jaket, serta blouse.
Wanita artistik itu dramatis
Mereka mempunyai seleranya sendiri dalam berpakaian. Koleksi pakaian mereka seperti blouse longgar yang cenderung kebesaran, blus berenda ala gipsy, rok, sarung tangan, jaket tanpa pinggang, rok panjang, celana panjang polos atau bermotif Causeway.
Ternyata pakaianpun dapat juga menjelaskan kepribadian Anda. Lalu, termasuk tipe wanita yang manakah Anda?
»»  read more

Tanda Tangan Menunjukan Karakter Seseorang

Tahukah anda bahwa tanda tangan dapat menunjukan karakter dari seseorang, namun bagaimana cara membaca karakter dari masing-masing orang melalui bentuk tanda tangan? Nah postingan kali ini akan mengulas cara mengetahui karakter seseorang dari bentuk tanda tangan.

A. Tanda Tangan dengan Huruf Yang Tidak BersambungMereka ini sangat baik terhadap orang lain. Mempunyai hati yang baik, tidak mementingkan diri dan siap berkorban untuk kepentingan dan kebahagiaan orang yang di sayangi. Tapi apabila terlalu banyak perkara yang mereka pikirkan, ini menyebabkan mereka akan cepat tersinggung.
B. Tanda Tangan yang Lengkap Seperti NamaMereka sangat baik hati dan bisa menyesuaikan diri dengan suasana apa saja dan siapa saja yang mereka temui. Golongan ini juga sangat teguh pendirian serta pendapat dan memiliki keinginan yang sangat kuat dalam mendapatkan sesuatu.
C. Satu Garis Di Bawah Tanda TanganMempunyai keyakinan yang tinggi dan personaliti yang baik. Namun, bersifat kikir mereka juga percaya kepada kebahagiaan dalam kehidupan manusia.
D. Dua Titik Di Bawah Tanda TanganMereka boleh dikatakan berjiwa romantis. Mudah ganti pasangan seperti menukar baju. Memilih orang yang memiliki kecantikan dan mereka sendiri berusaha untuk kelihatan menarik dan mereka ini juga mudah menarik perhatian orang lain.
E. Satu Titik Di Bawah Tanda TanganLebih cenderung kepada seni klasik serta perkara yang mudah dan tenang. Jika orang lain yang telah hilang kepercayaan kepada anda, anda tidak akan sesekali kembali kepada mereka dan ini menunjukkan mereka seorang yang tetap pendirian.
F. Tiada Garis atau Titik Di Bawah Tanda TanganMereka ini selalu senang hidup dalam dunia sendiri dan mereka juga jarang mau mendengar pendapat orang lain.Mereka ini boleh di kategorikan sebagai pencinta alam tetapi mereka juga mempunyai sifat agak kikir.
G. Tiada Persamaan Antara Nama dan Tanda TanganMaksudnya tanda tangan mereka tidak menonjolkan nama mereka. Golongan ini mencoba untuk kelihatan bergaya, suka menyembunyikan sesuatu. Mereka jarang untuk berterus terang tetapi mereka merupakan pendengar yang baik dan senantiasa memberi perhatian tentang apa yang orang lain sedang katakan.
H. Ada Persamaan Antara Nama dan Tanda TanganMereka ini berkeinginan untuk menjadi bijak tetapi mereka tidak pernah berpikir. Mereka ini tidak konsisten, dan selalu menukar ide atau pandangan sendiri seperti angin. Golongan ini tidak pernah berpikir baik buruk tentang sesuatu perkara. Biasanya, orang lain bisa mengambil hati mereka dengan hanya memuji.
»»  read more

Wow, Posisi Tidur Ternyata Cerminkan Sifat Pria!


Tak semua wanita tahu sifat pasangannya, apakah pria tersebut tipe pria yang cenderung sombong atau mudah tersinggung. Mengenal sifat seorang lelaki bisa dilihat dari posisi favoritnya saat dia tidur. Posisi tidur favorit lelaki mencerminkan akan menjadi pasangan yang seperti apa dirinya. Hal ini terjadi karena posisi tidur yang disukainya membuat dirinya merasa nyaman.

Menurut Samuel Dunkell, M.D., Direktur Insomnia Medical Services, di New York City, cara tidur pria merupakan cerminan dari sifatnya. Posisi tidur diyakini sebagai bahasa alam bawah sadar tubuh yang menggambarkan sifat-sifat manusia. Selain itu, posisi tidur tertentu, dinyatakan baik bagi kesehatan, namun ada juga yang memicu mimpi buruk.

Jika anda ingin mempelajari keterkaitan antara posisi tidur dengan sifat kepribadian sebaiknya anda simak berikut ini :

1. TIDUR TELUNGKUP (FREEFAL POSITION)
Pria yang tidur dengan posisi telungkup artinya dia punya semangat besar dan energi kuat. Dia selalu tepat waktu dan mudah meraih sukses, namun dia merupakan tipe yang suka mengendalikan orang lain, termasuk pasangannya sendiri.

2. TIDUR SAMBIL MEMELUK BANTAL. (FETAL POSITION)
Posisi tidur seperti ini seperti bayi dalam kandungan. Biasanya pria ini cenderung peka dan mudah sekali tersinggung. Dia memeluk bantal demi keamanan. Posisi seperti ini juga menandakan ia membutuhkan jaminan mendapatkan respon yang positif, sebelum mengambil langkah lebih jauh.

3. TIDUR MENYAMPING. (FULL FETAL POSITION)
Jika kamu mencari tipe pria yang mempunyai pola hidup teratur dan mudah ditebak, maka kamu harus mencari pria yang punya hobi tidur menyamping. Karena pria seperti ini selalu rasional dan senang memberi.

4. TIDUR TELENTANG. (STARFISH POSITION)
Posisi tidur telentang mempunyai arti pria ini punya rasa percaya diri tinggi dan cenderung sombong. Pria ini jika tidur terbiasa menguasai tempat tidur dan ingin menjadi pusat perhatian. Namun sisi baiknya, dia suka mencoba hal baru di luar ataupun di dalam kamar tidur.

Bisakah kamu mengubah posisi tidur? Bisa, tetapi ini agak sulit. Sama seperti sulitnya mengubah kepribadian. Menurut riset yang dilakukan oleh Chris Idzikowski, direktur Sleep Assessment and Advisory Service, posisi tidur sangat berkaitan dengan kepribadian. kurang dari lima persen orang yang tidur dengan posisi berbeda setiap malam
»»  read more

Kepribadian Seseorang Melalui Warna Favorit



Penelitian ini telah dilakukan bertahun-tahun lamanya. Ditemukan bahwa warna favorit, atau warna yang paling mendominasi isi lemari mengungkapkan kepribadian seseorang. So, let’s have fun today. Intip warna favorit yang menceritakan soal seseorang yuk

Pink
Warna ini cenderung dikenal sebagai warna feminin. Namun di balik girly image-nya, sebenarnya warna ini menyembunyikan kepribadian yang misterius. Jadi, tak benar jika seseorang yang menyukai warna pink adalah sosok yang sangat girly, bisa jadi ia pandai memainkan gayanya.

Merah
Cerdas, berani dan vokal! Mereka sangat suka berada di tengah banyak orang dan menjadi pusat perhatian. Mereka juga suka berpetualang dan tak suka ditentang.

Biru
Seperti kesan yang didapat dari kejernihan warnanya, Mereka yang menyukai warna biru adalah sosok penyayang dan berjiwa bebas. Mereka percaya bahwa kecantikan dari dalam dirilah yang membuat mereka cantik seutuhnya.

Orange
Warna ini menunjukkan seseorang adalah orang yang tulus, menikmati tantangan dan hal-hal baru. Mereka juga punya ambisi besar serta senang menjadi pusat perhatian

Orange
Warna ini menunjukkan seseorang adalah orang yang tulus, menikmati tantangan dan hal-hal baru. Mereka juga punya ambisi besar serta senang menjadi pusat perhatian.

Kuning
Bagi suka warna kuning, maka kamu adalah orang yang optimis. Suka akan tantangan dan kegiatan di luar ruangan, terutama olahraga. Anda juga adalah orang yang fleksibel dan punya intuisi yang kuat.

Putih
Warna putih ini dikatakan sebagai warna netral, dan demikian pula dengan yang memfavoritkan warna satu ini. Mereka Cenderung pecinta damai dan tak suka memihak. Selain itu juga termasuk orang yang tenang dan mudah berteman dengan siapa saja.

Hijau
Untuk pecinta hijau, maka tak salah lagi, Kalian adalah sosok pecinta lingkungan. Sekalipun mungkin bukan orang yang terjun di dalam organisasi pecinta lingkungan, namun kalian berusaha menjaga lingkungan sekitar Anda. Anda juga sosok yang keras kepala, namun sekaligus teman yang menyenangkan.










»»  read more

Rabu, 30 Maret 2011

Pacar Kita Pantas Gak ya Untuk Kita Nikahi,,,???

http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSfzG5I230HfuEMumJK0S4dMgmPqwOw-z4hHcXsaosve-4YOb7DOd2k-tpG

Ada beberapa faktor yang sebaiknya diketahui sebelum menentukan apakah pasangan kita pasangan yang tepat untuk dinikahi atau untuk menentukan apakah kita sendiri pun siap menikah bersama pasangan kita. Karena tanpa disadari cinta saja sebenarnya belum cukup.


1. self evaluation

Evaluasi diri kita sendiri apa sebenarnya harapan, keinginan dan ekspektasi kita terhadap pasangan. Pada intinya pernikahan itu didasari oleh ekspektasi masing-masing terhadap pasangannya. Yang bisa membuat sebuah pernikahan membahagiakan atau mengecewakan adalah tercapai atau tidaknya ekspektasi kita dari pasangan. Ketika orang menikah mereka merasa telah memberikan segalanya kepada pasangannya karenanya harapan dan ekspektasi mereka terhadap pasangannya pun semakin meningkat. Apabila ekspektasi itu tidak terpenuhi maka rasa kecewa yang akan dirasakan pun semakin besar. Sebaliknya apabila pasangan bisa memenuhi ekspektasi kita maka pernikahan akan menjadi menyenangkan karena kebutuhan kita terpenuhi oleh pasangan. Cobalah bicarakan ekpektasi dan harapan kita kepada pasangan, lihatlah apakah ada kesesuaian atau apakah ekspektasi kita bisa terpenuhi dari pasangan. Apabila pasangan kita mampu memenuhi ekspektasi kita, maka dia bisa menjadi pasangan yang tepat buat kita. Apabila tidak bisa, maka kita harus mengkomunikasikan lagi kepada pasangan kita dan meyakinkan diri kita sendiri apakah ia pasangan yang tepat untuk kita.

Ada baiknya juga menanyakan ke pada pasangan kita apa keinginan, harapan dan ekspektasi pasangan kita terhadap kita. Dengan begitu kita bisa menilai diri kita sendiri mampu atau tidakkah kita memenuhi harapan pasangan.


2. Komunikasi

Komunikasi merupakan tombak pernikahan. Sebelum kita menentukan apakah pasangan kita merupakan soulmate yang tepat untuk kita maka perhatikan terlebih dahulu pola komunikasi kita dengan pasangan kita. Apakah kita mampu berkomunikasi secara sehat kepada pasangan kita? Komunikasi yang efektif juga satu-satunya yang bisa membantu kita untuk mengungkapkan harapan dan ekspektasi kita terhadap pasangan. Apabila kita tidak mampu berkomunikasi dan menyatakan keinginan kita maka hal ini harus menjadi pertimbangan yang sangat penting. Tanpa adanya komunikasi yang efektif atau dua arah maka kehidupan pernikahan nantinya bisa menjadi sangat terganggu.


3. Emotional attachment (kedekatan emosional)

Kedekatan secara emosional dibutuhkan untuk hubungan yang lebih serius. Kedekatan emosional lah yang membedakan antara hubungan yang didasari oleh napsu belaka ataupun oleh cinta. Kedekatan emosional ditandai dengan adanya keinginan kita untuk mengenal dan memperhatikan pasangan secara lebih jauh, merasa saling membutuhkan, peduli terhadap sesama, membagi kasih sayang dan siap berkorban. Sebaliknya hubungan yang didasari oleh napsu hanyalah terfokuskan pada kepuasan saja. Yang penting untuk pernikahan adalah hubungan yang didalamnya terdapat kedekatan emosional.


4. Ketertarikan secara intim dan seksual

Ini menjadi hal yang penting karena kita akan membagi seumur hidup kita kepada pasangan kita. Apabila hubungan hanya didasari oleh kebersamaan saja tanpa adanya rasa ketertarikan secara intim dan seksual maka pernikahan bisa menjadi hambar.

5. Komitmen

Adanya komitmen diantara diri kita dan pasangan untuk menjalankan hubungan ke jenjang pernikahan dan tahap yang lebih serius merupakan hal yang tidak boleh terlupakan. Komitmenlah yang bisa memotivasi diri kita dan pasangan untuk mengatasi konfik bersama, bertahan pada hubungan yang sedang renggang dan mencegah perceraian.

Karena itu sebelum menentukan apakah pasangan kita dan diri kita sendiri sudah tepat untuk menikah, cobalah menilai apakah kita dan pasangan kita sudah mampu untuk berkomitmen seumur hidup.
»»  read more

Beberapa Bentuk Komunikasi yang Kurang Efektif Dalam Hubungan Berpasangan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0dMGTZ1d9cADO4HMK6jkaceiaUnkbEv_CdLkpNR2o0yhDBYOCW2WSv0UFE8QEJb9CqZnTKBEzRLUIhDYzyOl9y0tjuTcoq2LIHGyE9EZoQqvZTL1PsoeLWxWlkRaFTuykSlylAC7bzyE/s1600/diam.jpg
Sebuah penelitian di Indonesia menemukan bahwa 58 % dari perceraian diakibatkan oleh komunikasi diantara pasangan yang sangat buruk. Penelitian ini tidak terlalu mencengangkan mengingat komunikasi merupakan dasar di dalam berjalannya sebuah hubungan.

Tetapi, mengapa komunikasi itu sangat penting dalam hubungan berpasangan?

Hal ini dikarenakan di dalam hubungan berpasangan, komunikasilah yang mengendalikan suatu hubungan. Komunikasi dapat mempererat suatu hubungan, namun juga sekaligus dapat merusak hubungan. Hal ini terkait pada pengertian bahwa setiap manusia memiliki keinginan dan kebutuhan untuk dicintai dan mencintai.

Abraham Maslow, seorang psikolog humanis, mengatakan dalam teorinya bahwa setiap manusia memiliki kebutuhan bertingkat, yaitu, kebutuhan fisik, rasa aman, kebutuhan sosial, self esteem dan aktualisasi diri. Kebutuhan-kebutuhan ini dapat tercapai salah satunya melalui hubungan berpasangan. Oleh karena itu, hubungan berpasangan yang baik sangat dibutuhkan oleh setiap manusia dan hal ini dapat tercapai bila setiap pasangan memiliki komunikasi yang efektif.

Namun, “sudah efektifkah komunikasi yang terjalin selama ini”?

Komunikasi yang kurang efektif dan buruk dapat menimbulkan kesalah-pahaman, rasa curiga, memicu perkelahian dan memicu banyak permasalahan baru yang dapat menimbulkan rasa frustrasi, stres dan berakhirnya sebuah hubungan. Pernahkah anda berpikir dan berkata :

“kok dia tidak mau mengerti saya sih?”
“percuma deh bicara sama dia, dia tidak pernah mau mendengarkan saya”
“bukan itu maksud saya”
“selalu begitu deh”
“selalu saja bersikap defensif”
“ya sudah terserah saja”

Pernyataan diatas merupakan beberapa contoh komunikasi yang kurang efektif terhadap pasangan.

Ada berbagai bentuk komunikasi dalam hubungan berpasangan yang kurang efektif, yaitu:

  • Tidak berterus terang/ ambigu

    Beberapa orang memilih untuk selalu berterus terang dan mengemukakan pendapatnya secara gamblang terhadap pasangannya, namun beberapa orang lainnya memilih untuk tidak mengungkapkan perasaan dan keinginannya secara langsung dengan harapan pasangan dapat memahami apa yang dipikirkannya. Hal ini dapat memicu rasa kesal dan kesalahpahaman pada sesama.

    Contoh:

    A: apakah kamu mau pergi ke acara makan malam?
    B: enggak deh aku capek aku ingin menonton TV saja, kamu mau pergi?
    A: enggak usah deh (merasa kesal karena sebenarnya ingin pasangan menuruti keinginannya)
    B: pergi saja sendiri (merasa tidak dimengerti jika sedang capek)
    A: ya sudah (merasa kesal)

    Untuk pasangan yang telah menikah, membuat keputusan bersama untuk hal-hal yang terkait dalam rumah tangga (seperti membayar tagihan, membeli barang, menentukan pilihan dll) sangatlah penting. Jika salah satu pasangan tidak dapat mengkomunikasikan keinginan dan pendapatnya maka pasangan lainnya tidak akan pernah mengerti apa yang dirasakan oleh pasangannya.

  • Defensif

    Defensif merupakan suatu mekanisme pertahanan diri yang dilakukan apabila pasangan merasa tersudut atau terancam oleh pasangan lainnya. Suatu komunikasi akan tertutup apabila salah satu atau kedua pasangan mengambil sikap defensif. Masing-masing berusaha untuk mempertahankan nilai, opini dan pendapat yang menurut mereka benar. Komunikasi defensif tidak memberi ruang bagi sesama untuk menjelaskan, mengklarifikasi dan menyampaikan pesan yang ingin disampaikan. Akibatnya, suatu permasalahan tidak akan terselesaikan apabila salah satu atau kedua pasangan tidak ingin membuka diri untuk menerima pendapat satu sama lain.

  • Pesan yang tidak tersampaikan

    Komunikasi tidak hanya sebatas mendengarkan kata-kata yang disampaikan oleh pasangan namun, melibatkan seberapa besar kita memahami pesan yang ingin disampaikan oleh pasangan. Kebanyakan dari kita berusaha mendengarkan apa yang dikatakan oleh pasangan kita namun sebenarnya kita tidak memahami pesan yang sebenarnya ingin disampaikan oleh pasangan. Akibatnya terjadi kesalahan dalam penafsiran kata-kata, kesalahpahaman dan tidak tersampaikannya pesan secara benar. Mencoba mengerti dan bersikap peka terhadap pasangan merupakan salah satu cara agar kita dapat memahami pesan-pesan yang tersirat dibalik kalimat yang disampaikan oleh pasangan.

  • Ketidaksesuaian style dalam berkomunikasi

    Setiap manusia memiliki style yang berbeda-beda dalam berkomunikasi. Komunikasi yang kurang efektif dapat muncul akibat adanya ketidaksesuaian cara berkomunikasi diantara pasangan. Hal ini juga menyangkut nada, penggunaan titik dan koma dalam kalimat, penggunaan “jeda” , pengaturan kalimat serta perbedaan jenis kelamin dalam berkomunikasi. Contohnya, dalam pertengkaran antara pasangan, sang istri memiliki cara berkomunikasi untuk selalu berusaha menjelaskan permasalahan dengan detil, berputar-putar dan memberikan segala macam informasi dari penting maupun tidak penting. Disisi lain sang suami memiliki cara berkomunikasi yang tidak banyak bicara dan memilih untuk diam. Perbedaan ini dapat menimbulkan masalah karena sang istri merasa suami tidak pernah mendengarkan dan mengerti apa yang dikatakan istri dan merasa komunikasi hanya satu arah, padahal sikap diam sang suami adalah caranya untuk mendengarkan apa yang dikatakan istri. Contoh dalam penggunaan nada tinggi adalah ketika suami memiliki cara berkomunikasi dengan menggunakan nada tinggi, sang istri merasa terintimidasi, dipersalahkan dan dimarahi.

    Contoh lainnya, adalah ketika salah satu pasangan tidak menggunakan jeda dalam berkomunikasi. Sang suami banyak bertanya tetapi ketika istri belum sempat menjawab, suami sudah melontarkan kalimat tanya berikutnya, bahkan menjawab pertanyaannya sendiri. Istri merasa suami tidak mau mendengarkan dan tidak memiliki hak untuk mengemukakan pendapat.

    Cara yang paling tepat dalam mengatasi perbedaan style dalam berkomunikasi adalah dengan menemukan dan mengkomunikasikan style yang dimiliki oleh masing-masing pasangan kemudian membuat suatu “etiket berkomunikasi” yang disepakati bersama.

    Semoga Bermanfaat!!
  • »»  read more

    PENUHI CINTA DALAM KESEHARIAN ANDA

    Kapan terakhir kali kamu mengutarakan isi perasaan kamu kepada seseorang yang kamu sayangi/ cintai? Kapan terakhir kali kamu memberikan seorang sahabat sebuah pelukan yang tulus, membantu seorang teman tanpa mengharapkan timbal balik? Atau memberikan ciuman sayang kepada orang tua, kakak, adik atau keluargamu yang lain?

    Seringkali kita terbuai oleh jalannya waktu tanpa memperhatikan hal-hal kecil yang kemudian sedikit demi sedikit akan hilang begitu saja karena terlupakan oleh kita. Kita sering tenggelam dengan kesibukan dan rutinitas yang telah terjadwal untuk kita sehingga kita melupakan hal-hal spontan untuk mengutarakan perasaan sayang kita kepada orang-orang terdekat (yang mungkin membutuhkan perhatian kita).

    Berapa kali kita merasa sudah bukan saatnya lagi untuk memeluk atau mencium kedua orang tua kita karena kita sudah merasa terlalu tua/besar untuk melakukan hal tersebut? Berapa kali kita merasa tidak perlu memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkannya hanya karena kita merasa sudah cukup banyak membantunya selama ini? Berapa kali kita merasa sudah bukan masanya lagi untuk mengucapkan “aku cinta kamu” atau “aku sayang kamu” kepada pasangan kita hanya karena kita merasa sudah terlalu lama menjalin hubungan sehingga kata-kata itu sudah tidak begitu berarti lagi?

    Tentunya kamu tidak pernah menghitung sehingga pertanyaan-pertanyaan di atas cukup sulit untuk dijawab.

    Tetapi pernahkan kamu memikirkan apa yang akan kamu lakukan apabila kamu tahu bahwa hari ini adalah hari terakhir kesempatanmu untuk mengutarakan perasaanmu, mencurahkan kasih sayangmu, atau memberikan bantuan terakhirmu sebelum orang-orang tersayang dan terdekat kita mengucapkan selamat tinggal untuk terakhir kalinya?

    Menakutkan sekali untuk memikirkan hal ini. Memang! Tetapi sayangnya .. hal tersebut adalah kenyataan. Sebuah kenyataan yang sering terlupakan karena kita disibukkan oleh hal-hal yang menurut kita lebih penting.

    Jangan khawatir! Artikel ini sengaja ditulis untuk dijadikan peringatan atau wake-up call bagi kamu yang sudah lama disibukkan oleh rutinitas dan kegiatanmu setiap hari. Jangan mau dikalahkan oleh waktu dan dibuai oleh kesibukanmu sehingga kamu melupakan orang-orang yang sungguh-sungguh kamu sayangi/cintai.

    Apa yang bisa kamu lakukan?

  • Katakan “I love you”, “Aku cinta kamu”, “ Aku sayang kamu” kepada mereka yang benar-benar kamu sayang/cinta.

  • Katakan Terima Kasih kepada sahabat, keluarga, orang tua atas dukungan dan doanya yang dituukan untukmu selama ini.

  • Tulislah catatan kecil bagi kamu yang cukup sulit untuk mengutarakan perasaanmu dan berikan kepada mereka yang kamu sayangi.

  • Berikan kejutan kecil (bunga, coklat, boneka, buku jurnal, merekam CD, makan malam bersama, dll) tanpa harus didasari occasion tertentu.

  • Luangkan waktu lebih banyak di hari Sabtu/Minggu dan habiskan bersama orang-orang tersayang/tercinta.

    Jadi, mulailah untuk mengutarakan perasaanmu kepada orang terdekat dan tersayang, memberikan pelukan atau ciuman sebagai tanda bahwa kamu care, dan membantu orang-orang disekitarmu yang membutuhkan bantuanmu. Karena, kamu tidak akan pernah tahu seberapa besar dampak dari hal-hal kecil yang kamu lakukan terhadap mereka dan kamu tidak akan pernah mengira kapan kamu akan mendapat kesempatan yang sama untuk melakukan semua itu lagi.

    Lakukanlah ini, dan rasakan perbedaan di dalam hidupmu setiap harinya!
  • »»  read more

    Kenalilah Simtom Gangguan Mood - Depresi

    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoE3sgWe9b4aIquIlJOu82a6wqXAvuTSTXznqK_4uUjp-ZToKHVbcbOQDb_A5Ph0hQ4H2aVpss3QRCJyhHgIM6C85LokwMHhjTc2XAkv-tokC7zGAykIjPA7LwMpLz1QX4oJKmIOWU7Gv-/s320/images.jpeg
    Setiap orang pasti pernah mengalami fase-fase berat dalam hidupnya seperti ditinggalkan/diputuskan pacar, mengalami kegagalan, kematian orang yang disayangi dll. Peristiwa-peristiwa tersebut merupakan hal yang wajar dialami oleh setiap orang. Namun tidak semua orang dapat melewati peristiwa tersebut dengan mudah. Ada yang pulih dalam waktu singkat, ada pula yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih. Ada yang dapat dengan wajar melakukan aktifitasnya sehari-hari, ada pula yang sulit untuk berfungsi secara normal dalam proses pemulihan.

    Kesedihan atau sadness biasanya mewarnai hari-hari orang yang sedang tertimpa peristiwa yang menyakitkan. Meskipun kesedihan merupakan bentuk emosi yang wajar, tetapi apakah masih tergolong wajar apabila kesedihan datang sepanjang hari, berturut-turut hingga menganggu aktifitas kita sehari-hari?

    Bila hal itu terjadi, waspadailah ! karena hal itu merupakan sebagian dari tanda-tanda gangguan mood-depresi. Depresi biasanya muncul dari perasaan kesedihan apabila kita kehilangan sesuatu (loss) yang berharga yang dapat mengancam diri kita. Misalnya, kehilangan kepercayaan diri karena kegagalan, ditinggalkan oleh orang yang berarti/dicintai, kehilangan pekerjaan karena pensiun atau PHK dll.

    Depresi sering terjadi pada sebagian orang, namun kapankah depresi yang dialami bisa disebut gangguan. Ada beberapa simtom-simtom yang harus diwaspadai sebagai gangguan depresi, yaitu :
    • Mood depresi yang dirasakan hampir sepanjang hari dan setiap hari. Mood ini dapat berupa mood yang mudah tersinggung, sedih, dan putus asa.
    • Penurunan kesenangan atau minat yang drastis dalam semua atau hampir semua aktifitas, sepanjang hari dan hampir setiap hari
    • Setiap hari (hampir setiap hari) mengalami kesulitan tidur (insomnia) atau sebaliknya tidur yang berlebihan
    • Kehilangan atau penambahan berat badan yang signifikan
    • Lambatnya respon gerakan hampir setiap hari
    • Perasaan lelah atau kehilangan energi hampir setiap hari
    • Perasaan tidak berharga, atau rasa bersalah yang berlebihan atau tidak tepat hampir setiap hari.
    • Berkurangnya kemampuan untuk berkonsentrasi, berpikir jernih atau membuat keputusan hampir setiap hari
    • Pikiran yang muncul berulang tentang kematian atau bunuh diri tanpa perencanaan yang spesifik atau munculnya suatu percobaan bunuh diri atau rencana spesifik untuk bunuh diri

    Bila anda atau kerabat terdekat anda mengalami hal-hal seperti diatas, maka sebaiknya anda cepat melakukan konsultasi agar masalah anda dapat segera ditangani.

    Semoga bermanfaat !
    »»  read more

    Sabtu, 19 Maret 2011

    Kecerdasan Emosional

    Selama ini banyak orang menganggap bahwa jika seseorang memiliki tingkat kecerdasan intelektual (IQ) yang tinggi, maka orang tersebut memiliki peluang untuk meraih kesuksesan yang lebih besar di banding orang lain. Pada kenyataannya, ada banyak kasus di mana seseorang yang memiliki tingkat kecerdasan intelektual yang tinggi tersisih dari orang lain yang tingkat kecerdasan intelektualnya lebih rendah. Ternyata IQ (Intelligence Quotient) yang tinggi tidak menjamin seseorang akan meraih kesuksesan.

    Daniel Goleman, seorang profesor dari Universitas Harvard menjelaskan bahwa ada ukuran/patokan lain yang menentukan tingkat kesuksesan seseorang. Dalam bukunya yang terkenal, Emotional Intelligence, membuktikan bahwa tingkat emosional manusia lebih mampu memperlihatkan kesuksesan seseorang.

    Intelligence Quotient (IQ) tidak dapat berkembang. Jika seseorang terlahir dengan kondisi IQ sedang, maka IQ-nya tidak pernah bisa bertambah maupun berkurang. Artinya, jika seseorang terlahir dengan kecerdasan intelektual (IQ) yang cukup, percuma saja dia mencoba dengan segala cara untuk mendapatkan IQ yang superior (jenius), begitu pula sebaliknya. Tetapi, Emotional Quotient(EQ) dapat dikembangkan seumur hidup dengan belajar.

    Kecerdasan Emosional (EQ) tumbuh seiring pertumbuhan seseorang sejak lahir hingga meninggal dunia. Pertumbuhan EQ dipengaruhi oleh lingkungan, keluarga, dan contoh-contoh yang didapat seseorang sejak lahir dari orang tuanya. Kecerdasan Emosi menyangkut banyak aspek penting, yang agaknya semakin sulit didapatkan pada manusia modern, yaitu:


    * empati (memahami orang lain secara mendalam)

    * mengungkapkan dan memahami perasaan

    * mengendalikan amarah

    * kemandirian

    * kemampuan menyesuaikan diri

    * disukai

    * kemampuan memecahkan masalah antar pribadi ketekunan

    * kesetiakawanan

    * keramahan

    * sikap hormat

    Orang tua adalah seseorang yang pertama kali harus mengajarkan kecerdasan emosi kepada anaknya dengan memberikan teladan dan contoh yang baik. Agar anak memiliki kecerdasan emosi yang tinggi, orang tua harus mengajar anaknya untuk :


    * membina hubungan persahabatan yang hangat dan harmonis

    * bekerja dalam kelompok secara harmonis

    * berbicara dan mendengarkan secara efektif

    * mencapai prestasi yang lebih tinggi sesuai aturan yang ada (sportif)

    * mengatasi masalah dengan teman yang nakal

    * berempati pada sesama

    * memecahkan masalah

    * mengatasi konflik

    * membangkitkan rasa humor

    * memotivasi diri bila menghadapi saat-saat yang sulit

    * menghadapi situasi yang sulit dengan percaya diri

    * menjalin keakraban

    Jika seseorang memiliki IQ yang tinggi, ditambah dengan EQ yang tinggi pula, orang tersebut akan lebih mampu menguasai keadaan, dan merebut setiap peluang yang ada tanpa membuat masalah yang baru.
    »»  read more

    Inteligensi dan IQ

    Menurut David Wechsler, inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu.

    Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi adalah :

    Faktor bawaan atau keturunan

    Penelitian membuktikan bahwa korelasi nilai tes IQ dari satu keluarga sekitar 0,50. Sedangkan di antara 2 anak kembar, korelasi nilai tes IQnya sangat tinggi, sekitar 0,90. Bukti lainnya adalah pada anak yang diadopsi. IQ mereka berkorelasi sekitar 0,40 - 0,50 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya, dan hanya 0,10 - 0,20 dengan ayah dan ibu angkatnya. Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah, IQ mereka tetap berkorelasi sangat tinggi, walaupun mungkin mereka tidak pernah saling kenal.

    Faktor lingkungan

    Walaupun ada ciri-ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir, ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan-perubahan yang berarti. Inteligensi tentunya tidak bisa terlepas dari otak. Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi. Selain gizi, rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting.

    Inteligensi dan IQ

    Orang seringkali menyamakan arti inteligensi dengan IQ, padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. Arti inteligensi sudah dijelaskan di depan, sedangkan IQ atau tingkatan dari Intelligence Quotient, adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. Dengan demikian, IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan.

    Skor IQ mula-mula diperhitungkan dengan membandingkan umur mental (Mental Age) dengan umur kronologik (Chronological Age). Bila kemampuan individu dalam memecahkan persoalan-persoalan yang disajikan dalam tes kecerdasan (umur mental) tersebut sama dengan kemampuan yang seharusnya ada pada individu seumur dia pada saat itu (umur kronologis), maka akan diperoleh skor 1. Skor ini kemudian dikalikan 100 dan dipakai sebagai dasar perhitungan IQ. Tetapi kemudian timbul masalah karena setelah otak mencapai kemasakan, tidak terjadi perkembangan lagi, bahkan pada titik tertentu akan terjadi penurunan kemampuan.

    Pengukuran Inteligensi

    Pada tahun 1904, Alfred Binet dan Theodor Simon, 2 orang psikolog asal Perancis merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan kelas-kelas khusus (anak-anak yang kurang pandai). Alat tes itu dinamakan Tes Binet-Simon. Tes ini kemudian direvisi pada tahun 1911.

    Tahun 1916, Lewis Terman, seorang psikolog dari Amerika mengadakan banyak perbaikan dari tes Binet-Simon. Sumbangan utamanya adalah menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara mental age dan chronological age. Hasil perbaikan ini disebut Tes Stanford_Binet. Indeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh seorang psikolog Jerman yang bernama William Stern, yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ. Tes Stanford-Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anak-anak sampai usia 13 tahun.

    Salah satu reaksi atas tes Binet-Simon atau tes Stanford-Binet adalah bahwa tes itu terlalu umum. Seorang tokoh dalam bidang ini, Charles Sperrman mengemukakan bahwa inteligensi tidak hanya terdiri dari satu faktor yang umum saja (general factor), tetapi juga terdiri dari faktor-faktor yang lebih spesifik. Teori ini disebut Teori Faktor (Factor Theory of Intelligence). Alat tes yang dikembangkan menurut teori faktor ini adalah WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) untuk orang dewasa, dan WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children) untuk anak-anak.

    Di samping alat-alat tes di atas, banyak dikembangkan alat tes dengan tujuan yang lebih spesifik, sesuai dengan tujuan dan kultur di mana alat tes tersebut dibuat.

    Inteligensi dan Bakat

    Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dalam kemampuan yang umum ini, terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. Kemampuan-kemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan, kecakapan, atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. Karena suatu tes inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini, maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi.

    Alat yang digunakan untuk menyingkap kemampuan khusus ini disebut tes bakat atau aptitude test. Tes bakat yang dirancang untuk mengungkap prestasi belajar pada bidang tertentu dinamakan Scholastic Aptitude Test dan yang dipakai di bidang pekerjaan adalah Vocational Aptitude Test dan Interest Inventory. Contoh dari Scholastic Aptitude Test adalah tes Potensi Akademik (TPA) dan Graduate Record Examination (GRE). Sedangkan contoh dari Vocational Aptitude Test atau Interest Inventory adalah Differential Aptitude Test (DAT) dan Kuder Occupational Interest Survey.

    Inteligensi dan Kreativitas

    Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang inteligen karena kreativitas juga merupakan manifestasi dari suatu proses kognitif. Meskipun demikian, hubungan antara kreativitas dan inteligensi tidak selalu menunjukkan bukti-bukti yang memuaskan. Walau ada anggapan bahwa kreativitas mempunyai hubungan yang bersifat kurva linear dengan inteligensi, tapi bukti-bukti yang diperoleh dari berbagai penelitian tidak mendukung hal itu. Skor IQ yang rendah memang diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah pula. Namun semakin tinggi skor IQ, tidak selalu diikuti tingkat kreativitas yang tinggi pula. Sampai pada skor IQ tertentu, masih terdapat korelasi yang cukup berarti. Tetapi lebih tinggi lagi, ternyata tidak ditemukan adanya hubungan antara IQ dengan tingkat kreativitas.

    Para ahli telah berusaha mencari tahu mengapa ini terjadi. J. P. Guilford menjelaskan bahwa kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen, yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan. Sebaliknya, tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen, yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan. Ini merupakan akibat dari pola pendidikan tradisional yang memang kurang memperhatikan pengembangan proses berpikir divergen walau kemampuan ini terbukti sangat berperan dalam berbagai kemajuan yang dicapai oleh ilmu pengetahuan.
    »»  read more

    Mengenal Persepsi, Ilusi, dan Halusinasi

    Kita tentu sering sekali mendengar istilah persepsi, ilusi, maupun halusinasi. Pada ilmu kejiwaan, kata-kata tersebut sangat akrab bagi mereka yang berkecimpung di dalamnya. Tapi apa sebenarnya persepsi, ilusi, dan halusinasi ditinjau dari sisi kejiwaan ?

    Persepsi adalah hasil interaksi antara dua faktor, yaitu faktor rangsangan sensorik yang tertuju kepada individu atau seseorang dan faktor pengaruh yang mengatur atau mengolah rangsangan itu secara intra-psikis. faktor-faktor pengaruh itu dapat bersifat biologis, sosial, dan psikologis. Karena adanya proses pengaruh-mempengaruhi antara kedua faktor tadi, di mana di dalamnya bergabung pula proses asosiasi, maka terjadilah suatu hasil interaksi tertentu yang bersifat "gambaran psikis".

    Ilusi adalah suatu persepsi panca indera yang disebabkan adanya rangsangan panca indera yang ditafsirkan secara salah. Dengan kata lain, ilusi adalah interpretasi yang salah dari suatu rangsangan pada panca indera. Sebagai contoh, seorang penderita dengan perasaan yang bersalah, dapat meng-interpretasikan suara gemerisik daun-daun sebagai suara yang mendekatinya. Ilusi sering terjadi pada saat terjadinya ketakutan yang luar biasa pada penderita atau karena intoksikasi, baik yang disebabkan oleh racun, infeksi, maupun pemakaian narkotika dan zat adiktif.

    Ilusi terjadi dalam bermacam-macam bentuk, yaitu ilusi visual (penglihatan), akustik (pendengaran), olfaktorik (pembauan), gustatorik (pengecapan), dan ilusi taktil (perabaan).

    Halusinasi adalah persepsi panca indera yang terjadi tanpa adanya rangsangan pada reseptor-reseptor panca indera. Dengan kata lain, halusinasi adalah persepsi tanpa obyek.

    Halusinasi merupakan suatu gejala penyakit kejiwaan yang gawat (serius). Individu mendengar suara tanpa adanya rangsangan akustik. Individu melihat sesuatu tanpa adanya rangsangan visual, membau sesuatu tanpa adanya rangsangan dari indera penciuman.

    Halusinasi sering dijumpai pada penderita Schizophrenia dan pencandu narkoba. Halusinasi juga dapat terjadi pada orang normal, yaitu halusinasi yang terjadi pada saat pergantian antara waktu tidur dan waktu bangun. Hal ini disebut halusinasi hypnagogik.

    Bermacam-macan bentuk halusinasi

    Halusinasi akustik (pendengaran)
    Halusinasi ini sering berbentuk :


    * Akoasma, yaitu suara-suara yang kacau balau yang tidak dapat dibedakan secara tegas

    * Phonema, yaitu suara-suara yang berbentuk suara jelas seperti yang berasal dari
    manusia, sehingga penderita mendengar kata-kata atau kalimat kalimat tertentu

    Halusinasi visual (penglihatan)
    Penderita melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Halusinasi visual sering menimbulkan ketakutan yang hebat pada penderita.

    Halusinasi olfaktorik (pembauan)
    Penderita membau sesuatu yang tidak dia sukai. Halusinasi ini merupakan gambaran dari perasaan bersalah penderitanya.

    Halusinasi gustatorik (pengecap)
    Halusinasi gustatorik murni jarang dijumpai, tetapi sering terjadi bersama-sama dengan halusinasi olfaktorik.

    Halusinasi taktil (perabaan)
    Halusinasi ini sering dijumpai pada pencandu narkotika dan obat terlarang.

    Halusinasi haptik
    Halusinasi ini merupakan suatu persepsi, di mana seolah-olah tubuh penderita bersentuhan secara fisik dengan manusia lain atau benda lain. Seringkali halusinasi haptik ini bercorak seksual, dan sangat sering dijumpai pada pencandu narkoba.

    Halusinasi kinestetik
    Penderita merasa bahwa anggota tubuhnya terlepas dari tubuhnya, mengalami perubahan bentuk, dan bergerak sendiri. Hal ini sering terjadi pada penderita Schizophrenia dan pencandu narkoba.

    Halusinasi autoskopi
    Penderita seolah-olah melihat dirinya sendiri berdiri di hadapannya.

    Penderita Schizophrenia sangat perlu dikasihani karena penderitaan yang dialaminya. Tetapi mengapa banyak orang memilih untuk mengubah hidupnya yang indah dan berharga dengan memakai narkoba dan mengalami berbagai macam gangguan kejiwaan yang serius ?
    »»  read more

    Stres dan Penanggulangannya

    Hidup manusia ditandai oleh usaha-usaha pemenuhan kebutuhan, baik fisik, mental-emosional, material maupun spiritual. Bila kebutuhan dapat dipenuhi dengan baik, berarti tercapai keseimbangan dan kepuasan. Tetapi pada kenyataannya seringkali usaha pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut mendapat banyak rintangan dan hambatan.

    Tekanan-tekanan dan kesulitan-kesulitan hidup ini sering membawa manusia berada dalam keadaan stress. Stress dapat dialami oleh segala lapisan umur.

    Stress dapat bersifat fisik, biologis dan psikologis. Kuman-kuman penyakit yang menyerang tubuh manusia menimbulkan stress biologis yang menimbulkan berbagai reaksi pertahanan tubuh. Sedangkan stress psikologis dapat bersumber dari beberapa hal yang dapat menimbulkan gangguan rasa sejahtera dan keseimbangan hidup.

    SUMBER STRESS

    Sumber stress dapat digolongkan dalam bentuk-bentuk:

    1. Krisis

    Krisis adalah perubahan/peristiwa yang timbul mendadak dan menggoncangkan keseimbangan seseorang diluar jangkauan daya penyesuaian sehari-hari. Misalnya: krisis di bidang usaha, hubungan keluarga dan sebagainya.

    2. Frutrasi

    Frustrasi adaah kegagalan dalam usaha pemuasan kebutuhan-kebutuhan/dorongan naluri, sehingga timbul kekecewaan. Frutrasi timbul bila niat atau usaha seseorang terhalang oleh rintangan-rintangan (dari luar: kelaparan, kemarau, kematian, dan sebagainya dan dari dalam: lelah, cacat mental, rasa rendah diri dan sebagainya) yang menghambat kemajuan suatu cita-cita yang hendak dicapainya.

    3. Konflik

    Konflik adalah pertentangan antara 2 keinginan/dorongan yaitu antara kekuatan dorongan naluri dan kekuatan yang mengenalikan dorongan-dorongan naluri tersebut.

    4. Tekanan

    Stress dapat ditimbulkan tekanan yang berhubungan dengan tanggung jawab yang besar yang harus ditanggungnya. (Dari dalam diri sendiri: cita-cita, kepala keluarga, dan sebagainya dan dari luar: istri yang terlalu menuntut, orangtua yang menginginkan anaknya berprestasi).

    AKIBAT STRESS

    Akibat stress tergantung dari reaksi seseorang terhadap stress. Umumnya stress yang berlarut-larut menimbulkan perasaan cemas, takut, tertekan, kehilangan rasa aman, harga diri terancam, gelisah, keluar keringat dingin, jantung sering berdebar-debar, pusing, sulit atau suka makan dan sulit tidur). Kecemasan yang berat dan berlangsung lama akan menurunkan kemampuan dan efisiensi seseorang dalam menjalankan fungsi-fungsi hidupnya dan pada akhirnya dapat menimbulkan berbagai macam gangguan jiwa.

    REAKSI TERHADAP STRESS

    Reaksi seseorang terhadap stress berbeda-beda tergantung dari:
    1. Tingkat kedewasaan kepribadian
    2. Pendidikan dan pengalaman hidup seseorang

    Reaksi psikologis yang mungkin timbul dalam menghadapi stress:
    1. menghadapi langsung dengan segala resikonya.
    2. menarik diri dan tak tahu menahu tentang persoalan yang dihadapinya/lari dari kenyataan.
    3. menggunakan mekanisme pertahanan diri.

    PENANGGULANGAN STRESS


    * Mengenal dan menyadari sumber-sumber stress.

    * Membina kedewasaan kepribadian melalui pendidikan dan pengalaman hidup.

    * Mengembangan hidup sehat. Antara lain dengan cara: merasa cukup dengan apa yang dimilikinya, tidak tergesa-gesa ingin mencapai keinginannya, menyadari perbedaan antara keinginan dan kebutuhan, dan sebagain

    * ya.


    * Mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk segala sesuatu yang terjadi
    dengan tetap beriman kepadaNYa.

    * Minta bimbingan kepada sahabat dekat, orang-orang yang lebih dewasa, psikolog, orang yang dewasa rohaninya, dan sebagainya).

    * Hindarkan sikap-sikap negatif antara lain: memberontak terhadap keadaan, sikap apatis, marah-marah. Hal-hal tersebut tidak menyelesaikan masalah tetapi justru membuka masalah baru.
    »»  read more

    Mengenal Schizophrenia

    Meskipun definisi yang pasti tentang Schizophrenia selalu menjadi perdebatan para ahli, terdapat indikasi yang semakin nyata bahwa Schizophrenia adalah sebuah gangguan yang terjadi pada fungsi otak. Dalam buku The Broken Brain : The Biological Revolution in Psychiatry yang ditulis oleh Dr. Nancy Andreasen, dikatakan bahwa bukti-bukti terkini tentang serangan Schizophrenia merupakan suatu hal yang melibatkan banyak sekali faktor. Faktor-faktor itu meliputi perubahan struktur fisik otak, perubahan struktur kimia otak, dan faktor genetik.

    Di dalam otak terdapat milyaran sambungan sel. Setiap sambungan sel menjadi tempat untuk meneruskan maupun menerima pesan dari sambungan sel yang lain. Sambungan sel tersebut melepaskan zat kimia yang disebut neurotransmitters yang membawa pesan dari ujung sambungan sel yang satu ke ujung sambungan sel yang lain. Di dalam otak yang terserang schizophrenia, terdapat kesalahan atau kerusakan pada sistem komunikasi tersebut.

    Bagi keluarga dengan penderita schizophrenia di dalamnya, akan mengerti dengan jelas apa yang dialami penderita schizophrenia dengan membandingkan otak dengan telepon. Pada orang yang normal, sistem switch pada otak bekerja dengan normal. Sinyal-sinyal persepsi yang datang dikirim kembali dengan sempurna tanpa ada gangguan sehingga menghasilkan perasaan, pemikiran, dan akhirnya melakukan tindakan sesuai kebutuhan saat itu. Pada otak penderita schizophrenia, sinyal-sinyal yang dikirim mengalami gangguan sehingga tidak berhasil mencapai sambungan sel yang dituju.

    Schizophrenia terbentuk secara bertahap dimana keluarga maupun penderita tidak menyadari ada sesuatu yang tidak beres dalam otaknya dalam kurun waktu yang lama. Kerusakan yang perlahan-lahan ini yang akhirnya menjadi schizophrenia yang tersembunyi dan berbahaya. Gejala yang timbul secara perlahan-lahan ini bisa saja menjadi schizophrenia akut. Periode schizophrenia akut adalah gangguan yang singkat dan kuat, yang meliputi halusinasi, penyesatan pikiran (delusi), dan kegagalan berpikir.

    Kadang kala schizophrenia menyerang secara tiba-tiba. Perubahan perilaku yang sangat dramatis terjadi dalam beberapa hari atau minggu. Serangan yang mendadak selalu memicu terjadinya periode akut secara cepat. Beberapa penderita mengalami gangguan seumur hidup, tapi banyak juga yang bisa kembali hidup secara normal dalam periode akut tersebut. Kebanyakan didapati bahwa mereka dikucilkan, menderita depresi yang hebat, dan tidak dapat berfungsi sebagaimana layaknya orang normal dalam lingkungannya.

    Dalam beberapa kasus, serangan dapat meningkat menjadi apa yang disebut schizophrenia kronis. Penderita menjadi buas, kehilangan karakter sebagai manusia dalam kehidupan sosial, tidak memiliki motivasi sama sekali, depresi, dan tidak memiliki kepekaan tentang perasaannya sendiri.

    Para Psikiater membedakan gejala serangan schizophrenia menjadi 2, yaitu gejala positif dan negatif.

    Gejala positif

    Halusinasi selalu terjadi saat rangsangan terlalu kuat dan otak tidak mampu menginterpretasikan dan merespon pesan atau rangsangan yang datang. Penderita schizophrenia mungkin mendengar suara-suara atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada, atau mengalami suatu sensasi yang tidak biasa pada tubuhnya. Auditory hallucinations, gejala yang biasanya timbul, yaitu penderita merasakan ada suara dari dalam dirinya. Kadang suara itu dirasakan menyejukkan hati, memberi kedamaian, tapi kadang suara itu menyuruhnya melakukan sesuatu yang sangat berbahaya, seperti bunuh diri.

    Penyesatan pikiran (delusi) adalah kepercayaan yang kuat dalam menginterpretasikan sesuatu yang kadang berlawanan dengan kenyataan. Misalnya, pada penderita schizophrenia, lampu trafik di jalan raya yang berwarna merah kuning hijau, dianggap sebagai suatu isyarat dari luar angkasa. Beberapa penderita schizophrenia berubah menjadi seorang paranoid. Mereka selalu merasa sedang diamat-amati, diintai, atau hendak diserang.

    Kegagalan berpikir mengarah kepada masalah dimana penderita schizophrenia tidak mampu memproses dan mengatur pikirannya. Kebanyakan penderita tidak mampu memahami hubungan antara kenyataan dan logika. Karena penderita schizophrenia tidak mampu mengatur pikirannya membuat mereka berbicara secara serampangan dan tidak bisa ditangkap secara logika. Ketidakmampuan dalam berpikir mengakibatkan ketidakmampuan mengendalikan emosi dan perasaan. Hasilnya, kadang penderita schizophrenia tertawa sendiri atau berbicara sendiri dengan keras tanpa mempedulikan sekelilingnya.

    Semua itu membuat penderita schizophrenia tidak bisa memahami siapa dirinya, tidak berpakaian, dan tidak bisa mengerti apa itu manusia. Dia juga tidak bisa mengerti kapan dia lahir, dimana dia berada, dan sebagainya.

    Gejala negatif

    Penderita schizophrenia kehilangan motivasi dan apatis berarti kehilangan energi dan minat dalam hidup yang membuat penderita menjadi orang yang malas. Karena penderita schizophrenia hanya memiliki energi yang sedikit, mereka tidak bisa melakukan hal-hal yang lain selain tidur dan makan.

    Perasaan yang tumpul membuat emosi penderita schizophrenia menjadi datar. Penderita schizophrenia tidak memiliki ekspresi baik dari raut muka maupun gerakan tangannya, seakan-akan dia tidak memiliki emosi apapun. Tapi ini tidak berarti bahwa penderita schizophrenia tidak bisa merasakan perasaan apapun. Mereka mungkin bisa menerima pemberian dan perhatian orang lain, tetapi tidak bisa mengekspresikan perasaan mereka.

    Depresi yang tidak mengenal perasaan ingin ditolong dan berharap, selalu menjadi bagian dari hidup penderita schizophrenia. Mereka tidak merasa memiliki perilaku yang menyimpang, tidak bisa membina hubungan relasi dengan orang lain, dan tidak mengenal cinta. Perasaan depresi adalah sesuatu yang sangat menyakitkan. Di samping itu, perubahan otak secara biologis juga memberi andil dalam depresi.

    Depresi yang berkelanjutan akan membuat penderita schizophrenia menarik diri dari lingkungannya. Mereka selalu merasa aman bila sendirian.

    Dalam beberapa kasus, schizophrenia menyerang manusia usia muda antara 15 hingga 30 tahun, tetapi serangan kebanyakan terjadi pada usia 40 tahun ke atas. Schizophrenia bisa menyerang siapa saja tanpa mengenal jenis kelamin, ras, maupun tingkat sosial ekonomi. Diperkirakan penderita schizophrenia sebanyak 1 % dari jumlah manusia yang ada di bumi.

    Schizophrenia tidak bisa disembuhkan sampai sekarang. Tetapi dengan bantuan Psikiater dan obat-obatan, schizophrenia dapat dikontrol. Pemulihan memang kadang terjadi, tetapi tidak bisa diprediksikan. Dalam beberapa kasus, penderita menjadi lebih baik dari sebelumnya. Keringanan gejala selalu nampak dalam 2 tahun pertama setelah penderita diobati, dan berangsur-angsur menjadi jarang setelah 5 tahun pengobatan. Pada umur yang lanjut, di atas 40 tahun, kehidupan penderita schizophrenia yang diobati akan semakin baik, dosis obat yang diberikan akan semakin berkurang, dan frekuensi pengobatan akan semakin jarang.
    »»  read more